
Terima kasih ibu dan selamat tinggal. Reggie menyayangi mu." ucap Duke Regulus Riddle sebelum menghilang.
Bruk...
" KAU ANAK YANG KURANG AJAR, BERANI-BERANI NYA KAU TIDAK MEMBERITAHU LOKASI ALEYZA BERADA SEKARANG." ucap Kaisar Lucius berteriak sekaligus dengan tega melempar tubuh Melvin ke tiang membuatnya berteriak kesakitan.
ARGGGGH...
Melvin meringis kesakitan pada punggungnya akibat serangan Kaisar Lucius. Sampai sekarang dia tidak percaya hanya akibat keserakahan dan dendam membuat ayah kandungnya berubah menjadi monster.
Juga sepertinya cinta Kaisar Lucius pada Aleyza bukan cinta sejati melainkan hanya sebuah obsesi belaka.
" A..ku tidak akan memberitahukan nya, kau tidak berhak untuk Ibunda." ucap Melvin yang masih bersikeras untuk tidak memberitahu keberadaan Aleyza.
Karena Melvin apa yang terjadi selanjutnya jika Kaisar Lucius menemui mama beserta saudara-saudara nya. Itu tidak akan berakhir baik.
Dengan sekuat tenaga Melvin berusaha untuk berdiri dengan bantuan tiang berada di sampingnya. Dalam hati Melvin dirinya tidak boleh kalah ia harus mengalahkan ayah kandungnya sendiri meski itu mengorbankan nyawanya.
Kaisar Lucius mendengar penolakan Melvin matanya langsung dingin.
__ADS_1
" Baiklah jika itu adalah pilihan mu Melvin. Jangan salahkan aku jika kau mati." ucap Kaisar Lucius mengancam Melvin.
Melvin hanya tersenyum miring menatap Kaisar Lucius.
" Aku tidak peduli asalkan nyawa ibunda dan adik-adik ku baik-baik saja. Meskipun itu mengorbankan nyawa ku. Aku tahu kau tidak pantas disebut sebagai seorang ayah karena menurut ku. Kau hanya seorang pengecut." ucap Melvin santai tidak menampilkan ekspresi takut sedikitpun di wajahnya.
Kaisar Lucius yang mendengarnya mengepalkan tangannya dirinya benci anaknya, kebanggaan nya, pewaris nya. Menjadi seorang pemberontak Kaisar Lucius harus menyingkirkannya masalah anak nanti dirinya bisa mendapatkan nya kembali setelah menangkap Aleyza dan membunuh anak-anak pengkhianat itu.
" Hahahaha...."
Melvin menatap Kaisar Lucius yang tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi datar.
" Jika saja kau mau menuruti perintah ayah mu ini. Mungkin ayah akan sangat bangga memiliki anak seperti mu. Tapi sayangnya kau telah terpengaruhi oleh Duke Riddle itu. Jadi ucapan selamat tinggal Melvin anakku. Aku sama sekali tidak membutuhkan mu lagi." ucap Kaisar Lucius membuat sebuah api berwarna hitam berbentuk bola besar dan melemparkannya ke Melvin.
Melvin yang melihatnya hanya bisa memejamkan matanya pasrah terhadap hidupnya.
" Ironis aku akan mati di tangan Ayah kandung ku sendiri. Tapi ini lebih baik setidaknya mama dan saudara-saudara ku akan aman. Jadi selamat tinggal Mama telah memberikan kehidupan yang bahagia untuk ku selama dua tahun terakhir." batin Melvin.
...****************...
__ADS_1
Prang....
Tiba-tiba saja cangkir teh yang diminum Aleyza pecah di lantai. Dia memegang dadanya tepatnya jantungnya yang berdetak kencang.
" Apa yang terjadi sebenarnya di istana aku sangat khawatir pada Reggie dan Melvin. Aku mohon mereka dalam baik-baik saja. Aku tidak sanggup kehilangan untuk kesekian kalinya." ucap Aleyza sambil meneteskan air matanya tidak bisa menahan perasaan sedihnya.
Sampai tiba-tiba saja ada sebuah tangan menyentuh kedua bahunya membuat Aleyza menolehkan kepalanya.
" Kau belum tidur Al?" tanya Aleyza sambil tersenyum.
Alrick yang tahu mama nya sedang sedih hanya mengelus bahunya berusaha menenangkannya.
" Tenanglah ayah dan kakak akan kembali. Mereka adalah orang yang hebat. Jadi mama tidak boleh sedih ingat adik di dalam perut mu mama." ucap Alrick menenangkan Aleyza.
Aleyza hanya menggangguk kepalanya merasa kembali optimis dengan ucapan Alrick.
" Benar ayah dan kakak mu adalah orang yang hebat. Pasti dia bisa melawan orang jahat itu." ucap Aleyza yakin.
Countine...
__ADS_1