Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Selir Agnessia vs Duke Riddle


__ADS_3

Hallo Duke Riddle saya Selir Agnessia salah satu kesayangan Kaisar Lucius dan ibu dari pangeran mahkota." ucap Selir Agnessia sambil tersenyum angkuh seolah menunjukkan bawa dia adalah Ratu.


Duke Riddle yang mendengarnya ingin rasanya mencibirnya dengan ucapan sok Selir Agnessia.


" Ingat anda hanya bergelar Seli yang berarti putera anda tidak bisa menjadi pangeran mahkota. Sebab Ratu Aleyza sudah memiliki Pangeran Melvin sebagai Pangeran Mahkota nya. Jadi singkirkan kepercayaan dirimu itu Selir." ucap Duke Regulus Riddle menghina Selir Agnessia dengan perkataannya yang tajam.


Tentu saja Selir Agnessia yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya tidak terima dengan penghinaan Duke Riddle. Tapi tidak lama senyum tersungging di bibirnya seolah mendapatkan sebuah ide.


" Benarkah jadi seperti anda yang terlahir sebagai dari anak seorang Selir Kaisar. Tidak seperti puteraku anda sama sekali tidak mendapatkan nama belakang kekaisaran. Jadi otomatis anda tidak mendapatkan gelar pangeran sejak kecil. Kasihan sekali Duke Riddle." ucap Selir Agnessia yang membalas sindiran itu tidak kalah tajam.


Mendengar ibu kandungnya dihina Duke Regulus merasa marah. Ia sama sekali tidak menyukai seseorang yang telah ibunya meskipun dirinya tidak terlalu mengingat sesosok ibunya. Tapi kata kakek nya ia merupakan sesosok panutannya. Tapi ia tidak akan menunjukkan kelemahannya adalah emosi. Semakin kau menunjukkan emosi musuh mu akan semakin senang untuk menghancurkan mu.


Dengan perlahan Duke Regulus menghela nafasnya sambil menatap Selir Agnessia yang masih menampilkan senyum kemenangan di wajahnya.


" Terima kasih atas sindirannya, Selir. Tapi setidaknya saya di kenal sebagai jenderal Kaisar. Pangkat saya lebih tinggi dari anda yang hanya bisa melemparkannya tubuhnya kepada Kaisar. Saya permisi Selir." ucap Duke Regulus sebelum berjalan pergi meninggalkan Selir Agnessia.

__ADS_1


Wajah Selir Agnessia semakin memerah ketika mendengar suara tawa dari seseorang di depannya.


" Apa kau bisa menutup mulutmu Callista." ucap Selir Agnessia dengan wajah memerah nya.


Callista berjalan mendekati Selir Agnessia dan memandangi dengan tatapan penuh permusuhan.


" Ingat Selir Agnessia hanya karena kau mempunyai tiga keturunan bukan berarti anda sangat berarti bagi Kaisar. Ingat posisi mu Selir Agnessia karena sepertinya kau mengibarkan bendera perang kepada Duke Regulus Riddle orang yang memiliki pangkat hampir mendekati Kaisar ingat itu." ucap Callista sebelum pergi meninggalkan aula pesta.


Mendengar hinaan lain dari Callista merupakan selir terakhir Kaisar sekaligus ibu dari salah satu puterinya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Aleyza yang sudah sampai di kota bersama Eli beserta keempat anaknya terheran-heran melihat keramaian yang tidak seperti biasanya.


" Eli, apa hari ini ada acara penting sampai mereka merayakan nya?" tanya Aleyza penasaran.

__ADS_1


Melvin yang melihatnya juga terheran-heran dengan keramaian kota tidak seperti biasanya.


" Sepertinya perayaan ini adalah pesta kemenangan kekaisaran terhadap musuh di medan perang." ucap Melvin yang menjawabnya.


Aleyza menggangguk kepalanya sambil melihat perayaan ini.


" Tapi mengapa Kaisar tidak ikut peperangan padahal dia adalah seorang pemimpin bagi pasukannya bukan?" tanya Aleyza yang heran lagi mengingat bagaimana perayaan ini termasuk besar pastinya perang itu membawa keberuntungan bagi kekaisaran.


" Aku tidak tahu Ibunda tapi yang terdengar bawa perang itu di menangkan oleh Duke Riddle." ucap Melvin yang sama sekali tidak tahu tentang perang tersebut.


Mendengar nama itu entah mengapa Aleyza merasakan perasaan pemasaran yang kuat. Seperti ada yang menarik untuk mencari tahu.


" Duke Riddle suatu nama....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2