
Setelah memastikan semuanya sudah siap Duke Regulus Riddle menggunakan kereta kuda untuk berangkat ke pesta istana. Mengingat ini acara formal membuat Duke Regulus Riddle tidak di perkenankan untuk menggunakan teleportasi karena di mata bangsawan dianggap tidak sopan.
Aleyza turun sambil memeluk lengan Duke Regulus Riddle dengan mesra. Begitu juga sebaliknya Duke Regulus Riddle memeluk pinggang Aleyza.
Aleyza melihat anak-anaknya dengan terpekik karena hasil maha karya nya membuat perubahan baik bagi anak-anak nya. Bagaimana tidak Melvin menggenakan jas berwarna hitam dengan kemeja putih, dasi merah, dan celana hitam panjang membuat nya seperti anak-anak remaja di masa depan.
Sedangkan Alrick dan Elrick menggenakan pakaian seperti Melvin. Tapi perbedaannya adalah Alrick menggenakan kemeja biru tua dan dasi hitam. Elrick menggenakan jas berwarna putih dan dasi kupu-kupu hitam serta celana putih membuat nya terlihat tampan.
Terakhir Adriana menggenakan gaun berwarna biru dengan rambutnya di gerai ada poni di depannya serta tiara yang di berikan oleh Duke Regulus Riddle. Membuat nya seperti seorang puteri kecil yang cantik.
" Apa kalian sudah siap?" tanya Aleyza dengan ekspresi riang tercetak di wajahnya karena senang mendapatkan hadiah dari Duke Regulus Riddle.
" Siap Mama." ucap Elrick dan Adriana sambil mengacungkan jempol dengan semangat.
Sedangkan Melvin dan Alrick hanya menggangguk kepalanya saja.
__ADS_1
" Baiklah anak-anak kita harus berangkat sekarang, dan ingat kalian harus berhati-hati apalagi setelah ini hidup kita tidak akan aman. Jangan percaya kepada siapapun." ucap Duke Regulus Riddle memperingatkan anak-anaknya.
Melvin, Alrick, Elrick, dan Adriana menggangguk kepalanya mengiyakan peringatan Duke Regulus Riddle.
Setelah mereka berenam keluar dari kastil bersama-sama. Dengan Melvin, Alrick, Elrick, dan Adriana menggunakan kereta kuda di belakang berbeda dengan Duke Regulus Riddle dan Aleyza.
Aleyza merasa gugup karena dirinya tidak tahu apa yang akan dilakukan Kaisar Lucius setelah mengetahuinya. Apalagi sekarang Aleyza sedang mengandung anak Duke Regulus Riddle.
Duke Regulus Riddle yang berada di sampingnya mengerti Aleyza sedang gelisah dan membiarkan kepala Aleyza menyandar di bahunya.
" Aku tahu, selama ada kau kami akan aman-aman saja. Tapi bagaimana jika Kaisar Lucius ingin mengambil anak-anak. Apalagi dia hanya mengetahui bahwa si triplets adalah bukan anaknya?" tanya Aleyza mengeluarkan semua kegelisahannya.
Duke Regulus Riddle terdiam sejenak karena sejujurnya dirinya juga merasa sedikit gelisah jika mengetahui Kaisar Lucius tahu tentang si triplets. Karena jika itu ketahuan akan ada konsekuensi yang akan dia dapatkan.
Hanya ada satu hal yang bisa menyelamatkan mereka, dan dia akan melakukan nya malam ini.
__ADS_1
" Aku yakin kita akan baik-baik saja. jangan khawatir." ucap Duke Regulus Riddle meyakinkan Aleyza.
Aleyza hanya bisa menggangguk kepalanya mempercayai ucapan suaminya.
Setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya kedua kereta kuda yang membawa keluarga Riddle sampai di depan pintu istana.
Duke Regulus Riddle menatap Aleyza sebelum memberikan kecupan di dahinya dengan lembut.
" Tenang semuanya akan baik-baik. ingat mantra itu." ucap Duke Regulus Riddle sambil tersenyum tipis.
Aleyza tersenyum sambil mengangguk kepalanya sambil memberikan kecupan di pipi Duke Regulus Riddle.
" Aku percaya kepadamu." ucap Aleyza.
Countine...
__ADS_1