Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Zania Berbuat Ulah


__ADS_3

Tapi Adriana tetap tersenyum ramah kepada anak perempuan di depannya.


" Hallo juga siapa anda?" tanya Adriana dengan polosnya.


Membuat anak perempuan yang berada di sekitarnya merasa senang sekaligus ingin melindungi sang Puteri kecil. Apalagi mereka tahu sikap Puteri Zania.


Zania yang mendengarnya mengulurkan tangannya di terima Adriana dengan baik.


" Aku Puteri Zania anak dari Kaisar Lucius dan Selir Agnessia. Aku anak kesayangannya." ucap Zania dengan nada angkuhnya.


Anak perempuan yang lain menyerngitkan dahinya bingung sekaligus jijik dengan apa yang dilakukan Puteri Zania kepada Puteri Adriana.


Sedangkan Adriana yang mendengarnya merasa sedikit sedih. Sudah dirinya duga bahwa ayahnya Kaisar Lucius lebih mementingkan anak yang lain daripada dirinya. Hal itu memunculkan kesedihan bagi Adriana. Tapi seketika dirinya sadar bahwa apa yang dikatakan ibunya dia harus menjadi perempuan yang kuat.


" Benarkah, berarti kau adalah kakakku. Aku senang sekarang perkenalkan namaku Adriana anak dari Kaisar Lucius dan Ratu Aleyza." ucap Adriana sambil tersenyum lugu.

__ADS_1


Tapi beda jika Zania melihatnya karena menurutnya senyuman Adriana sama dengan ejekan bagi nya yang terlahir sebagai anak seorang Selir. Meskipun ibunya mendapatkan perlakuan yang beda dengan Selir Callista akan tetap pandangan orang-orang terutama para bangsawan dirinya adalah seorang rendahan.


Maka alasan itu Zania sangat berambisi menjadi yang terbaik dengan melakukan banyak hal dari tata krama, bakatnya bermain musik, sastra supaya orang-orang akan selalu memandangi dengan penuh perhatian. Tetapi itu tidak terjadi sekarang karena kehadiran anak perempuan yang merupakan anak ayahnya yang lain. Apalagi itu berasal dari seorang Ratu yang ibunya merupakan seorang isteri sah.


Mungkin jika menangani satu seperti Melvin, Zania masih bisa menahannya tapi sayangnya dia harus memiliki saudara yang lain.


" Oh, saya senang bisa memiliki adik seperti mu. Kalau begitu saya permisi terlebih..." ucap Zania terpotong karena dirinya menumpahkan minuman ke gaun Adriana.


Adriana yang melihatnya langsung memasang ekspresi sedih. Sedangkan Zania diam-diam menyeringai senang karena telah merusak gaun itu.


Adriana hanya menggangguk kepalanya sambil menundukkan sedih karena gaun yang ibunya buat susah payah rusak. Zania yang melihatnya hanya tersenyum licik sampai tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang meremas bahunya hingga meringis kesakitan. Kemudian Zania menyetak tangan itu dengan kasar.


" Siapa yang ber..." ucap Zania yang membalikkan badannya berniat ingin memberikan pelajaran.


Tapi sayangnya itu tidak terjadi karena orang yang melakukannya sekarang menatap nya dingin dan tajam.

__ADS_1


" Ini orang yang telah berani merusak gaun adik saya." ucap nya dengan dingin menusuk.


Zania yang ketakutan memundurkan langkahnya.


" Pangeran mahkota Melvin." gumam Zania memanggil nama anak laki-laki di depannya.


Sedangkan Melvin menyeringai melihat Zania ketakutan menyebut namanya. Setelah mengetahui bahwa Zania dalang dibalik tenggelamnya Adriana. Melvin berusaha mengendalikan emosinya untuk tidak membunuh Zania. Karena baginya siapapun yang berani mencelakakan ibu dan juga adik perempuan nya. Melvin tidak segan untuk menumpahkan darah termasuk darah saudara seayah nya.


Apalagi kali ini Zania berbuat ulah dengan merusak gaun Adriana.


" Sungguh menjijikan karena anda berani membuat gaun adikku rusak. Apa kau tidak tahu bahwa gaun itu dibuat oleh Ratu?


SUNGGUH BIADAB...


Countine....

__ADS_1


__ADS_2