Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Sudah Waktunya


__ADS_3

Kaisar Lucius yang frustasi dengan menghilang nya isteri serta keempat anaknya langsung memanggil semua prajurit untuk mencarinya ke seluruh kekaisaran.


Dirinya yakin Aleyza belum pergi jauh dari kota. Tapi yang menjadi pertanyaan Kaisar Lucius sampai sekarang bagaimana bisa Aleyza pergi dengan cepat. Mengingat bahwa penghalang istana sangat kuat jadi hanya bisa yang memiliki darah keturunan langsung yang bisa berteleport keluar. Juga tidak mungkin Melvin membantu mengingat usianya yang masih terlalu muda untuk mengeluarkan sihir sebesar atau mungkin ada seseorang yang menyuruh Aleyza keluar istana untuk mengeluarkan kelemahan nya yang tersembunyi selama ini.


" Aku tidak akan biarkan kau lolos dariku Aleyza. Karena selamanya kau adalah milikku." ucap Kaisar Lucius dengan pancaran mata posesif.


...****************...


Duke Regulus Riddle dan Aleyza setelah puas melihat matahari terbit memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar.


Suasana sedikit canggung karena Aleyza sama sekali tidak menyangka bisa merasakan kehangatan untuk sekali lagi dengan pria yang membuatnya kagum di pertemuan pertama mereka.


Tapi sekarang Aleyza harus sadar dirinya bukan Aleyza yang asli. Dirinya hanyalah jiwa tersesat yang memiliki tujuan untuk membahagiakan keempat anak pemilik tubuh. Aleyza tidak bisa memikirkan masalah percintaan.


Duke Regulus Riddle yang memiliki kemampuan membaca pikiran seseorang sekarang sedang melihat Aleyza dengan teliti tapi lembut supaya tidak ketahuan. Biasanya Duke Regulus Riddle menggunakan kekuatan nya untuk mencari informasi musuh. Dampak korban sangat berbahaya karena bisa membuat pikiran mereka rusak dan menjadi gila. Jika Duke Regulus Riddle melakukan nya secara kasar.

__ADS_1


" Apa maksudnya dengan jiwa tersesat aku harus mencari tahu sekarang." batin Duke Regulus Riddle memutuskan untuk mencari informasi tentang Aleyza.


Brak...


Tiba-tiba saja ada suara pintu terbuka dan memperlihatkan seorang gadis kecil berlarian dengan masih mengenakan piyama bergambar kelincinya.


" Mama..." ucap Adriana yang langsung memeluk kaki Aleyza ketika ia berhasil menemukannya.


Aleyza yang melihatnya tersenyum sebelum kemudian menggendong tubuh Adriana sambil memberikan mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan pandangan Duke Regulus Riddle tertuju ke arah Melvin yang baru saja datang sambil menggandeng tangan Alrick dan Elrick yang terlihat kebingungan.


" Mama kita berada dimana?" tanya Elrick sambil menggosok matanya dengan tangannya.


" Betul, Tempat ini berbeda dengan istana?" tanya Alrick menimpali pertanyaan Elrick.

__ADS_1


Sedangkan Melvin hanya diam saja dirinya penasaran apa yang dikatakan ibunya. Meskipun ia tahu bahwa di depannya bukan ibu kandungnya tapi tetap saja tubuhnya merupakan milik ibunya. Sudah seharusnya dia butuh jawaban atas pertanyaan yang bersarang di otaknya.


Aleyza yang melihatnya ketiga anaknya bertanya hanya mengigit bibirnya jujur saja. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.


" Anak-anak mama ingin mengatakan sesuatu yang akan membuat kalian terkejut. Mama sudah tidak bisa menyembunyikan nya lagi kepada kalian. Sudah saatnya kalian tahu." ucap Aleyza sambil melirik ke arah Duke Regulus Riddle yang menatapnya dengan datar.


Tapi jika diteliti lagi Aleyza bisa melihat pancaran mata penuh harapan tentang dimana seorang ayah ingin memeluk anak-anaknya.


" Ungkapan apa Mama? Mengapa kau sangat gugup sekali sampai tangan mu bergetar?" tanya Adriana merasakan perubahan Aleyza.


Aleyza hanya tersenyum sebelum kemudian menurunkan Adriana dari gendongan nya. Sambil kemudian kedua matanya menatap mereka dengan sendu.


" Meskipun kalian membenci mama, Tapi Mama sangat menyayangi kalian.


Jadi sekarang sudah waktunya menjelaskan siapa ayah kandung kalian Alrick, Elrick, dan Adriana.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2