
Memikirkannya saja Kaisar Lucius sudah tidak sabar untuk menemui Selir Agnessia dan ketika sampai di depan pintu nya dia melakukan dengan pintu kamar Selir kasar.
Brak...
Selir Agnessia yang sedang menata rambutnya terkejut melihat kehadiran Kaisar Lucius sekaligus bingung dengan dia datang ekspresi marah di wajahnya.
" Kaisar apa yang...." ucap Selir Agnessia terpotong ketika Kaisar Lucius tiba-tiba saja...
Plak...
Menampar Selir Agnessia dengan keras hingga membuatnya tersungkur di lantai.
Sedangkan Selir Agnessia mendapatkan tamparan tersebut hanya diam mematung sambil memproses yang terjadi barusan. Sampai akhirnya dia baru sadar bahwa Kaisar Lucius baru saja menamparnya dengan kencang hingga sudut bibirnya berdarah.
" Apa yang terjadi, Yang Mulia. mengapa anda menampar saya?" tanya Selir Agnessia sambil menatap Kaisar Lucius dengan tatapan tajam.
Kaisar Lucius bukannya marah malah dia menarik rambut hitam Selir Agnessia dengan kencang.
" Aduuh.... lepaskan rambut saya, Yang Mulia..." ucap Selir Agnessia meringis kesakitan.
" LEPASKAN SETELAH APA YANG ANDA LAKUKAN KEPADA SAYA." ucap Kaisar Lucius berteriak keras.
Selir Agnessia yang sama sekali kebingungan dengan ucapan Kaisar Lucius malah balik mengatakan.
" Saya tidak melakukan kesalahan apapun kepada anda." ucap Selir Agnessia membantah ucapan Kaisar Lucius.
__ADS_1
Ekspresi wajah Kaisar Lucius semakin memerah dan menambah kekuatan nya menjambak rambut Selir Agnessia.
Membuat Selir Agnessia semakin meringis kesakitan hingga akhirnya menangis.
" Ma..afkan kesalahan ku, Yang Mulia hiks..." ucap Selir Agnessia sambil terisak-isak menangis mengucapkan minta maaf kepada Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius hanya memandangi Selir Agnessia dengan dingin sambil membisikkan sesuatu.
" Bagaimana mungkin aku bisa memaafkan jika kesalahan mu adalah menunduh Ratu." bisik Kaisar Lucius di telinga Selir Agnessia.
Seketika tubuh Selir Agnessia mematung dengan ekspresi pucat di wajahnya dia kembali membuka mulutnya.
" Maksudnya, saya tidak pernah menuduh Ratu sama sekali. Bukannya anda sudah tahu saya sangat menyayangi Ratu sebagai saudara sendiri." ucap Selir Agnessia berusaha membantah lagi.
Selesai tertawa Kaisar Lucius langsung melempar tubuh Selir Agnessia ke dinding menggunakan sihirnya.
ARGGGGH...
Selir Agnessia berteriak kesakitan sebelum kemudian terjatuh sambil kepalanya menyandarkan ke dinding.
" Uhuuk...uhuuk..."
Selir Agnessia mengeluarkan batuk darah dari mulutnya. Kaisar Lucius sama sekali tidak mempedulikan keadaan Selir Agnessia yang kesakitan.
" Apa kau sudah menyadari kesalahan mu?" tanya Kaisar Lucius berjalan mendekati Selir Agnessia.
__ADS_1
Selir Agnessia yang mendengarnya hanya mengedipkan kedua matanya beberapa kali dirinya sudah tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali.
Kaisar Lucius menghela nafasnya sambil kemudian menyuruh kedua pelayan yang berada di luar pintu.
Setelah kedatangan kedua pelayan masuk dengan langkah cepat.
" Salam, Yang Mulia Kaisar, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya mereka berdua sama sekali tidak mempedulikan keadaan Selir Agnessia yang terlihat memperihatinkan.
" Panggilkan Dokter untuk menyembuhkan dia setelah itu awasi supaya tidak meninggalkan kamar ini. Aku masih ada urusan dengannya." ucap Kaisar Lucius sebelum kemudian meninggalkan kamar tanpa mempedulikan kondisi Selir Agnessia.
...****************...
Duke Regulus Riddle memperhatikan ketiga anaknya yang sudah tertidur di ranjang. Setelah percakapan mereka tadi berakhir dimana Adriana mulai memanggil nya Papa.
Hal itu sedikit membuat Duke Regulus Riddle bahagia setidaknya ketiga anaknya tidak menolak kehadiran nya.
Ceklek...
" Apa semuanya sudah selesai?" tanya seseorang yang memasuki kamar.
Duke Regulus Riddle mengalihkan pandangannya sebelum kemudian tersenyum tipis.
" Semuanya sudah selesai....
Countine...
__ADS_1