
Sepertinya dia lupa tentang kejadian semalam. Tapi itu bagus." ucap Aleyza sambil tersenyum miring.
Ceklek...
Ketika Aleyza sedang merapikan rambutnya tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk membuatnya harus membalikan badannya ke arah pintu.
" Melvin buat apa berada di sini pagi sekali, sini nak?" tanya Aleyza sambil menyuruh Melvin untuk berada di dekatnya.
Melvin yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya berjalan mendekati Aleyza dengan ekspresi datar. Aleyza memandang nya dengan khawatir terjadi sesuatu kepada Melvin.
Setelah Aleyza melihat Melvin duduk di sampingnya langsung saja ia menggenggam tangannya.
" Jadi ada sesuatu yang salah Melvin, Mama mohon jangan sembunyikan apapun karena aku adalah ibumu?" tanya Aleyza bertanya lagi.
Melvin yang awalnya ragu sebelum menghela nafasnya dan berbicara sambil kemudian memandang Aleyza dengan serius.
" Apa kau sungguh ibuku?" tanya Melvin sambil melihat mata biru Aleyza.
...****************...
Sedangkan Duke Regulus Riddle berjalan menuju ruang bawah tanah dirinya penasaran dengan yang dikatakan oleh Peter kawan lama nya.
__ADS_1
Sampai di sana Duke Regulus Riddle di sambut oleh salah satu penjaga di kastil nya.
" Selamat datang Duke Riddle, Mr Peter sudah menunggu anda di dalam." ucap nya sambil membungkuk hormat.
" Baiklah dan jangan ada seorangpun yang berani masuk ketika saya berada di dalam." ucap Duke Regulus Riddle memperingatkan penjaga itu.
Dengan takut penjaga itu menggangguk kepalanya dengan posisi kepala menunduk.
Ceklek...
Peter yang berada di dalam langsung membalikan badannya melihat kedatangan Duke Regulus Riddle di hadapannya.
" Duke Regulus Riddle yang hebat telah datang." ucap Peter mengejek Duke Riddle.
" Jadi, apa yang kau tahu kejadian enam tahun lalu?" tanya Duke Regulus Riddle yang langsung berbicara dengan inti nya.
" Apa maksudmu?" tanya Peter pura-pura tidak mengetahuinya.
Tapi setelah melihat ekspresi kemarahan Duke Regulus Riddle membuatnya langsung berubah.
" Ke...jadian yang mana?" tanya Peter yang kali ini berbicara terbata-bata.
__ADS_1
Duke Regulus Riddle menyeringai mengetahui akhirnya Peter bisa bekerja sama.
" Jadi beritahu aku kejadian dimana saat itu di istana. Aku menghabiskan satu malam bersama seorang wanita?" tanya Duke Regulus Riddle sambil menatap serius Peter.
Peter yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak di kursi nya membuat Duke Regulus Riddle melihatnya merasa muak. Akhirnya tidak cara lain Duke Regulus Riddle memanipulasi pikiran Peter supaya patuh dengan nya.
Tidak lama setelah itu raut wajah Peter tiba-tiba saja menjadi kosong berarti sihir Duke Regulus Riddle berhasil.
"Jadi beritahu aku kejadian dimana saat itu di istana. Aku menghabiskan satu malam bersama seorang wanita?" tanya Duke Regulus Riddle dengan pertanyaan yang sama.
" Iya, Yang Mulia. saya saat itu di perintahkan oleh seorang berjubah hitam untuk menjebak anda dengan seorang wanita enam tahun lalu. Beliau memberikan sebuah ramuan yang membuat anda mabuk dan mengirim seorang wanita bayaran untuk anda. Tapi sayangnya semua itu tidak sesuai ekspektasi." jawab Peter dengan nada suara monoton.
" Apa maksudnya dengan tidak sesuai ekspektasi?" tanya Duke Regulus Riddle lagi.
" Karena wanita bayaran itu tidak menghabiskan malam bersama anda. Karena anda sudah menghabiskan malam dengan wanita lain berambut pirang dan bermata biru." ucap Peter lagi.
Deg....
Jantung Duke Regulus Riddle berdetak sangat kencang dan menatap Peter dengan ragu sebelum mengajukan pertanyaan berikutnya.
" Apa wanita itu adalah Ratu Aleyza?" tanya Duke Regulus Riddle lagi dengan ekspresi ragu kali ini.
__ADS_1
Countine...