
Duke Riddle suatu nama yang pernah ku dengar?" tanya Aleyza kepada dirinya sendiri tapi ia langsung menepis pikiran tersebut selama di sini dia tidak pernah mengenal atau mengetahui orang yang di sebut Duke Riddle.
Sekarang yang terpenting Aleyza akan melaksanakan rencana nya membangun bisnis nya lagi.
" Eli, apa kau tahu ruko yang di jual di sekitar kota?" tanya Aleyza kepada Eli.
Eli yang mendengarnya berpikir sebelum kemudian menggangguk kepalanya.
" Baiklah tunjukan jalannya dan pastikan anak-anak kalian menyembunyikan identitas." ucap Aleyza kepada keempat anaknya tidak ingin mereka ketahuan pada pihak istana.
Itu pasti berbahaya bagi posisinya yang di beri bailer supaya tidak kabur dari kastil. Tapi Aleyza tidak bodoh untuk menuruti semua perintah pria brengsek itu.
Selama perjalanan Aleyza mendengar semua orang memuji Duke Riddle. Karena rasa penasarannya diam-diam Aleyza mendengar percakapan orang-orang yang sedang berkumpul.
Kekaisaran ini dalam masa keemasannya...
Benar apalagi kita bisa memenangkan perang terhadap negara-negara kecil hampir seluruh benua.
__ADS_1
Ini semua berkat Duke Riddle yang dengan gagah berani nya melawan pasukan musuh. Andaikan dia adalah Kaisar mungkin kita akan semakin makmur...
Ada juga rumor bahwa Duke Riddle adalah anak haram Kaisar sebelumnya dengan salah satu Lady....
Aleyza yang mendengar ucapan terakhir itu mengangkat sebelah alisnya. Sepertinya ia akan mencari tahu tentang saudara tiri Kaisar Lucius.
Eli membawanya ke sebuah ruko dua lantai dengan cat berwarna merah yang tertulis terjual di depan pintu.
" Ini ruko seperti yang anda minta Lady." ucap Eli sambil menunjuk ke arah ruko tersebut.
Aleyza yang melihat sekelilingnya menggangguk kepalanya seperti nya ini tempat yang cocok untuk memulai bisnis.
" Itu Lady." ucap Eli sambil mengarahkan pandangannya orang di belakang Aleyza.
Mendengar itu Aleyza membalikan badannya dan melihat seorang wanita paruh baya mengenakan gaun hijau tua menghampirinya.
" Selamat siang Lady sepertinya anda tertarik dengan gedung saya?" tanya wanita paruh baya itu tanpa membuang waktu.
__ADS_1
Aleyza suka orang yang membuang waktu untuk bicara omong kosong. Ia lebih senang bicara langsung ke intinya.
" Iya, saya tertarik jadi berapa harganya?" tanya Aleyza menanyakan harga ruko itu.
" Ini sekitar 200 koin emas sudah termasuk barang-barang yang ada di dalam nya. Saya sangat membutuhkannya untuk perjalanan kembali ke kampung halaman menghabiskan waktu tua di sana." ucap wanita paruh baya itu memberitahu harganya.
Aleyza yang mendengarnya langsung tanpa berpikir panjang menggangguk kepalanya setuju setelah berjabat tangan. Akhirnya Aleyza membeli ruko itu. Ketika melihat di dalamnya Aleyza melihat kondisi dalam dan luar toko.
" Bagus bangunan nya masih terlihat baik. Kalau begitu sekarang kita pergi dulu waktu nya kita membeli camilan." ucap Aleyza semangat.
Elrick dan Adriana yang mendengarnya matanya langsung berbinar. Memang sejak tadi mereka berdua sudah kelaparan dan tidak ingin memberitahu kepada Mama nya. Mengingat mereka sebelum pergi sudah makan banyak.
" Ayo." ucap Elrick dan Adriana dengan semangat.
Membuat Aleyza beserta Alrick dan Melvin menggelengkan kepalanya. Setelah itu mereka berjalan menuju cafe kecil untuk memesan kue dan secangkir kopi. Mengingat sudah lama Aleyza tidak merasakannya.
Tapi ketika Aleyza sedang menikmati kopinya dia merasa ada mengawasi nya dan ketika membalikan badannya ia melihat sepasang bola mata....
__ADS_1
Countine...