
Aleyza terus berjalan sama sekali tidak melirik Selir Callista lagi.
Selir Callista tubuhnya merasa kaku mendengar ucapan Aleyza. Sebelum kemudian dia menarik bibirnya menjadi senyuman miring.
" Sepertinya ini akan semakin seru saja." gumam Selir Callista sambil melanjutkan perjalanan nya.
Sampai di depan pintu ruang kerja Kaisar Lucius. Aleyza langsung menghampiri seorang pria yang adalah Ates salah satu asisten Kaisar Lucius.
Ates yang melihat kehadiran nya langsung membungkuk.
" Ratu, Kaisar sudah menunggu anda di dalam." ucap Ates yang membukakan pintu untuk Aleyza.
Aleyza hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian masuk ke dalam ruang kerja Kaisar. Sampai di sana Aleyza menggelengkan kepalanya melihat bertapa mewahnya ruang kerja Kaisar Lucius dengan kursinya yang mewah dengan ada ukiran singa kecil di kedua sisinya terbuat dari kayu mewah. Terus tempat untuk duduknya berwarna merah. Terus mejanya yang berwarna cokelat dengan ukiran emas.
Membuat sungguh menyilaukan matanya ketika melihat dindingnya yang berwarna emas dan lukisan mewah.
__ADS_1
" Memangnya ini tempat pameran apa." batin Aleyza yang tidak habis pikir melihat sikap boros Kaisar Lucius.
Semakin menambahkan daftar ketidaksukaan Aleyza kepada Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius yang sedang duduk menunggu Aleyza melihatnya datang. Tersenyum puas ketika melihat Aleyza yang sedang memperhatikan seluruh ruangan.
" Apa kau sudah puas melihat ruangan ku yang indah." ucap Kaisar Lucius sambil bersandar di jendela dengan tangannya memegang minuman keras.
Mendengar suara Kaisar Lucius berhasil membuat Aleyza memperhatikannya. Aleyza langsung membungkuk hormat kepada Kaisar Lucius.
" Salam Kaisar. Jadi ada apa anda memanggil saya kemari?" tanya Aleyza yang langsung bertanya dengan urusannya di panggil.
Kaisar Lucius menyerngitkan dahinya mendengar ucapan Aleyza sebelum kemudian menjawabnya.
" Apa kita mau menghabiskan waktu bersama dulu. Sudah lama kita tidak melakukannya." ucap Kaisar Lucius yang meminta Aleyza untuk bersamanya di sini.
__ADS_1
Aleyza yang mendengarnya sama sekali tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri ia hanya memandang Kaisar Lucius.
" Maafkan saya, Yang Mulia. bukannya anda seharusnya mengerjakan berkas-berkas itu. Anda harus lebih mementingkan kekaisaran daripada urusan percintaan." ucap Aleyza yang sengaja menyindir Kaisar Lucius lebih mementingkan perasaan cintanya dari pada kekaisaran.
Wajah Kaisar Lucius memerah malu mendengar ucapan Aleyza yang seakan menyindir nya. Tapi ia bisa menyembunyikan nya dengan baik terkadang dia tidak mengerti pikiran Aleyza. Terkadang dia baik dan suka merayunya. Terkadang juga dia bersikap dingin dan acuh kepadanya. Apa mungkin Aleyza belum memaafkannya sepenuhnya. Tapi ia sama sekali tidak peduli asalkan Aleyza tidak meninggalkannya.
" Sepertinya memang aku tidak bisa melawan mu Aleyza sayang ku." ucap Kaisar Lucius mengakui kekalahannya.
Setelah itu Kaisar Lucius langsung menerbangkan beberapa tumpukan kertas ke arah Aleyza.
Aleyza yang bingung langsung melihat nya langsung mengambil tumpukan kertas ternyata isinya tentang anggaran istana serta tugas-tugas seorang Ratu.
" Jadi karena kau sudah kembali menjadi Ratu, saya meminta anda untuk memeriksa anggaran istana dan ada beberapa tugas yang selama ini di kerjakan oleh Selir Agnessia. Jika anda ingin mengetahuinya lebih lanjut saya sarankan kamu bertemu dengan Selir Agnessia untuk membicarakan nya." ucap Kaisar Lucius yang dengan nada berwibawa.
Aleyza yang mendengarnya mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Jadi secara tidak langsung aku harus bekerja sama dengan Selir Agnessia. Payah." batin Aleyza kesal.
Countine...