
Kau sudah tahu, Tapi bagaimana mungkin karena selama ini aku memainkan peran dengan baik?" tanya Aleyza penasaran.
Duke Regulus Riddle tersenyum sebelum kemudian menjawabnya.
" Awalnya aku tidak mengetahui bahwa ada seorang jiwa masuk ke dalam tubuh Aleyza. Tapi perlahan aku menyadarinya karena sikapmu dan Aleyza sangat berbeda. Dimana Aleyza yang asli memiliki sikap lemah lembut, penakut, dan memiliki obsesi yang besar pada Kaisar Lucius. Berbeda dengan kau sikapmu pemberani, nekat melakukan apapun demi anak-anak, bahkan kau sangat berani melawan Kaisar. Itulah alasan aku menyadarinya. Tapi satu hal yang pasti aku mencintaimu dengan tulus. Aku tidak peduli kau Aleyza atau bukan yang terpenting aku menyukaimu dengan tulus. Sekarang kau sudah mengandung anakku lagi. Kau adalah ibuku yang luar biasa." ucap Duke Regulus Riddle dengan tatapan penuh cinta.
Aleyza mendengar kalimat cinta Duke Regulus Riddle meneteskan air mata merasa terharu dengan perasaan suaminya kepadanya.
" Terima kasih hiks....karena telah mencintai ku dan mau menerimaku hiks...aku sama sekali belum pernah mendapatkan cinta yang besar seperti mu hiks..." ucap Aleyza yang menangis.
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya merasa perasaan sakit dengan suara tangisan Aleyza dan langsung memeluknya.
" Cukup Aleyza kau tidak boleh menangis atau aku juga ikut sedih." ucap Duke Regulus Riddle memasang ekspresi sedih.
Aleyza yang mendengarnya langsung menghentikan tangisannya dan tertawa. Membuat Duke Regulus Riddle yang melihatnya menghela nafas lega sebelum kemudian memberikan kecupan kecil di keningnya.
__ADS_1
" Aku mencintaimu isteriku." ucap Duke Regulus Riddle setelah melepaskan bibirnya dari kening Aleyza.
Aleyza refleks menyentuh keningnya sebelum kemudian memeluk leher Duke Regulus Riddle.
" Aku juga mencintaimu suamiku. Terima kasih karena telah memberi kehidupan kedua ku bahagia." ucap Aleyza tersenyum.
...****************...
" Apa kau sudah siap ayahanda ini hari penobatan mu?" tanya Melvin sambil memperhatikan Duke Regulus Riddle yang sedang bersiap menggenakan jubah merahnya.
Duke Regulus Riddle membalikkan badannya menatap Melvin dengan datar. Meskipun ada tatapan hangat di dalamnya.
Karena seharusnya memang Melvin yang berhak menggantikannya sekarang. Mengingat dia adalah putera pertama dari Kaisar sebelumnya dan mendapatkan perhatian rakyat karena berani melawan ayahnya.
" Tidak, aku belum ingin menjadi Kaisar mungkin sekitar lima tahun lagi. Aku belum siap." ucap Melvin menjawabnya.
__ADS_1
Duke Regulus Riddle yang mendengarnya menggangguk kepalanya.
" Baiklah aku akan menunggu nya." ucap Duke Regulus Riddle.
...****************...
" Apa anda akan menjadi Kaisar yang bersikap terhadap rakyat dan mampu membuat kemajuan rakyat." ucap seorang pemimpin menara yang mendapatkan kesempatan untuk menobatkan Duke Regulus Riddle menjadi Kaisar.
" Saya siap." ucap Duke Regulus Riddle dengan tegas.
Setelah itu pemimpin menara mengambil sebuah wadah yang terbuat dari emas dan sebuah pisau kecil perak.
" Silahkan berikan setetes darahmu, Yang Mulia. Setelah itu penobatan akan berakhir." ucap nya.
Duke Regulus Riddle menggangguk kepalanya sebelum mengambil pisau kecil itu dan melukai tangannya. Setelah itu meremas tangannya untuk mengeluarkan darah.
__ADS_1
Selesai melakukan nya cawan yang berisi setetes darah Duke Regulus Riddle mengeluarkan.......
Countine...