
" APA." ucap Aleyza dengan mata membulat lebar dan mulutnya ternganga.
" Kau serius bukan?" tanya Aleyza memastikan bahwa yang di dengarnya tadi tidak salah.
Duke Regulus Riddle sebenarnya ingin tertawa dengan reaksi Aleyza. Tapi dirinya tidak mau membuat isterinya nanti marah dan mengusir nya dari kamar. Sudah setahun dirinya tidur bersama Aleyza dan tentu saja sekarang dirinya tidak akan bisa tidur sendiri tanpa kehangatan tubuh Aleyza di pelukannya.
" Benar, Kaisar mengundang kita untuk menghadiri acara pesta penyambutan Duchesse Riddle yang baru." jawab Duke Regulus Riddle lagi.
Aleyza yang mendengarnya terdiam bukannya dirinya tidak berani menemui Kaisar. Tapi sekarang kekuasaan mereka berbeda jauh dari beliau dan pastinya Kaisar akan tidak segan-segan menghabisi mereka karena pengkhianatan ini.
Melihat Aleyza yang tampaknya tertekan Duke Regulus Riddle memegang bahunya.
" Tenang saja semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepadanya. Jika itu terjadi siap-siap saja Kaisar akan aku habisi. Kita tidak bisa bersembunyi terus untuk selamanya meskipun itu terlihat menyenangkan dengan menghabiskan sisa hidupku bersama mu dan anak-anak. Tapi ingat status Melvin dia adalah seorang pangeran mahkota. Kita tidak bisa mengambil hak nya itu." ucap Duke Regulus Riddle menyakinkan Aleyza.
Aleyza yang mendengarnya berpikir memang dirinya tidak bisa selamanya melarikan diri. Melvin adalah seorang pangeran mahkota dan pewaris tahta yang sah dirinya tidak bisa mengambil haknya darinya meskipun dia adalah ibunya.
__ADS_1
" Kau benar kita tidak bisa bersembunyi selamanya. Aku siap bertemu dengan dia dan bagaimana dengan Selir Agnessia." ucap Aleyza yang sedikit merasa jijik menyebutkan nama Selir itu.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya tersenyum sambil mengelus wajahnya dengan jari nya.
" Tenang saja Selir Agnessia bersama Puteri Zania sedang berada di kastil pengasingan yang sama dengan kau tinggal dulu." jawab Duke Regulus Riddle.
Aleyza yang mendengarnya bernafas lega untung saja dirinya belum sempat merenovasi sepenuhnya kastil itu hanya kamar si triplets dulu dia perbaiki. Jika saja semuanya ia renovasi bisa dibilang Selir Agnessia akan merasa keenakan bisa hidup mewah di hutan.
" Aku penasaran bagaimana kehidupan mereka di sana." batin Aleyza sambil menyeringai licik.
...****************...
Brak...
" APA KALIAN TIDAK BERGUNA HARUS MEMBERI KITA MAKANAN INI. INI SUNGGUH MENJIJIKAN." ucap Selir Agnessia sambil melemparkan semangkok sup ke hadapan pelayan itu.
__ADS_1
Pelayan itu mengepalkan tangannya mengetahui Selir Agnessia tidak menghargai masakannya. Sedangkan Puteri Zania hanya diam sambil memakan nya dia tahu kehidupannya sekarang sudah berubah. Ia tidak mau menyia-nyiakan makanan. Lagipula perutnya sudah lapar karena sejak pagi belum makan akibat persediaan nya mulai tipis.
" Selir hanya ini terakhir persediaan makanan kita. Karena pihak istana baru membawa pasokan makanan besok." ucap pelayan memberikan penjelasan.
Selir Agnessia berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan ruangan.
" Sialan aku tidak bisa tahan berada di sini. Aku akan membalas perbuatan mu Aleyza." ucap Selir Agnessia dengan tatapan membencinya.
...****************...
Kaisar Lucius sedang melihat ke arah jendela dengan tatapan mata yang datar.
" Sampai kapak aku menahan rindu untuk bertemu dengan mu Aleyza. Aku ingin sekali kita berkumpul kembali sebagai keluarga lagi. Semoga saja aku tidak terlambat." gumam Kaisar Lucius.
Countine...
__ADS_1