Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Permainan Kecil Aleyza


__ADS_3

Mungkin nanti aku akan menanyakan nya kepada ibu." batin Melvin mengambil keputusan.


Penjaga itu kemudian membuka mulutnya mengumumkan kedatangan Aleyza serta keempat anaknya.


" RATU ALEYZA, PANGERAN MAHKOTA MELVIN, PANGERAN ALRICK DAN ELRICK, PUTERI ADRIANA TELAH DATANG." ucap nya berteriak keras.


Tidak lama setelahnya pintu terbuka Aleyza masuk dengan menggandeng tangan Melvin dan Alrick. Sedangkan Alrick memegang tangan Adriana dan Melvin menggenggam tangan Elrick.


Kaisar Lucius beserta kedua selir serta empat anaknya lain telah menunggunya terlebih dahulu.


" Akhirnya kalian sudah sampai." ucap Kaisar Lucius sambil tersenyum tipis.


" Tentu terima kasih karena telah mengundang kami dalam acara makan malam ini." ucap Aleyza membungkuk begitu juga Melvin, Alrick, Elrick, dan Adriana yang mengikuti gerakan nya.


Kaisar Lucius matanya berbinar senang melihat kedatangan Aleyza yang cantik malam ini.


" Silahkan duduk." ucap Kaisar Lucius yang menggunakan sihirnya untuk membuat kursinya yang berada di samping kanannya sedikit kebelakang membantu Aleyza duduk.

__ADS_1


Aleyza yang melihatnya hanya tersenyum simpul sebelum mengambil tempat duduk di samping kanan Kaisar Lucius dan anak-anaknya berada di sampingnya.


" Terima kasih Kaisar anda tidak berubah sama sekali tetap romantis." ucap Aleyza memuji Kaisar Lucius.


Kaisar Lucius wajahnya sedikit merona senang dan perutnya terasa ada kupu-kupu berterbangan sudah lama sekali dirinya tidak mendapatkan pujian dari Aleyza. Hal ini semakin membuatnya yakin membawanya kembali adalah keputusan yang tepat.


Sedangkan Aleyza dalam hatinya ingin merasa muntah sebab tidak mempercayai bahwa tadi dirinya memuji Kaisar brengsek ini. Sekarang lihatlah wajahnya merona memang Kaisar Lucius merupakan pria gampangan. Tanpa sengaja pandangan Aleyza melirik ke arah Selir Agnessia yang duduk tepat di depannya. Dirinya tidak bisa menyembunyikan seringainya melihat Selir Agnessia yang wajahnya menahan marahnya.


Sepertinya Selir Agnessia wanita mudah marah. Aleyza yang melihatnya merasa bahwa dia memenangkan sekali.


Selama makan malam suasana hening hanya ada suara dentingan alat makan. Sampai makanan nya selesai.


" Yang Mulia. Apa anda bisa mengunjungi saya setelah ini?" tanya Selir Agnessia sambil bertanya dengan senyum manis.


Kaisar Lucius yang sedang membersihkan mulutnya menggunakan serbet.


" Tidak saya akan menghabiskan waktu bersama Ratu." ucap Kaisar Lucius sambil melihat ke arah Aleyza dan menggenggam tangan nya.

__ADS_1


Aleyza mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sebenarnya dia ingin menolaknya. Tapi hal itu akan semakin membuat Selir Agnessia berkuasa sebab telah mendapatkan hati Kaisar Lucius serta lebih mudah mendapatkan tahta untuk putera nya.


Pandangan Aleyza tertuju ke arah samping dimana ketiga anak Selir Agnessia hanya terdiam tapi dia bisa melihat tatapan mengejek di lemparkan untuk keempat anaknya. Juga Aleyza melihat seorang wanita cantik bermata ungu dan rambutnya berwarna cokelat menatap dingin ke hadapan Kaisar Lucius dan seorang anak perempuan berusia 7 tahun memiliki warna rambut putih serta kedua bola matanya berbeda warna.


" Tentu saja sayangku aku sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama." ucap Aleyza sambil diam-diam memberikan pandangan mengejek ke arah Selir Agnessia.


Selir Agnessia menggenggam serbet di tangannya dengan kuat serta meremasnya hingga robek sedikit.


Aleyza yang melihatnya kembali bertanya dengan suara polos.


" Mengapa kau merobek serbet nya apa terjadi sesuatu yang membuat anda marah?" tanya Aleyza.


" Rasakan kau, sungguh menyenangkan telah mempermainkan nya.' batin Aleyza senang.


" Sialan kau." batin Selir Agnessia marah dan benci.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2