
Saya adalah Alvin dan ini adik saja Alana kami telah di jual oleh orang tua kami. Sebab kami tidak memiliki sihir dan keluarga kami yang merupakan seorang bangsawan mengganggap kami aib." ucap Alvin sambil melirik ke arah saudara kembar nya yang sedang menundukkan kepalanya sedih.
Aleyza mendengarnya mengepalkan tangannya lagi-lagi dirinya di hadapkan dengan kasus orang tua membuang anak nya sendiri. Aleyza tidak habis pikir bagaimana orang tua mereka membuangnya anaknya seakan sampah dan lebih buruknya menjual nya sebagai budak..
" Apa kalian ingin ikut dengan saya?" tanya Aleyza menawarkan kedua anak kembar itu untuk tinggal bersama mereka.
Aleyza butuh jawaban secepatnya mengingat sepertinya prajurit istana akan datang dan itu tidak baik bagi dirinya yang berkeliaran di sini. Pastinya akan dari salah satu mereka mengenalinya.
Alvin dan Alana melirik satu sama lain seolah mereka sedang berkomunikasi melalui pikirkan.
" Baiklah kami mau asalkan beri kami pekerjaan supaya anda tidak merasa menyesal membawa kami. Juga saya butuh pekerjaan untuk membeli tempat tinggal baru." ucap Alvin mengajukan beberapa syarat.
" Benar aku ingin bekerja juga." ucap Alana sambil menggangguk kepalanya setuju dengan pilihan Alvin.
Aleyza yang mendengarnya melirik ke arah Melvin dan Alrick.
__ADS_1
" Biarkan Mama mereka ikut dengan kita lagipula memang kita butuh pekerjaan di toko mu itu." ucap Melvin mengusulkan sesuatu.
Aleyza yang mendengarnya juga berpikir sepertinya dirinya tidak salah untuk membawa si kembar itu bekerja di tokonya. Lagipula usianya keduanya sudah lima belas tahun jadi Aleyza tidak mengalami kesulitan untuk mempekerjakannya.
" Baiklah kalau begitu kalian bisa ikut dengan kami. Kebetulan sekali saya sedang membutuhkan pekerjaan untuk toko baru kami." ucap Aleyza menyetujuinya.
" Tapi kalian harus belajar terlebih dahulu, apa itu membuat kalian keberatan?" tanya Aleyza kepada si kembar.
" Kami ingin belajar." ucap Alvin dan Alana menjawabnya.
Flashback off....
Untungnya saja si kembar remaja itu termasuk orang yang pintar. Jadi Aleyza tidak terlalu kesulitan untuk mengajarkan mereka hanya butuh waktu empat hari untuk si kembar menguasainya. Sekarang sejak saat si kembar tinggal di lantai dua di ruko nya. Awalnya dia gunakan untuk gudang berubah menjadi tempat yang nyaman buat mereka.
Aleyza menghela nafasnya sambil melihat ke arah jendela. Dimana ia melihat seseorang mengendarai kuda menuju ke arah kastil.
__ADS_1
" Siapa dia?" tanya Aleyza sambil menaruh perasaan curiga besar.
BRAK....
Tidak lama kemudian pintu ruangan kerjanya terbuka keras. Membuat Aleyza yang berada di jendela terkejut dan menatap tajam ke siapa yang membuat nya kaget.
Eli yang mendapatkan tatapan tajam dari Aleyza terkekeh pelan sepertinya dia hampir saja membangunkan singa yang sedang tertidur.
" Lady ini gawat." ucap Eli yang memasang ekspresi panik di wajahnya.
" Kabar apa yang ingin kau sampaikan panik begitu?" tanya Aleyza sambil membalikan badannya dan menatap Eli.
" Begini saya mendapat kabar bahwa Kaisar Lucius sedang menuju ke arah sini dan ingin bertemu dengan anda Lady. Jadi bagaimana dia tahu bahwa kita sudah keluar dari kastil hampir setiap minggu pastinya kita akan dalam masalah besar Lady." ucap Eli dengan panik jika mereka ketahuan.
Aleyza yang mendengarnya menghampiri Eli dan memegang kedua bahunya untuk menenangkannya.
__ADS_1
" Tenang saja kita tidak bakal ketahuan, saya sudah memikirkan rencana ini semua secara matang. Jadi yang bisa kau lakukan diam....
Countine...