Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Puteri Kecil Penuh Keirian


__ADS_3

Baiklah saya akan menjelaskan bahwa anak perempuan itu mengenakan sebuah tiara dimana menunjukkan seorang Puteri. Tapi saya tahu tiara lebih kecil daripada dikenakan oleh seorang Puteri utama." ucap Duke Regulus Riddle menerangkan siapa pelaku yang mendorong Adriana ke danau.


Tubuh Aleyza dan Melvin seketika menegang mereka tahu siapa anak yang berani mendorong anak/adik kesayangan nya ke danau.


BRAK...


" DASAR IBU ANAK SAMA-SAMA PEMBUAT MASALAH." ucap Melvin sambil memukul meja dengan kuat serta ekspresi marah di wajahnya.


" Aku akan menemuinya untuk memperingatkan bahwa tidak satupun yang boleh menyentuh Adriana." ucap Melvin yang berniat pergi dan menemui pelaku.


Tapi itu semuanya di tahan oleh Aleyza dengan cara memegang tangan nya.


" Kau tidak perlu mengeluarkan emosimu Melvin." ucap Aleyza dengan suara tenang.


Duke Regulus Riddle yang melihatnya sejak tadi menatap menarik Aleyza. Tapi tidak dengan Melvin yang merasa marah kepada ibunya yang tidak mempedulikan keadaan Adriana.


" Apa maksud Mama. Kita tidak mungkin membiarkan anak itu mencelakakan Adriana lagi. Aku harus memperingatkan nya dan jika bisa aku akan membunuhnya untuk membalaskan dendam Adriana." ucap Melvin dengan keras.


Bukannya tersinggung Aleyza malah tersenyum lembut dirinya mengerti bagaimana Melvin sangat posesif kepada ketiga adiknya terutama Adriana si Puteri kecil mereka.

__ADS_1


" Mama tahu bahwa Melvin sedang marah. Tapi ingat kita tidak bisa menemuinya begitu saja dan menuduhnya tanpa bukti. Pasti selir itu akan melakukan segala cara supaya tuduhan itu di lemparkan kepada Adriana." ucap Aleyza menjelaskannya kepada Melvin.


Melvin yang mendengarnya menggangguk kepalanya dan perlahan kemarahannya mulai mereda.


" Jadi, apa yang harus kita lakukan Mama?" tanya Melvin yang ingin mengetahui rencana Aleyza.


Duke Regulus Riddle yang mendengarnya melirik ke arah Aleyza penasaran dengan rencana wanita di depannya.


" Kita akan melakukan nya dengan perlahan dan pertama sasarannya gadis kecil itu." ucap Aleyza sambil menyeringai.


Memang Aleyza sama sekali tidak mempedulikannya gadis kecil itu sebab ternyata dia sudah menyentuh Adriana. Aleyza tidak akan pernah membiarkan seorangpun yang menyentuh anak-anaknya meskipun itu hanya seorang gadis kecil licik itu.


...****************...


" Bagaimana dia bisa selamat padahal aku sudah melakukan nya dengan hati-hati dan memastikan nya akan tenggelam." ucap nya sambil mengigit jarinya gugup.


Meskipun usianya yang masih 8 tahun dirinya tidak suka di duakan oleh semua orang termasuk Kaisar Lucius ayahnya sendiri. Menurutnya dirinya yang harus menjadi anak perempuan satu-satunya Kaisar Lucius.


Anak perempuan itu adalah Puteri Zania anak Kaisar Lucius dan Selir Agnessia. Puteri Zania memiliki sifat seperti ibunya yang iri, sombong, angkuh, dan tidak menyukai seseorang menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


" Jika saja pria tadi tidak datang mungkin anak haram itu sudah pergi dan aku akan menjadi anak kesayangan ayah. Tapi yang terpenting semoga saja pria itu tidak menyadari keberadaan ku. Kalau tidak semuanya akan kacau." ucap Puteri Zania.


...****************...


Setelah percakapan yang sedikit tegang Aleyza mengantar Duke Regulus Riddle kembali ke kereta kuda. Awalnya Aleyza ingin mengantar nya ke ruangan Kaisar Lucius tapi Duke Riddle langsung menolak nya.


Karena merasa tidak sopan mengunjungi Kaisar Lucius dimalam hari kecuali ada sesuatu yang penting. Jadi Aleyza mendengar alasan itu hanya menggangguk kepalanya.


Sampai di kereta kuda Aleyza dan Duke Regulus Riddle saling menatap satu sama lain sambil tersenyum tipis.


" Terima kasih telah mengantar saya sampai sini. Suatu hari nanti saya akan mengundang anda serta Pangeran dan Puteri ke kastil milik kami." ucap Duke Regulus Riddle sambil membungkuk hormat dan mengambil sebelah tangan Aleyza serta memberikan kecupan hangat di sana.


Hal itu membuat Aleyza terdiam sejenak dirinya tidak tahu apa yang harus dikatakannya.


Tapi tiba-tiba saja...


" Aleyza....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2