Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kecurigaan Melvin


__ADS_3

" Kenapa aura mama berbeda. Seperti seseorang yang masuk ke dalam raganya. Tapi itu tidak mungkin." batin Melvin syok.


Aleyza yang melihat ekspresi Melvin memiringkan kepalanya bingung.


" Melvin mengapa kau termenung saja, kita harus bergegas untuk makan malam bersama. Mengingat sebentar sudah waktunya." ucap Aleyza yang merasa aneh dengan sikap Melvin sekarang.


Sedangkan Melvin masih termenung tanpa mendengar ucapan Aleyza. Sebab di pikirannya sekarang sedang berdebat.


" Tidak mungkin suaranya...


Vin...


Sama, wajahnya juga sama tidak mungkin dia bukan ibu.


"MELVIN."


Melvin langsung tersentak dari lamunannya mendengar suara memanggilnya dengan kencang. Kemudian Melvin melihat Mama, Alrick, Elrick, Adriana serta Eli memandangi nya dengan khawatir.


" Ada apa mama?" tanya Melvin sambil tersenyum seolah tidak terjadi sesuatu.


Aleyza berjongkok di hadapan Melvin menyamakan Melvin dan tangannya menyentuh wajah puteranya dengan lembut. Membuat Melvin memejamkan matanya secara refleks merasakan kelembutan dan kehangatan dari ibunya.

__ADS_1


" Kau baik-baik saja Melvin, Apa terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Aleyza yang tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatir nya takut terjadi kepada Melvin. Bahkan matanya mengancam mengeluarkan air mata.


Melihat mama nya yang terlihat sangat menghawatirkan nya membuat Melvin urung untuk bertanya serta lebih memilih memeluknya.


" Aku baik-baik saja Mama." jawab Melvin sambil memeluk leher Mama nya dan menghirup wanginya.


Aleyza bernafas lega setelah mendengar jawaban dari Melvin dan membalas pelukannya.


" Syukurlah." ucap Aleyza singkat.


Momen haru itu harus hancur ketika tiba-tiba saja ada seseorang yang dengan seenaknya memasuki kamarnya. Membuat Aleyza dengan terpaksa melepaskan pelukannya dan secara refleks membawa semua anak-anaknya ke belakang tubuhnya untuk melindunginya.


" Selamat datang kembali Ratu, Pangeran Mahkota, serta para pangeran dan puteri." ucap nya dengan sopan.


" Siapa kau?" tanya Aleyza dengan tatapan penuh curiga.


" Saya Ates salah satu ajudan Kaisar Lucius memerintahkan anda dan anak-anak ke tempat perjamuan makan dengan aman." ucap nya bernama Ates.


Aleyza yang mendengarnya menggangguk kepalanya.


" Baiklah kalau begitu tunjukkan saja jalannya." ucap Aleyza dengan tegas.

__ADS_1


Ates menggangguk singkat sebelum berjalan dulu. Kemudian Aleyza menggenggam tangan Alrick dan Melvin.


" Untuk hari ini mama akan menggenggam tangan Alrick dan Melvin sebab Elrick dan Adriana sudah sering. Kita gantian besok baru Elrick dan Adriana bagaimana." ucap Aleyza membuat kesepakatan biar tidak ada satupun anak-anaknya merasa iri dan terasing.


" Elrick setuju lagipula Kak Al dan Kak Melvin jarang menggandeng tangan Mama." ucap Elrick setuju.


" Adriana juga setuju tapi apa bisa kita masing-masing menggandeng tangan Kak Al dan Kak Melvin?" tanya Adriana sambil menampilkan puppy eyes nya dan pipi nya memerah merona.


" Tentu saja." ucap Alrick dan Melvin setuju.


Aleyza yang mendengarnya menggangguk puas dan merasa bangga dengan sikap keempat anaknya.


Kemudian mereka berlima atau lebih tepatnya berenam maksudnya ditambah Ates berjalan bersama ruang makan. Sedangkan Eli akan tetap makan di ruang makan bersama para pelayan lain pastinya Eli ingin bertemu dengan teman-teman nya dan Aleyza tidak melarang itu.


Akhirnya setelah perjalanan selama 10 menit sampai di sebuah sepasang pintu besar berwarna putih dengan di jaga oleh seorang penjaga. Ates berdehem meminta para penjaga untuk mengumumkan kedatangan Ratu.


Sedangkan Melvin kembali diam sambil melihat ke arah Mama nya.


" Mungkin nanti aku akan menanyakan nya...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2