
Dimana Selir Agnessia dan Puterinya Zania mengetahui kekalahan telak Kaisar Lucius. Melalui pesan.
Selir Agnessia sedang berjalan mondar-mandir sambil memikirkan cara untuk membujuk Kaisar Lucius untuk membawanya kembali ke istana. Sudah dua tahun berlalu Selir Agnessia sama sekali tidak menyukai tempat ini meski ada beberapa kamar yang bagus seperti baru saja di ubah.
Tapi tetap saja dengan suasana hutan yang gelap dan tempat yang terpencil. Membuat kesan kastil pengasingan terasa mencengkam. Apalagi selama berada di sini Kaisar Lucius benar-benar menempati janjinya untuk hanya memberikan bahan makanan sebulan sekali dan koin emas 5-10 keping itu saja dia berusaha untuk membujuk Kaisar Lucius dengan beralasan kebutuhan Zania.
Ceklek....
" Yang mulia....Yang Mulia...berita buruk." ucap seorang pelayan yang berlari masuk ke dalam dengan nafas tersengal-sengal.
Selir Agnessia langsung menghentikan kegiatannya dan menatap pelayan itu dengan bingung sekaligus kesal karena telah mengganggu waktu nya berpikir.
" Cepat, ada apa sampai kau berteriak seperti orang gila?" tanya Selir Agnessia atau lebih tepatnya memerintahkan.
" Yang mulia, saya mohon maaf telah mengganggu anda. Tapi saya ingin memberitahu bahwa Kaisar Lucius kalah oleh Duke Regulus Riddle dalam pertempuran bahkan beliau sekarang telah di segel untuk membuatnya membatu. Sekarang Kaisar Regulus sedang menuju ke sini untuk hukuman anda atas kasus beberapa tahun lalu." ucap pelayan menjelaskannya.
Selir Agnessia yang mendengarnya langsung terkejut tubuhnya seketika merasa lemas hingga tubuhnya jatuh karena mengetahui Kaisar Lucius yang dicintai kalah.
__ADS_1
Puteri Zania yang baru saja masuk terkejut melihat kondisi Selir Agnessia dan segera menghampirinya.
" Ibunda, apa anda baik-baik saja Ibunda?" tanya Puteri Zania dengan khawatir menyentuh bahu Selir Agnessia.
Selir Agnessia yang tadinya matanya berpandangan kosong tiba-tiba saja langsung berubah panik. Sebelum kemudian menatap Puteri Zania.
" Kita harus pergi dari sini." ucap Selir Agnessia yang membuat keputusan.
Puteri Zania mendengarnya menatap bingung Selir Agnessia.
Selir Agnessia yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak.
" HAHAHAHA.... AYAH MU YANG BODOH ITU TELAH KALAH OLEH DUKE RIDDLE. SEKARANG BELIAU MENCARI KITA UNTUK DI BUNUH. APA KAU MAU MATI DI SINI SEPERTI ROBERT ." ucap Selir Agnessia berteriak dengan air mata berlinang.
Tanpa pelayan memberitahukan nya Selir Agnessia tahu bahwa putera kebanggaan nya Robert sudah tidak ada. Ikatan nya seorang ibu yang membuatnya berpikir seperti itu. Selama dua tahun ini sebenarnya Selir Agnessia sangat merindukan kedua puteranya dan berharap bisa bertemu mereka kembali.
Sedangkan puteri Zania yang mendengarnya juga menangis karena Kaisar Lucius ayah nya telah digulingkan dan kehilangan salah satu saudaranya juga.
__ADS_1
" Siapa yang telah membunuh kak Robert. JAWAB AKU." tanya puteri Zania membentak pelayan yang sudah ketakutan.
" Pangeran mahkota Melvin yang melakukan nya." jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.
Puteri Zania yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya dengan ekspresi marah di wajahnya.
Selir Agnessia yang melihatnya langsung menepuk pundak Puteri Zania sambil menggelengkan kepalanya.
" Kita harus pergi sekarang dan suatu hari nanti kita akan membalas dendam serta membawa ayah mu kembali." ucap Selir Agnessia dengan pancaran dendam di matanya.
Setelah itu benar Selir Agnessia dan Puteri Zania pergi meninggalkan kastil. Ketika penjaga istana datang ke sana untuk menjemputnya mereka hanya melihat seorang pelayan yang sudah mati dengan luka dileher.
Kemungkinan Selir Agnessia yang telah membunuh pelayan itu.
Sejak saat itu tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaannya.
Countine....
__ADS_1