
Zania kembali ke istana dengan tubuh yang banyak bercak merah dan bengkak. Melihat Zania menjadi pusat perhatian membuat nya merasa malu dan sedih.
Selir Agnessia yang melihat keadaan Zania seperti gembel dengan tubuh bercak merah dan bengkak.
" Apa yang terjadi padamu Zania?" tanya Selir Agnessia dengan ekspresi datar.
Zania hanya menundukkan kepalanya tanpa menjawabnya karena dirinya takut membuat Selir Agnessia marah.
Melihat Zania hanya diam Selir Agnessia hanya menghela nafasnya.
" Suruh pelayan mu membawakan dokter untuk memeriksa mu dan cepat-cepat ganti baju kau seperti anak gembel." ucap Selir Agnessia dengan tajam sebelum berjalan melewati Zania.
Zania yang melihat ibunya hanya berkata seperti itu meremas gaunnya dengan kencang dan mata berlinang air mata.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Elrick dan Adriana tertawa terbahak-bahak mengingat bagaimana Zania yang berlari dari lebah bahkan sampai naik di atas pohon. Walaupun itu gagal karena lebah itu masih mengejarnya dan akhirnya menyengatinnya.
Bahkan Elrick dan Adriana harus menutup mulutnya berusaha menahan tawanya melihat Zania yang turun dari pohon dengan wajah serta seluruh tubuhnya memerah dan bengkak. Gaun yang dibanggakannya tadi robek membuat Elrick menyeringai merasa senang akan kesombongan Zania yang menderita.
" Kakak apa tidak masalah kita melakukannya?" tanya Adriana kepada Elrick yang saat ini sudah sampai dikamar.
__ADS_1
Elrick yang sedang membaringkan tubuhnya di ranjang langsung bangun mendengar pertanyaan Adriana.
" Tunggu apa kau menyesalinya." ucap Elrick dengan mata terbelalak.
Adriana memainkan ujung rambutnya yang sedang di ikat kuda.
" Sedikit karena hal aku menghancurkan pesta minum teh nya." jawab Adriana sambil mengangkat kedua bahunya acuh.
Elrick yang mendengarnya rahangnya jatuh ke lantai dan menatap Adriana sambil mengedipkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya berteriak.
" KAU GILA ADRIANA, DIA PANTAS MENDAPATKAN NYA SETELAH APA YANG DILAKUKAN PADAMU. JIKA KAU TIDAK MAU MELANJUTKAN NTA BIAR AKU YANG MEMBALASKAN NYA." ucap Elrick yang sudah tersulut emosi.
Dari ketiga anak laki-laki Aleyza cuma Elrick saja yang susah mengontrol emosi nya. Karena jika Elrick marah dia akan melakukan apapun untuk melampiaskan termasuk membalas dendamnya.
Tapi segalanya berubah sekarang karena ibunya sudah berubah mencintainya bahkan sekarang ibunya sering membuatkan makanan yang enak untuk mereka.
Beda dengan Zania sebenarnya Adriana sama sekali tidak menyukainya apalagi karena dia gaun buatan ibunya rusak oleh noda.
" Baiklah aku akan ikut, jadi rencana kita selanjutnya apa?" tanya Adriana yang akhirnya menyetujui rencana Elrick.
Elrick menyeringai licik sambil memandang Adriana.
__ADS_1
...****************...
Saat makan malam diadakan Zania datang dengan wajah yang masih ada bercak merah namun bengkak di salah satu pipinya sudah mulai mengepis.
" Zania, apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaisar Lucius melihat keadaan anaknya yang sedang menundukkan kepalanya.
Sedangkan Xavier yang melihatnya berusaha menahan tawanya melihat wajah saudarinya yang menurutnya lucu. Sebelum kemudian melirik ke arah Elrick yang sedang mengaduk makanannya seolah mengacuhkannya begitu saja.
" Tidak ayahanda, tadi ada sarang lebah yang jatuh dari atas pohon ketika Zania mengadakan minum teh. Tiba-tiba saja sarang itu jatuh mengenai kepala Zania dan kemudian hiks..." ucap Zania sambil menangis.
Melihat Zania yang menangis Kaisar Lucius langsung berdiri dari kursinya dan memeluknya.
" Tenanglah ayahanda akan menyuruh para pekerja kebun untuk membersihkan semua pohon dari lebah, dan masalah wajah mu pasti akan sembuh. Jadi senyum lah." ucap Kaisar Lucius dengan lembut.
Zania yang mendengarnya langsung menghentikan tangisannya dan kemudian tersenyum.
" Aku sayang ayah." ucap Zania sambil memeluk Kaisar Lucius.
Sedangkan di satu sisi yang melihat kejadian itu hanya melirik satu sama lain sebelum kemudian menyeringai.
" Misi kedua dimulai...
__ADS_1
Countine...