Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Tidak Bisa Tidur Sendiri


__ADS_3

Mari seberapa mampu kau bertahan aku tidak akan kalah darimu Agnessia." batin Aleyza sambil melewati Selir Agnessia.


Selir Agnessia melihat Aleyza kembali bersama keempat anaknya mengepalkan tangannya. Apalagi melihat Kaisar Lucius yang seakan mengacuhkannya.


Dengan langkah tergesa-gesa Selir Agnessia menuju kamarnya.


BRAK..


Sampai di kamarnya langsung saja Selir Agnessia berteriak keras dan melempar semua barang-barang di kamarnya.


" Bagaimana di berada di sini bukannya sudah aku menyingkirkan nya dari istana. Apalagi wanita itu membawa ketiga anaknya dan dari keduanya adalah seorang pangeran." ucap Selir Agnessia berjalan mondar-mandir dengan perasaan khawatir.


Sebab jika Kaisar Lucius memiliki anak lain dari sang ratu. Otomatis pemilik tahta selain Pangeran Mahkota Melvin adalah Pangeran Alrick, dan berikut nya adalah Elrick. Berarti puteranya Pangeran Robert akan memiliki posisi keempat tahta.


Selir Agnessia tidak akan membiarkannya dia harus berjuang untuk mendapatkan tahta untuk Puteranya meskipun nyawa orang lain harus mati.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan Aleyza dibawa Kaisar Lucius menuju kamarnya dengan diikuti keempat anaknya. Kaisar Lucius sedikit tidak nyaman melihat keberadaan mereka sebab dirinya tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama Aleyza.


" Anak-anak bagaimana kalau kalian ikut dengan kakak Melvin menuju kamar masing-masing. Ayahanda ingin mengantar Ibunda ke kamar kita bisa menghemat waktu?" ucap Kaisar Lucius menawarkan keempat anaknya pergi supaya dia bisa menghabiskan waktu berdua bersama Aleyza.


Tapi sayangnya Aleyza yang mengerti maksud dari Kaisar Lucius tidak bisa menahan cibiran di dalam hatinya.


" memangnya aku mau menghabiskan waktu bersama mu gitu. Jangan mimpi aku tidak sudi." batin Aleyza marah.


" Ingat Lucius meskipun aku sudah memaafkan kejadian beberapa tahun lalu. Tapi kita tetap tidak bisa seperti dulu lagi." ucap Aleyza sambil menundukkan kepalanya berpura-pura sedih.


Melihat ekspresi sedih Kaisar Lucius membuat Aleyza bergidik geli. Mungkin jika Aleyza asli ia akan menerimanya dan kembali ke Kaisar Lucius sesuka hatinya. Tapi sekarang Aleyza adalah dirinya Emily seseorang yang tidak akan pernah memaafkan seorang pengkhianat.


" Bukan begitu kita tidak seperti dulu lagi karena aku sering tidur bersama anak-anak." ucap Aleyza menjawab bohong.

__ADS_1


Kaisar Lucius menyerngitkan dahinya sambil mengalihkan pandangannya ke arah keempat anaknya terutama si kembar tiga yang sedang tersenyum.


Adriana yang melihat kesusahan Aleyza maju terlebih dahulu.


" Maafkan kami papa, Adriana yang tidak bisa tidur tanpa mama." ucap Adriana sambil menundukkan kepalanya sedih.


Kaisar Lucius yang melihatnya merasa hatinya terluka dan kemudian berjongkok di hadapan Adriana menyamakan tingginya dengan puteri kecilnya.


" Mengapa Adriana sedih, bukannya Adriana akan senang dengan kamar baru di sana banyak boneka dan gaun-gaun yang cantik. Jika nanti Adriana merasa takut tidur sendiri ada pelayan yang akan menemani mu. Jadi Adriana tidak perlu takut lagi tidur tanpa Ibunda." ucap Kaisar Lucius membujuk Adriana supaya tidur sendiri di kamarnya.


Tapi sayangnya Adriana menggelengkan kepalanya menolak tawaran Kaisar Lucius.


Membuat Kaisar Lucius menghela nafasnya dan memeluk Adriana dengan lembut. Sepertinya dirinya tidak bisa memisahkan Adriana dan Aleyza mengingat hubungan mereka yang erat.


Sedangkan Aleyza yang melihatnya tersenyum miring jadi dirinya tidak perlu tidur dekat Kaisar Lucius.

__ADS_1


Pandangan Adriana yang mengarah ke satu titik dimana....


Countine...


__ADS_2