
Sudah lama aku tidak perenggangan badan." ucap Aleyza sambil membunyikan leher nya ke kanan dan kiri hingga berbunyi.
Melihat empat pria dewasa yang berotot dan mengenakan kemeja putih kotor dan tubuhnya yang besar. Sedikit membuat Aleyza yang melihatnya meringis jijik.
" Hei wanita bawa anak kembar itu ke kami." ucap salah satu dari mereka menyuruh Aleyza untuk menyerahkan kedua anak kembar itu kepada mereka.
Tentu saja anak laki-laki yang merupakan salah satu dari dua kembar itu ingin maju. Dirinya tidak ingin nyawa wanita baik yang berusaha menyelamatkan mereka mati. Tapi tangannya tiba-tiba di tahan oleh seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun tapi tatapan nya tajam. Tidak seperti anak seusianya.
" Duduklah Mama ku akan mengalahkan mereka. Asalkan kalian tidak menghalangi nya." ucap Alrick sambil tersenyum tipis meyakinkan mereka berdua.
Anak laki-laki itu menggangguk kepalanya sambil melihat kembarnya yang badannya gemetar ketakutan.
" Kakak aku takut tidak ingin bersama mereka." ucap perempuan itu dengan berlinangan air mata.
Laki-laki remaja itu memeluk saudarinya dan berharap wanita yang menolongnya bisa mengalahkan mereka.
Sedangkan di sisi lain Aleyza mengangkat dagunya menatap angkuh kepada keempat pria jelek itu.
__ADS_1
" Bagaimana jika aku tidak mau memberikannya?" tanya Aleyza sambil memiringkan kepalanya dan tersenyum polos.
" Berarti tidak ada cara lain kalian habisi dia dan bawa semua anak-anak itu." perintah seorang pria yang memiliki otot besar dan tato di lengan kanannya.
Ketiga pria langsung melaksanakan perintah pimpinannya menyerang Aleyza.
" Mari nona manis menyerah saja bagaimana kalau kita bermain lebih seru tidak perlu kekerasan." ucap pria yang berusaha menggoda Aleyza.
Sayangnya Aleyza sama sekali tidak terpengaruh dan langsung memukul wajahnya hingga terjatuh.
Sedangkan pemimpin kelompok tersebut langsung dibuat dan menyuruh semua anak buahnya untuk menyerang Aleyza.
Tapi sayangnya Aleyza yang merupakan jiwa Emily seorang taekwondo, karate, dan judo selain itu juga. Dia menguasai panah dan pistol. Mengingat banyak orang yang menginginkan nyawanya termasuk keluarga nya sendiri.
Aleyza membutuhkan waktu selama sepuluh menit untuk menumpaska pria-pria jelek. Aleyza melihat bahwa semuanya sudah terbaring tidak berdaya menghampiri orang yang merupakan pemimpin dan berjongkok di hadapannya.
" Siapa orang yang menyuruh kalian menculik anak-anak?" tanya Aleyza dingin sebab memang dirinya tidak menyukai seseorang yang telah melukai anak-anak kecil.
__ADS_1
" Di...a ARGGGH...." ucap pemimpin yang ingin mengungkapkan nya sebelum sebuah anak panah meluncur dan menancap ke dada pemimpin dan mati seketika.
Aleyza yang melihatnya terkejut dan melihat ke arah atas dan melihat seorang pria berjubah sambil membawa busur dan memberikan senyum miring sebelum kemudian menghilang.
Orang-orang yang melihatnya langsung mengkrumini orang yang sudah mati itu. Aleyza yang melihatnya sama sekali tidak mempedulikannya dan menghampiri kedua anaknya.
" Mama keren." ucap Alrick dengan mata berbinar-binar melihat bertapa kuat nya Mama nya.
Mendengar pujian itu Aleyza merasa malu dan wajahnya memerah.
" Itu biasa saja, Jadi nama kalian siapa?" tanya Aleyza sambil mendekati kedua remaja kembar yang saling berpelukan.
" Saya adalah Alvin dan ini adik saja Alana kami telah di jual oleh orang tua kami....
sebab kami tidak....
Countine ....
__ADS_1