
Dasar Kaisar tidak berguna." umpat Aleyza kepada Kaisar Lucius dengan mata nya yang menunjukkan kebencian.
Tapi sebelum Aleyza menghampiri Kaisar Lucius dirinya terlebih dahulu melepaskan pelukannya pada Melvin.
" Bawa adik-adik mu keluar dari kamar, Mama butuh menyelesaikan semuanya." ucap Aleyza sambil tersenyum tipis.
Melvin terdiam sebentar sambil tangannya menghapus darah yang sedikit keluar dari bibir Aleyza.
" Tolong berhati-hatilah Mama." ucap Melvin dengan tatapan sedih karena tidak bisa melindungi ibunya dari tangan kejam Kaisar Lucius.
Aleyza menggangguk kepalanya sebelum menetapkan ciuman di kening Melvin sambil melihat ke arah ketiga anaknya.
" Kalian ikutlah kakak ya, Nanti mama akan menyusul." ucap Aleyza meminta si triplets serta Xavier keluar.
" Apa mama yakin?" tanya Alrick dengan pandangan sedih melihat kekejaman Kaisar Lucius kepada ibunya.
" Yakin." ucap Aleyza menggangguk kepalanya menyakinkan Alrick untuk ikut dengan Melvin.
__ADS_1
Dengan ragu Alrick mengikuti Melvin keluar dari kamar. Memastikan bahwa anak-anak sudah pergi Aleyza berjalan menghampiri Kaisar Lucius yang masih berdiam kaku sambil memandang nya dengan pandangan bersalah.
" Aleyza aku.." ucap Kaisar Lucius yang ucapannya terpotong karena.
Plak...
Aleyza menampar wajah Kaisar Lucius dengan kencang sampai membuatnya ada memar di wajahnya.
" Aku sudah bersabar mendengar semua tuduhan mu yang tidak berdasar. Yang Mulia. Apa kau sejak aku membuang ku ke pengasingan atas kejahatan yang sama sekali tidak aku lakukan. Rasa cinta ini sudah menghilang hanya apa...hm.." ucap Aleyza yang menggantung ucapan nya sebelum kemudian berbicara lagi tanpa memberikan Kaisar Lucius kesempatan untuk membela.
Deg...
Jantung Kaisar Lucius seketika berasa berhenti berdetak mendengar ucapan Aleyza yang sama sekali tidak ia harapkan selama ini.
" KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI INGAT ALEYZA BAHWA KAU ADALAH ISTERIKU. JADI SUDAH SEHARUSNYA MENURUTI SEMUA PERINTAHKU DAN AKU PERINTAH KAN KAU TIDAK MENGATAKAN CERAI DI DEPAN KU LAGI. HANYA UNTUK MENGGERTAK KU SUPAYA KAU TIDAK MENDAPATKAN HUKUMAN ATAS KEJAHATAN MEMBUAT PUTERI ZANIA SEPERTI SEKARANG." ucap Kaisar Lucius yang sudah murka berteriak tepat di wajah Aleyza.
Kaisar Lucius juga mengeluarkan aura sihirnya berharap Aleyza ketakutan dan bertekuk lutut di hadapannya. Tapi sayangnya Aleyza yang di dalamnya ada jiwa Emily sama sekali tidak terpengaruh malah dia menyeringai di hadapan Kaisar Lucius.
__ADS_1
" Emangnya aura sihir mu yang lemah bisa mengalahkan ku. Ingat Kaisar kekuatan mu hanya berasal dari asal mu. Kau sama sekali tidak berguna dan seharusnya yang menjadi Kaisar adalah Duke Riddle." ucap Aleyza yang semakin memancing amarah Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius yang tidak bisa menahan amarahnya berniat mendorong tubuh Aleyza dan menjatuhkannya ke ranjang nya.
Tapi karena Aleyza memiliki bela diri dari kehidupan sebelumnya. Langsung membalikkan badannya dan memeluk leher Kaisar Lucius dengan gerakan mengunci. Supaya Kaisar Lucius tidak bisa bergerak.
" Lepaskan aku apa yang kau lakukan Aleyza dimana sikap mu yang lemah lembut itu." ucap Kaisar Lucius dengan keras menatap sinis Aleyza.
" Sayangnya dia sudah mati, dan sekarang saat kau untuk tidur jadi selamat malam, Yang Mulia." ucap Aleyza menyeringai dan menusuk Kaisar Lucius dengan suntikan bius yang berada di kantung gaunnya.
Tidak lama tubuh Kaisar Lucius sudah jatuh tidak sadarkan diri di lantai, dan Aleyza sama sekali tidak berniat untuk meletakkan di atas ranjang.
Malahan pandangannya tertuju ke arah balkon.
" Sepertinya kita akan memulai rencananya." ucap Aleyza kepada seseorang yang berdiri di balkon kamarnya.
Countine...
__ADS_1