
Woah....
Semua tamu yang berada di pesta berdecak kagum ketika melihat Duke Regulus Riddle memutar tubuh Ratu Aleyza berputar. Mereka seperti melihat pasangan yang sangat romantis dan saling jatuh cinta.
Beda dengan Aleyza yang ekspresi wajahnya sudah memerah malu hanya bisa dirinya lakukan menundukkan kepalanya sampai musik ini selesai.
Duke Regulus Riddle yang melihat Aleyza tampak malu-malu dengannya membuatnya senang. Perlahan Aleyza nya yang dulu akan kembali dan dirinya tidak akan melepaskannya lagi.
Sedangkan Kaisar Lucius yang melihat kejadian itu mengepalkan tangannya marah sampai aura sihirnya sedikit keluar membuat Selir Agnessia yang merasakan sesak nafas.
" Yang Mulia, anda harus tenang ingat sekarang kita berada di pesta. Jangan sampai mengganggu para tamu. Tenangkan dirimu. Kau tidak perlu marah memang kesalahan Ratu yang tidak seharusnya berdansa dengan pria lain. Apalagi orang itu adalah adik iparnya sendiri." ucap Selir Agnessia yang mengatakan kata provokasi sambil mengelus punggung Kaisar Lucius.
Mendengar ucapan Selir Agnessia perlahan-lahan Kaisar Lucius meredakan amarahnya. Benar kata Selir Agnessia bahwa tidak seharusnya Kaisar Lucius mengeluarkan emosinya di depan umum.
" Kau benar, lebih baik nanti aku bicarakan kepadanya. Tidak seharusnya seorang Ratu berdansa dengan orang lain." ucap Kaisar Lucius yang perlahan-lahan mulai terhasut dengan ucapan Selir Agnessia.
Selir Agnessia tersenyum mendengar jawaban Kaisar Lucius.
" Bagus, untungnya saja pria itu sangat bodoh untuk dimanfaatkan." batin Selir Agnessia sambil menyeringai.
__ADS_1
Sedangkan Duke Regulus Riddle yang sudah selesai berdansa dengan Aleyza langsung menarik tangan nya dan membawanya ke taman yang ada air mancurnya. Duke Regulus Riddle mendudukkan Aleyza di sana.
" Buat apa kau membawaku ke sini?" tanya Aleyza merasa heran dengan dilakukan Duke Regulus Riddle.
" Saya ingin menanyakan sesuatu kepadamu Ratu." ucap Duke Regulus Riddle yang mulai serius.
Aleyza yang melihat perubahan ekspresi Duke Regulus Riddle juga mengubah raut wajahnya.
" Pertanyaan apa?" tanya Aleyza serius juga sambil menatap wajah tampan sang Duke.
" Ini mengenai kejadian tepat hari ini sekitar 6 tahun sepuluh bulan yang lalu. Apa kau tidak memberitahukan nya kepadaku?" tanya Duke Regulus Riddle dengan datar.
" Apa maksudnya?" tanya Aleyza yang berpura-pura tidak tahu.
Jika Duke Regulus Riddle mengetahuinya otomatis rencana Aleyza dalam bahaya. Apalagi sampai mengetahui bahwa si triplets adalah anaknya. Pasti Duke Regulus Riddle akan berusaha untuk mengambilnya.
" Apa yang harus aku katakan." batin Aleyza bimbang.
...****************...
__ADS_1
Adriana yang sedang berbincang dengan anak perempuan bangsawan tertawa.
" Tuan Puteri anda sangat cantik dengan gaun ini, dimana anda membuatnya?" tanya nya salah satu anak perempuan itu.
" Benar, Puteri saya juga ingin dibuatkan gaun yang sama dengan mu." ucap nya menimpali pertanyaan teman nya.
" Ini dibuat oleh ibuku." ucap Adriana sambil tersenyum lembut dengan wajahnya memerah karena mendapatkan pujian mengenai gaunnya.
Para anak perempuan bangsawan langsung terkejut sekaligus kagum mendengarnya.
" Itu luar biasa Ratu hebat." ucap mereka memuji Aleyza.
Adriana tersenyum puas melihat para anak perempuan itu sangat menyukainya.
Berbeda lagi dengan seorang gadis kecil menatap mereka dengan iri dan dengki.
" Hallo Puteri Adriana." ucap Zania yang baru saja datang sambil melambaikan tangannya dan tersenyum tulus.
Adriana yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya entah kenapa dirinya merasa aneh dengan anak perempuan yang baru saja menyapanya.
__ADS_1
Countine...