
" Apa ini rencana Duke Regulus Riddle. Tapi apa tujuannya melakukannya." gumam Aleyza pelan sampai tidak ada satupun yang mendengarnya karena semua orang desa sibuk dengan Kaisar menghabiskan malam bersama seorang pelayan.
Aleyza menghela nafasnya sudah saatnya dirinya berakting. Jadi dengan itu Aleyza mendekati ranjang dimana Kaisar Lucius yang masih duduk dengan selimut menutupi bawahnya.
" Apa kau sudah puas Lucius?" tanya Aleyza sambil menatap datar Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius yang melihatnya merasa panik tidak ingin hubungannya dengan Aleyza kembali memburuk.
" Ini tidak seperti yang kau..." ucap Kaisar Lucius yang berusaha menyangkal tapi.
Plak...
Dengan kuat Aleyza menampar wajah Kaisar Lucius dengan mata berkaca-kaca.
Membuat semua orang yang berada di ruangan terkejut melihat Aleyza menampar keras Kaisar Lucius termasuk Melvin dan Alrick.
Tapi Melvin sama sekali tidak akan menghentikan menurutnya Kaisar Lucius pantas mendapatkan nya. Terkadang juga Melvin jijik memiliki seorang ayah yang suka bermain dengan perempuan. Mengkhianati cinta suci ibunya sampai membuat nya tidak akan berada di dunia nya. Tapi Melvin syukur karena jiwa mama nya memasuki tubuh ibunya. Semuanya berubah dari dimana sikap Aleyza.
Sedangkan Kaisar Lucius tidak mempercayai bahwa Aleyza wanita yang dicintainya rela menamparnya di depan semua orang. Hal itu membuat nya merasa malu.
__ADS_1
" Jadi, apa yang harus dilakukan sekarang?" tanya Kaisar Lucius dengan datar dan tanpa melakukan kesalahan apapun.
Aleyza mengangkat kedua bahunya dengan acuh sebelum membalikkan badannya dan berjalan menghampiri kedua anaknya.
" Melvin, Alrick kita harus kembali sekarang." ucap Aleyza kepada Melvin dan Alrick dengan senyum di wajahnya.
Kaisar Lucius yang melihat Aleyza berniat pergi langsung mencegahnya.
" Ratu tunggu jangan pergi, aku membutuhkan mu." ucap Kaisar Lucius dengan tatapan sendu berharap Aleyza ingin menemaninya seperti dulu.
Tapi sayangnya itu sia-sia karena jawaban Aleyza menggelengkan kepalanya menolak permintaan Kaisar Lucius.
Melihat kepergian Aleyza dan kedua anaknya membuat Kaisar Lucius menghela nafasnya merasa bersalah kepada mereka bertiga.
Auhhh...
Mendengar suara meringis kesakitan seseorang membuat Kaisar Lucius langsung tersadar dari lamunannya dan melihat dimana dengan kejamnya Selir Agnessia menarik rambut pelayan tersebut tanpa mempedulikan dia masih dalam keadaan polos.
" Selir, tolong lepaskan aku aduuh...." ucap nya sambil menahan rasa sakit kepada kepalanya.
__ADS_1
Tapi sayangnya Selir Agnessia yang tidak mempedulikan malah semakin menjambak rambut pelayan itu dengan keras.
Membuat pelayan tersebut menangis sambil meminta tolong kepada teman-teman yang masih berdiri sambil menundukkan kepalanya.
Merasa bahwa temannya tidak mau membantunya pelayan itu mengarahkan pandangannya ke arah Kaisar Lucius yang sudah menggenakan jubah tidurnya.
" Yang Mulia Kaisar tolong saya lepas dari Selir ini." ucap nya dengan mata memelas menatap Kaisar Lucius yang memandangnya datar.
" Memangnya saya peduli." ucap Kaisar Lucius.
Deg...
Jantung pelayan tersebut terasa mau berhenti mendengar respon Kaisar Lucius kepadanya.
" Tapi, Yang Mulia. saya sudah malam bersama anda dan kemungkinan saya akan mengandung bayi anda. Jadi lepaskan saya." ucap nya memohon kepada Kaisar Lucius.
Tapi sayangnya respon Kaisar Lucius adalah....
Countine...
__ADS_1