
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya kuda yang di tunggangin Duke Regulus Riddle dan Aleyza berhenti di sebuah bangunan tua cukup hancur.
Duke Regulus Riddle turun terlebih dahulu sebelum kemudian membantu Aleyza.
Aleyza menurunkan tudung jubahnya memperlihatkan rambut pirangnya sambil matanya melihat ke sebuah bangunan tua dan tidak memiliki atap. Dirinya dalam hati bertanya-tanya mengapa Duke Regulus membawa nya ke sini pikir Aleyza.
" Mari kita masuk seseorang sudah menunggu kita di dalam." ajak Duke Regulus Riddle sambil menggenggam tangan Aleyza dan membawanya masuk ke dalam bangunan tua itu.
Chit...
Suara berdecit dari pintu membuat Aleyza sedikit tegang akan tetapi ketika melihat bangunan itu bertapa terkejutnya ia dengan arsitektur yang bagus dengan bangku-bangku berjejeran serta di depan mereka. Ada seseorang yang berjubah putih berdiri di hadapan mereka.
Duke Regulus Riddle tanpa mengucapkan satu kata pun menuntun Aleyza mendekati pria itu.
Pria itu pun membuka tudung jubah putihnya memperlihatkan rambutnya yang sudah memutih dan wajahnya sudah mulai keriput membungkuk di hadapan Duke Regulus Riddle.
__ADS_1
" Selamat malam, Yang Mulia Duke. Apa anda akan melakukan nya sekarang?" tanya nya dengan ramah.
" Tentu saja kau bisa melakukannya sekarang Saint." jawab Duke Regulus Riddle sebelum memandang kembali Aleyza yang tampak kebingungan dengan situasi sekarang.
Duke Regulus Riddle menghela nafasnya sebelum kemudian mengambil kedua telapak tangan Aleyza dan menggenggam nya dengan lembut.
" Aleyza aku mungkin tidak pandai untuk mengungkapkan perasaan ku. Tapi aku tidak bisa membuang lebih lama jadi apa kau mau menikah dengan ku sekarang." ucap Duke Regulus Riddle melamar Aleyza.
Aleyza yang mendengarnya terkejut matanya seketika berkaca-kaca. Mungkin lamaran Duke Regulus Riddle tidak seperti keinginannya dimana seorang pria berlutut sambil membawa kotak cincin. Tapi Aleyza tahu tanpa melakukan itu Duke Regulus Riddle sudah melakukan semuanya untuk nya dan anak-anak nya. Tanpa mengucapkan perasaan nya Aleyza sudah tahu Duke Regulus Riddle sangat mencintainya dengan tulus.
" Aku mau." ucap Aleyza mengiyakan lamaran Duke Regulus Riddle lagipula sekarang dirinya sudah resmi bercerai dari Kaisar Lucius jadi tidak siapapun yang mencegahnya.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya tersenyum bahagia sebelum melihat ke arah Saint menggangguk kepalanya.
Saint yang merupakan pemimpin menara langsung menikahkan Duke Regulus Riddle dan Aleyza secara resmi. Upacara pernikahan terasa nikmat meskipun tidak satupun tamu yang berada di sini.
__ADS_1
Sampai dimana Duke Regulus Riddle mencium bibir Aleyza menandakan bahwa mereka berdua sudah menjadi sepasang suami isteri. Aleyza menerima ciuman itu dengan senang hati dan perasaan kupu-kupu berterbangan di mana-mana.
Perasaan bahagia bisa memiliki Duke Regulus menjadi suaminya. Setelah upacara itu Duke Regulus Riddle membawa Aleyza ke sebuah danau sepi dengan pemandangan kunang-kunang yang indah.
Aleyza menyandarkan kepalanya di bahu Duke Regulus sambil menikmati beliau mengelus rambutnya sesekali memberikan ciumannya.
" Aku mencintaimu Aleyza terima kasih telah menerima ku. Aku adalah pria paling bahagia bisa bersama mu semasa hidupku." ucap Duke Regulus Riddle.
" Aku juga mencintaimu Reggie, aku ingin menghabiskan sisa hidup ku bersama mu." ucap Aleyza sambil tersenyum lembut.
Setelah itu mereka berdua menghabiskan waktu bersama memadu kasih saling menyalurkan perasaan cinta mereka di tepi danau yang indah.
Flashback off...
Countine...
__ADS_1