
Setelah pembicaraan dengan Melvin yang membawa hasil bagus. Membuat beban Aleyza sedikit terangkat karena Melvin mau menerimanya apapun kondisinya, dan masih memanggilnya dengan sebutan Mama. Aleyza sangat bahagia jadi dia tidak membawa beban masalah akibat pemilik tubuh ini.
Tapi hari yang baik ini harus hancur sebab Kaisar Lucius memanggil nya untuk menemuinya di ruang kerjanya. Dengan langkah pelan Aleyza menelusuri lorong menuju ruang kerja Kaisar Lucius.
Tanpa sengaja Aleyza melihat seorang wanita berambut cokelat dan matanya ungu. Wanita yang mengetahui keberadaan Aleyza langsung membungkuk hormat.
" Salam Ratu senang akhirnya anda sudah kembali ke istana." ucap wanita itu sambil menahan posisi bungkuknya.
Aleyza yang melihatnya menyerngitkan dahinya seolah meneliti wanita dari atas sampai bawah. Sampai pikirannya langsung mengingat siapa wanita itu.
" Terima kasih atas salam hangat ini Selir Callista." ucap Aleyza sambil tersenyum palsu.
Meskipun Aleyza tidak merasakan aura permusuhan dari Selir Callista tapi dirinya harus tetap berhati-hati. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat wanita ini akan mencelakakan nya.
__ADS_1
" Jadi urusan apa anda berada di sini Selir, mengingat ini kita berada di lorong khusus kediaman pribadi Kaisar?" tanya Aleyza sambil mengangkat dagunya memandang Selir Callista.
Memang istana ini tidak memiliki kediaman resmi khusus untuk anggota kekaisaran. Tapi di istana ini memiliki bagian-bagian yang akan di tempati khusus anggota kekaisaran yang memiliki pangkat yang lebih tinggi dulu. sayap barat milik Kaisar Lucius yang memiliki tempat yang besar begitu juga. Ratu tempatnya yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Kaisar. Tapi tidak bagi Selir beserta anak-anaknya yang akan tinggal bagian kastil timur yang begitu jauh dari kediaman resmi anggota utama.
Tapi itu berubah sejak Selir Agnessia yang berhasil tinggal di kediaman barat. Setelah membujuk Kaisar Lucius atas alasan tempat nya sempit bagi dia dan ketiga anaknya.
Hello kastil bagian timur merupakan tempat luas yang bisa menampung 30 orang. Bagaimana bisa Selir Agnessia bisa bilang tempat nya kecil. Emangnya dia kira tubuhnya besar apa.
Ketika Aleyza mendengarnya dari Eli dia hanya bisa menggelengkan kepalanya sedikit juga tertawa pelan.
" Saya habis mendiskusikan masalah pendidikan Puteri Ivanka. Ratu jadi anda tidak perlu merasa khawatir. Jika saya mendekati Kaisar dengan alasan tertentu." ucap Selir Callista dengan perasaan tidak nyaman.
Aleyza yang mendengarnya hanya menggelengkan memangnya dia mau mendekati Kaisar Lucius seperti wanita murahan. Oh no Aleyza tidak akan mau bersama pria yang tidak setia terhadap satu wanita saja.
__ADS_1
" Hahahaha...." Aleyza yang tiba-tiba saja tertawa memikirkan dia menggoda Kaisar Lucius seperti pemikiran Selir Callista. Itu terdengar lucu bagi telinganya.
Selir Callista melihat Aleyza tertawa merasa bingung sebelum bertanya kepadanya.
" Apa ada masalah sampai membuat Ratu tertawa?" tanya Selir Callista dengan ekspresi bingung dan polos di wajahnya.
Aleyza segera menghentikan tawanya sambil memandang geli Selir Callista yang masih memasang ekspresi polos.
" Tidak ada, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu Selir Callista. Semoga hari anda menyenangkan." ucap Aleyza berjalan melalui Selir Callista.
Tapi ketika dia berdiri di sampingnya Aleyza membisikan sesuatu kepada Selir Callista.
" Saya sama sekali tidak tertarik dengan Kaisar Lucius dan lepaskan topeng mu. Kau sungguh menjijikan." ucap Aleyza dengan ekspresi datar.
__ADS_1
Countine...