Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Pergi


__ADS_3

" Sepertinya kita akan memulai rencananya." ucap Aleyza kepada seseorang yang berdiri di balkon kamarnya


Orang itu perlahan-lahan mulai masuk ke dalam dan menampakkan dirinya yang ternyata adalah Duke Regulus Riddle.


" Apa kau yakin dengan keputusan mu?" tanya Duke Regulus Riddle sambil melirik ke arah Kaisar Lucius yang terbaring di lantai dengan keadaan mengenaskan nya. Hal itu membuat nya menyeringai senang.


Aleyza berdiri berjalan mendekati Duke Regulus Riddle.


" Apa kau meragukan ku?" tanya Aleyza sambil menatap wajah tampan Duke Regulus Riddle.


Menurutnya Duke Regulus Riddle lebih tampan daripada Kaisar Lucius dan sifat mereka sangat beda jauh.


Melihat Aleyza terus memperhatikannya membuat Duke Regulus Riddle mencuri kesempatan memberikannya ciumannya.


Aleyza yang terkejut sontak mendorong tubuh Duke Regulus Riddle. Membuat ciuman mereka terpisah.


" Kita harus membangunkan anak-anak terlebih dahulu. Tapi apa tidak masalah kalo Melvin ikut kita. Aku tidak bisa meninggalkan nya." ucap Aleyza sambil menundukkan kepalanya takut Duke Regulus Riddle tidak mengijinkan nya membawa putera tertua nya.


Duke Regulus Riddle yang tidak suka melihat Aleyza sedih langsung mengangkat tangannya menyentuh dagu Aleyza dan mengangkatnya dengan pelan.

__ADS_1


" Tenang saja kau boleh membawa Melvin lagipula juga dia anakmu. Aku tidak bisa membiarkan seorang ibu berpisah dari anak-anak nya." jawab Duke Regulus Riddle dengan mata terpancar kehangatan.


Aleyza yang mendengarnya merasa senang sambil kemudian memeluk leher Duke Regulus Riddle dengan semangat.


" Terima kasih kau adalah pria yang terbaik." ucap Aleyza sambil tersenyum lebar.


" Sama-sama, kalau begitu kita bangunkan anak-anak untuk segera bersiap. Karena kita pergi menggunakan teleport sebab bahaya jika kita menggunakan kereta kuda." ucap Duke Regulus Riddle memberitahu Aleyza.


Aleyza langsung menggangguk kepalanya sebelum kemudian pergi menuju ke kamar anak-anak nya yang berada di sebelah kamarnya.


Ceklek...


" Melvin, apa kau mau ikut dengan Mama?" tanya Aleyza dengan ragu sebab takut Melvin akan menolak permintaannya.


Tapi Melvin hanya tersenyum sebelum kemudian menutup bukunya.


" Apa kau pergi bersama Duke Riddle?" tanya Melvin yang seakan sudah mengetahui rencana Aleyza bersama Duke Riddle.


Seketika tubuh Aleyza menegang dirinya tidak bisa menjawab karena takut mengecewakan Melvin.

__ADS_1


Tapi pandangan Melvin buka tertuju ke arah Aleyza melainkan pria yang berdiri di samping mama nya sambil memeluk pinggangnya dengan mesra.


" Sayangnya begitu apa itu membuat anda menjadi masalah dengan saya." ucap Duke Regulus Riddle kepada Melvin.


Melvin menyeringai sambil tersenyum tipis memandang Duke Regulus Riddle dengan remeh.


" Sebenarnya tidak aku cuma sudah mencurigai bahwa kau menyukai ibuku." ucap Melvin mengungkapkan analisisnya.


Aleyza terkejut dan tanpa sadar pipinya merona.


" Sudahlah kita harus membangunkan triplets dan jangan sampai Xavier terbangun. Kita tidak mungkin membawanya karena kau tahu bukan Selir Agnessia." ucap Aleyza dengan berbisik sekaligus mengalihkan pembicaraan.


Duke Regulus Riddle dan Melvin menggangguk kepalanya. Aleyza langsung cepat membereskan pelengkapan pakaian anak-anaknya. Sedangkan Duke Regulus Riddle menggendong Alrick dan Elrick menggunakan satu tangannya dan satunya menggunakan sihirnya untuk memasangkan mantel. Begitu juga Melvin yang menggendong Adriana dan memakainya mantel.


" Baiklah kita sudah siap, jadi sekarang berpegangan tangan ku aku akan melakukan teleport." ucap Duke Regulus Riddle setelah melihat bahwa semuanya sudah siap.


Aleyza dan Melvin menggangguk kepalanya. Tapi sebelum pergi Aleyza melirik ke arah Xavier dengan pandangan bersalah.


" Maafkan aku....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2