Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Sasaran Yang Salah


__ADS_3

" APA." ucap Elrick dan Adriana berteriak bersamaan.


" Apa kau serius?" tanya Elrick yang masih belum mempercayai Xavier.


Mengingat siapa itu Xavier anak dari Selir sekaligus saudara sesama ayahnya. Tapi Elrick harus berpikir dua kali untuk memikirkannya.


" Benar, aku juga mendengar seorang pelayan ingin menaruh sesuatu dimakanan Puteri Adriana." ucap Xavier sambil sebuah botol kecil berwarna ungu dan menyerahkannya kepada Elrick.


Adriana yang penasaran semakin mendekati Elrick dan melihat benda itu.


" Apa itu?" tanya Adriana sambil menunjuk ke arah botol ungu itu.


" Sepertinya ini sebuah ramuan dimana setiap orang meminumnya. Setiap dia makan pastinya tubuhnya akan mual dan mengeluarkan siput." ucap Xavier menerangkan nya.


Adriana memiringkan kepalanya sambil berpikir mengapa Selir Agnessia ingin sekali melakukan nya kepadanya. Apa dia ingin memalukan nya di depan Kaisar Lucius pikir Adriana.


" Tapi apa pelayan itu sudah menuangkannya." ucap Elrick sambil menatap Xavier.


" Belum, Jadi apa yang akan kalian lakukan kepada botol itu. Aku tahu Selir Agnessia melakukan nya karena ingin membalas dendam kepada Puteri Adriana. Akibat memalukan Puteri Zania kemarin." ucap Xavier memberikan alasan bagaimana Selir Agnessia melakukan hal sekeji kepada anak berusia hampir 6 tahun itu.


Elrick yang mendengarnya menggangguk kepalanya. Kemudian Elrick berpikir apa yang harus dilakukan kepada botol itu. Tapi tidak lama setelahnya Elrick tersenyum licik seolah-olah dirinya mendapatkan sebuah rencana.


Xavier dan Adriana yang melihatnya hanya diam menunggu ucapan Elrick. Karena Adriana tahu kalau masalah balas dendam Elrick lebih senang.

__ADS_1


" Aku tahu hehehe..." ucap Elrick sambil terkekeh geli.


Flashback Off...


Aleyza dan Melvin yang mendengarnya hanya menepuk dahinya mengetahui kelicikan Elrick.


" Tunggu bagaimana kalian bisa masuk ke dapur, sedangkan tempat itu pasti banyak orang yang lewat?" tanya Melvin yang penasaran.


Elrick hanya tersenyum sebelum kemudian mengeluarkan sebuah jubah yang tadi di sembunyikan dengan tas di bawanya.


" Kami menggunakan ini, Jubah penghilang dimana setiap orang memakai nya pastinya orang tersebut tidak akan kelihatan." ucap Elrick menjawabnya.


Melihat jubah itu Melvin langsung mengenali siapa pemiliknya.


" Ini milik ku bagaimana kalian bisa mendapatkan nya?" tanya Melvin sambil mengambil jubah itu dari tangan Elrick.


" Jawablah." ucap Aleyza menyuruh Elrick untuk menjawab pertanyaan Melvin.


" Aku mengambilnya dari kamar kak Melvin." jawab Elrick sambil mengangkat kedua bahunya acuh.


...****************...


" Bagaimana keadaannya?" tanya Kaisar Lucius bertanya kepada dokter yang sudah selesai memeriksa Zania.

__ADS_1


" Syukurlah itu cuma ramuan biasa yang dimana setiap orang meminumnya makanan apa saja dimakan akan keluar menjadi siput. Ini ramuan tidak berbahaya. Saat ini Puteri Zania sedang beristirahat." ucap dokter tersebut menjelaskan kondisi Zania.


Kaisar Lucius dan Selir Agnessia bernafas lega karena puteri mereka baik-baik saja.


" Baiklah kau bisa pergi sekarang." ucap Selir Agnessia yang secara tidak langsung mengusir dokter itu.


Dokter tersebut hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian pergi dari hadapan mereka.


" Dasar pasangan sombong. Jika aku tidak melakukan nya demi uang mana mau aku memeriksa seorang Puteri sombong itu cih..." ucap Dokter tersebut menahan makiannya kepada Kaisar Lucius dan Selir Agnessia.


Setelah kepergian dokter tersebut Kaisar Lucius ingin sekali masuk ke dalam kamar Zania. Sebelum kemudian Selir Agnessia menahan nya dengan menggunakan tangannya.


" Tunggu, Yang Mulia. anda tidak bisa masuk sekarang." ucap Selir Agnessia menahan Kaisar Lucius masuk ke dalam kamar Zania.


Mendengar dirinya dilarang masuk membuat Kaisar Lucius marah.


" Apa maksudmu melarang seorang Kaisar, ingat di dalam itu adalah puteriku sudah seharusnya aku menemuinya bukan?" tanya Kaisar Lucius bersikap kasar.


Melihat kemarahan Kaisar Lucius sempat membuat Selir Agnessia ketakutan. Tapi dia bisa menyembunyikan dengan baik.


" Yang Mulia, saya cuma mau memberitahukan sesuatu mengenai yang terjadi kepada Puteri kita." jawab Selir Agnessia sambil tersenyum manis.


Kaisar Lucius yang mendengarnya mengurungkan niatnya.

__ADS_1


" Siapa pelakunya." ucap Kaisar Lucius dengan dingin.


Countine...


__ADS_2