
Pandangan Adriana yang mengarah ke satu titik dimana dirinya melihat seorang bersembunyi di balik pilar. Langsung mendekati Melvin untuk bertanya mengingat kakak nya ini sangat mengenal orang-orang di istana.
" Kak Melvin siapa dia?" tanya Adriana menunjuk ke arah orang yang merupakan seorang anak perempuan.
Melvin memicingkan mata nya dan melihat anak perempuan berambut putih bersembunyi. Dirinya langsung mengenalinya dan tidak menyukai atau lebih tepatnya membenci nya. Mengingat sebab anak itu dirinya harus terpisah dengan ibu serta ketiga adiknya selama lima tahun lebih.
" Dia bukan siapa-siapa." jawab Melvin memandangi Adriana dengan lembut.
Sedangkan di sisi lain Kaisar Lucius menghela nafasnya sebelum kemudian akhirnya menggangguk kepalanya sepertinya tidak mudah untuk mengubah pikiran Aleyza.
" Baiklah kita akan bertemu saat makan malam dan Melvin kau jaga ibu serta saudara mu." ucap Kaisar Lucius memberitahu Melvin.
Melvin langsung membungkuk hormat kepada Kaisar Lucius sesuatu yang sama sekali tidak di sukai oleh Aleyza.
" Baiklah, Yang Mulia." ucap Melvin dengan datar.
Alrick, Elrick, Adriana yang melihat posisi Melvin langsung mengikuti nya dan membungkuk.
__ADS_1
Kaisar Lucius sama sekali tidak mencegahnya malah berlalu pergi meninggalkan mereka berlima.
Melihat sikap acuh dengan sikap Kaisar Lucius kepada anak-anaknya membuat lagi-lagi Aleyza menahan perasaan marahnya.
Tapi dirinya tidak bisa melampiaskan nya sekarang mengingat di istana semuanya punya telinga di dinding sebuah rahasia apapun akan terdengar dan membuat Aleyza dalam masalah.
" Ayo anak-anak kita menuju kamar dan Melvin kita akan bicara berdua." ucap Aleyza berjalan duluan bersama Elrick dan Adriana.
Meninggalkan Alrick yang masih memperhatikan Melvin berdiri mematung.
" Kakak, apa kau baik-baik saja?" tanya Alrick penasaran.
Alrick langsung menggangguk dengan wajah yang sedikit pucat mengingat sekitar sebulan lalu dimana Mama nya marah karena dirinya tanpa sengaja melukai dirinya sendiri dengan pedang. Membuat nya berbaring seharian dengan makan bubur yang tidak ada rasa dan tidak mengijinkannya memegang lebih tiga minggu. Itu suatu penyiksaan yang mengerikan baginya pedang ada jiwa raganya.
Melvin langsung menggenggam tangan Alrick dan membawanya berjalan bersama.
Sedangkan anak perempuan yang tadi bersembunyi mulai menampakkan diri dengan mata berlinang air mata dan menatap iri ke arah Alrick.
__ADS_1
" Mengapa kak Melvin tidak pernah menyayangi ku." ucap nya berambut putih yang ternyata adalah Ivanka.
Puteri Ivanka yang sudah selesai menyelesaikan pendidikannya dengan guru di perpustakaan melihat dimana Kaisar Lucius yang membawa seorang wanita cantik berambut pirang dan matanya biru membuat nya terpesona. Apalagi Kakak nya Melvin yang sudah tidak pulang lebih dari tiga bulan melihat nya memeluk anak perempuan itu membuat nya cemburu sebab tidak ada mau yang mendekatinya termasuk saudara-saudaranya.
" Ivanka."
Puteri Ivanka mendengar seseorang memanggil namanya langsung membalikkan badannya dan melihat ibunya berlari menghampirinya.
" Ibunda." ucap Puteri Ivanka berlari memeluk ibunya.
Sedangkan Selir Calista merasa lega telah menemukan Puteri satu-satunya. Sebab dia mendengar Puterinya Ivanka belum kembali dari belajarnya dan memutuskan untuk mencarinya.
" Ivanka kemana saja kamu bukan sudah Ibunda bilang untuk langsung kembali setelah belajar?" tanya Selir Callista yang marah sekaligus khawatir jika terjadi sesuatu kepada Ivanka.
Puteri Ivanka melepaskan pelukan nya dan bertanya.
" Ibunda tadi siapa wanita yang dibawa oleh ayahanda?" tanya Puteri Ivanka.
__ADS_1
Selir Callista yang mendengarnya langsung tegang sebab....
Countine...