Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Hilang dan Kenyamanan


__ADS_3

Keesokan harinya Kaisar Lucius mulai terbangun dan menyadari bahwa sekarang dirinya terbaring di lantai dilapisi karpet.


Tangan Kaisar Lucius terkepal kuat mengingat apa yang dilakukan oleh Aleyza kepadanya.


Sepertinya Aleyza memberikannya sebuah ramuan tidur untuk membuatnya tertidur dan tidak melakukan itu kepada nya.


" Awas kau Aleyza." ucap Kaisar Lucius yang langsung bangun dan mencari keberadaan nya di seluruh kamar.


" ALEYZA DIMANA KAU CEPAT KEMARI. KITA HARUS BERBICARA SEKARANG." ucap Kaisar Lucius yang berteriak berharap Aleyza bisa mendengar suaranya dan menghampirinya.


Tapi sayangnya selama beberapa menit menunggu sama sekali tidak ada bertanda Aleyza akan menghampirinya. Amarah Kaisar Lucius yang semakin meluap langsung saja dia keluar kamar Aleyza untuk menghampiri kamar anaknya. Pastinya dia berada di sana.


Brak...


Kaisar Lucius membuka pintu kamarnya dengan keras. Ketika masuk ke dalam Kaisar Lucius sama sekali tidak menemukan keberadaan Aleyza maupun keempat anaknya hanya ada Xavier yang masih terbaring di atas ranjang.


Sedangkan Xavier yang mendengar suara pintu terbuka dengan keras membuatnya terbangun dan melihat Kaisar Lucius berada di depannya dengan ekspresi dingin serta auranya yang kuat. Membuat Xavier sedikit ketakutan.

__ADS_1


Melihat Xavier sudah bangun langsung saja Kaisar Lucius menghampiri untuk menanyakan keberadaan keempat anaknya.


" Dimana keempat saudaramu Pangeran Xavier?" tanya Kaisar Lucius dengan nada dingin.


Memang hubungan Kaisar Lucius dan Xavier tidak terlalu baik. Maka alasan itu Kaisar Lucius jarang sekali memberikannya perhatian kecuali itu di hadapan umum dan Selir Agnessia.


Xavier yang mendengarnya hanya terdiam sebelum kemudian menjawab dengan nada datar.


" Aku tidak tahu, terakhir kali kami tidur bersama." jawab Xavier.


" Aku memaafkan mu Ratu terima kasih telah memberikan kasih sayang mu. Walaupun cuma sebentar semoga kita bisa bertemu lagi Elrick dan Adriana." ucap Xavier sedih.


Karena sejujurnya ketika Ratu Aleyza dengan membawa anak-anaknya. Xavier mendengar alasan Ratu tidak membawanya dan dia memaklumi nya karena dirinya dibawa ikut. Pastinya Selir Agnessia akan menceritakan berita buruk pada seluruh kekaisaran dengan berdalih Ratu menculik seorang anak.


...****************...


Aleyza sekarang berdiri di atas balkon melihat suasana hangat ketika cahaya matahari pagi menerpa wajahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Aleyza merasakan sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya sebelum di susul oleh suara seseorang.


" Apa kau menyukai tempat ini?" tanya Duke Regulus Riddle sambil meletakkan kepalanya di puncak kepala Aleyza sambil tangannya terus memeluknya dengan erat.


Aleyza yang merasa nyaman dengan pelukan hangat Duke Regulus Riddle memutuskan untuk menyandarkan kepalanya di dada bidangnya sambil menghirup wangi mint, maskulin, serta apel hijau di tubuhnya. Jarang sekali menurutnya seorang pria mempunyai wangi apel.


" Apa kau menyukai apel hijau?" tanya Aleyza tanpa sengaja keluar dari mulutnya.


Duke Regulus Riddle mengangkat sebelah alisnya sebelum kemudian tertawa pelan. Aleyza yang menyadari tingkah konyolnya wajahnya langsung tersipu dan sekaligus senang mendengar tawa merdu Duke Regulus Riddle menenangkan hati nya.


" Iya sejak aku kecil, aku sangat senang memakan apel hijau bahkan kakek ku saja harus menyediakan pasokannya setiap hari supaya aku mau makan." ucap Duke Regulus Riddle menjawab nya.


Duke Regulus Riddle merasa bahagia akhirnya hari dimana dirinya hidup bersama Aleyza akan dimulai. Semoga saja Kaisar Lucius tidak menemukan mereka.


Jika itu terjadi dengan terpaksa Duke Regulus Riddle mengambil jalur pemberontakan.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2