
Aleyza yang mendengarnya merasakan perasaan sakitnya sebelum kemudian dengan berjongkok di hadapan Adriana sambil kedua tangannya menempel wajah Puterinya untuk menatap nya.
" Apa Adriana ingin tinggal bersama Ayah?" tanya Aleyza dengan pahit karena jika Adriana mengatakan iya. Pastinya ia akan kembali dengan Kaisar karena semata-mata hanya ingin membuat anak-anaknya bahagia.
Mungkin ini sedikit keluar dari sifatnya yang rela mengorbankan dirinya sendiri untuk orang lain. Dulu dia sangat kejam terhadap orang lain apalagi setelah kematian calon anaknya. Tapi sekarang dia sudah menjadi seorang ibu untuk keempat anaknya dia tidak bisa bersikap egois.
Adriana yang ekspresi wajah Aleyza menggelengkan kepalanya. Mengejutkan Aleyza yang sama sekali tidak mengharapkan jawaban Adriana seperti itu.
" Mengapa Adriana tidak ingin tinggal dengan ayahanda. Bukannya Adriana ingin sekali mempunyai keluarga yang lengkap?" tanya Aleyza sekali lagi. Bukannya dia tidak bahagia bawa secara langsung anaknya mendukungnya. Tapi ia tidak ingin membuat Adriana menyembunyikan perasaan sakitnya.
Mengingat keinginan semua anak-anak untuk mempunyai keluarga lengkap.
" Adriana sadar diri. Jika kita bersama ayahanda nyawa kita akan terancam bukannya beliau mempunyai anak lain yang berbeda ibu. Adriana pernah dengar jika nanti dewasa kalau setiap anak laki-laki Kaisar akan memperebutkan tahta. Adriana tidak mau kakak atau mama terluka. Adriana sudah bahagia dengan kita berlima bersama-sama." ucap Adriana sambil tersenyum lebar dan matanya terpejam.
Aleyza yang mendengarnya sekali lagi tidak bisa menahan rasa bangganya dengan sikap anak-anaknya.
"Jika itu sudah menjadi keputusan Adriana kita akan pindah dan tinggal di tempat di dekat pantai. Apa Adriana mau?" ucap Aleyza menawarkan tempat untuk pindah.
Adriana yang mendengarnya menggangguk kepalanya dengan semangat sebelum kemudian dia menguap menandakan gadis kecil itu sudah mengantuk.
Aleyza yang melihatnya tidak bisa menahan rasa gemasnya dan langsung menggendongnya. Sambil mulutnya menyanyikannya sesuatu.
Sleep, my child, and peace attend thee,
__ADS_1
All through the night
Guardian angels God will send thee,
All through the night
Soft the drowsy hours are creeping,
Hill and dale in slumber sleeping
I my loved ones’ watch am keeping,
All through the night
All through the night
Midnight slumber close surround thee,
All through the night
Soft the drowsy hours are creeping,
Hill and dale in slumber sleeping
__ADS_1
I my loved ones’ watch am keeping,
All through the night.
(All Through the Night)
Aleyza terus beryanyyi dengan suara lembutnya sampai Adriana akhirnya tertidur di pelukannya.
" Good night, Princess." ucap Aleyza sambil mencium kening Adriana.
...****************...
" Aku tidak percaya dia bisa memukul ku." gumam Kaisar Lucius yang sedang nyaman duduk di balkon kamar tidur pribadinya sambil di temani sebotol minuman beralkohol.
Kaisar Lucius merasa frustasi ketika mengingat ekspresi Aleyza. Di sana sudah tidak ada cinta melainkan kebencian mendalam. Apalagi yang membuatnya lebih terpuruk ucapan anak laki-laki nya.
" Mungkin Ibunda sudah kembali seperti dulu tapi dengan sikap yang berbeda beliau sudah tidak mencintai anda lagi. Setelah apa yang anda lakukan 6 tahun lalu, dan segera anda akan berpisah dengannya. Ibunda juga berhak menikahi pria lain yang membuatnya benar-benar bahagia." ucap Melvin
" Kau bawa Kaisar itu pulang saya sama sekali tidak ingin dia berada di sini. Lebih baik anda mengurus anak-anak anda bersama Selir anda." ucap Alrick dengan dingin.
Ucapan kedua anaknya dan sikap acuh kedua anak lagi. Membuat perasaan tidak nyaman tumbuh di dalam dirinya.
" Aku harus mendapatkan keluarga ku kembali sebelum semuanya terlambat." ucap Kaisar Lucius dengan tekat yang kuat.
__ADS_1
Countine...