Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Pesta Penyambutan Kembali nya sang Ratu


__ADS_3

Aleyza yang mendengarnya menggangguk kepalanya menyetujuinya. Tapi dalam hatinya dia bersmirk licik.


" Tentu saja Kaisar, aku tidak sabar untuk mengenakan tiara indah ini." ucap Aleyza dengan semangat.


Kaisar Lucius tertawa pelan sebelum kemudian tangannya mengambil tiara itu dan berjalan ke belakangnya sebelum kemudian memasangkan tiara tersebut di atas kepala Aleyza. Kemudian Kaisar Lucius membuat sebuah penjepit dari sihirnya untuk membuat tiara itu tidak jatuh.


" Sudah selesai tiara yang cocok untuk sang Ratu." ucap Kaisar Lucius selesai memasangkan tiara.


Aleyza berjalan mendekati cermin senyumnya terbit karena merasa tiara itu cocok di pasangkan di kepalanya.


" Tiara ini indah sekali cocok untukku. Tapi sayangnya yang memberikannya Kaisar Lucius bukan pria itu." batin Aleyza.


Aleyza sedikit kecewa karena bukan Tiara ini bukan di berikan oleh pria yang merupakan ayah kandung dari ketiga anaknya. Dirinya tidak mengerti apa maksud perasaan ini.


" Tiara ini indah sekali, Yang Mulia." ucap Aleyza sambil tersenyum.


" Pastinya Selir Agnessia akan iri hahahaha.... sepertinya seru juga untuk memberitahu tempat yang sebenarnya." batin Aleyza tertawa.

__ADS_1


Kaisar Lucius memeluk pinggang Aleyza dari belakang dan melihat pantulan tubuh Aleyza dari cermin.


" Kau sangat cantik dan itu membuatku sangat ingin memiliki mu." ucap Kaisar Lucius yang berniat mencium leher Aleyza.


Jika saja Aleyza tidak menahan wajah Kaisar Lucius.


" Ingat, Yang Mulia. kami ada pesta kau tidak mau semuanya menunggu bukan. Bahkan aku ingin sekali melihat penampilan anak-anak kita. Pastinya mereka akan membuat menjadi pusat perhatian." ucap Aleyza sambil tersenyum tipis dan tangannya mengelus dagu Kaisar Lucius.


Ekspresi Kaisar Lucius yang sempat kecewa langsung senang lantaran Aleyza menenangkan nya dengan suara lembutnya.


Membuat Aleyza yang mendengarnya menghela nafasnya lega. Setidaknya dirinya bebas dari pria itu.


Aleyza benar-benar saja sudah lelah dengan Kaisar Lucius yang berusaha untuk menyentuhnya atau memberikannya segalanya termasuk tahta Ratu nya kembali. Tapi sayangnya itu sama sekali tidak membuat Aleyza senang karena menurutnya pria itu hanya menginginkan menjadi tujuan utamanya memilikinya dan Aleyza tidak akan membiarkan itu terjadi.


" Baiklah kalau begitu kita pergi." ucap Aleyza kepada Kaisar Lucius.


Kaisar Lucius yang mendengarnya menggangguk kepalanya sambil mengulurkan tangannya. Aleyza menerimanya dengan baik.

__ADS_1


Mereka berdua saling berjalan dengan Aleyza memeluk lengan nya. Kaisar Lucius merasa senang bertambah karena Aleyza perlahan mau menyentuhnya sepertinya tidak salah dirinya memberikan tahta itu kembali kepada Aleyza.


Sampai di depan pintu ruang dansa penjaga membuka pintunya dan meneriakkan nama mereka.


" KAISAR LUCIUS ZANDER ALBERAD DAN RATU ALEYZA SHERINA ALBERAD TELAH SAMPAI."


Kaisar Lucius dan Aleyza masuk dengan memasang ekspresi datar kepada seluruh tamu.


Semua orang yang berada di ruangan membungkuk hormat kepadanya. Di sana juga Aleyza melirik ke arah Selir Agnessia bersama tiga anaknya membungkuk. Tapi jika dilihat lebih teliti Aleyza bisa melihat ekspresi marah di wajah Selir Agnessia. Hal itu semakin membuat nya merasa senang.


" Selamat datang saya selaku Kaisar Lucius dari kekaisaran Alberad. Hari ini merayakan suka cita dengan kembali nya Ratu dan isteri sah ku Aleyza dari pengasingan yang sebenarnya salah paham selama ini, dan juga saya juga ingin mengumumkan kedatangan pangeran dan Puteri baru kekaisaran." ucap Kaisar Lucius.


Senyum Aleyza semakin lebar ketika melihat Selir Agnessia yang mengangkat kepalanya dan menatap Kaisar Lucius dengan kaget.


" Oh sungguh kasihan Selir Agnessia." batin Aleyza sambil bersmirk.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2