
Yang Mulia, minuman anda." ucap Pelayan itu dengan tersenyum kecil yang misterius.
Kaisar Lucius yang sama sekali tidak menyadarinya langsung meminumnya. Tanpa memiliki pemikiran yang buruk.
Pelayan melihat Kaisar Lucius yang sudah meminumnya hanya menunggunya sambil berdiri tenang.
Benar saja setelah lima menit berlalu tubuh Kaisar Lucius merasa panas dan tenggorokan nya kering. Pandangannya yang kabur sampai tidak mengetahui siapa wanita di depannya siapa.
" Aleyza, aku sangat merindukanmu untuk menghabiskan malam indah bersama." ucap Kaisar Lucius yang meracau sebelum kemudian menarik tubuh pelayan itu ke pangkuannya.
Tangan Kaisar Lucius mengelus rambut pelayan itu yang mengira nya adalah Aleyza.
" Aleyza ku cup..." ucap Kaisar Lucius sambil mencium dengan penuh nafsu Pelayan itu.
Pelayan itu menyambut baik ciumannya sambil memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Kaisar Lucius terbakar gairah.
Setelah beberapa saat Kaisar Lucius melepaskan ciumannya dengan nafasnya yang terengah-engah menatap puas wanita di depannya.
" Kau sungguh cantik Ratu." ucap Kaisar Lucius yang sekali lagi tidak mengenal siapa wanita di pangkuan.
__ADS_1
" Kalau anda merindukan saya mari kita melakukan nya." ucap pelayan sambil berbisik sambil memberikan nafasnya ke telinga Kaisar Lucius.
Kaisar Lucius yang mendapatkan persetujuan langsung menggendong nya dan membawanya ke ranjang nya sebelum membaringkannya dengan hati-hati.
" Jangan pernah menyesalinya, Ratu. Aku akan membuatmu mengandung anakku lagi. Jadi tidak ada alasan kau pergi meninggalkan ku." ucap Kaisar Lucius sebelum kemudian menyerang kembali.
Akhirnya Kaisar Lucius menghabiskan malam yang panas bersama seorang pelayan. Tanpa mengetahui dampak nya nanti yang akan membawa hubungan Kaisar Lucius semakin jauh dengan Ratu Aleyza.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Aleyza sangat menikmati tidurnya sampai tiba-tiba saja ada yang memberikan kecupan di wajahnya yang membuat tidurnya terganggu.
" Jangan mengganggu Mama, Elrick." ucap Aleyza yang belum sadar.
Melihat bahwa Aleyza tidak ada tanda-tanda untuk bangun Duke Regulus Riddle membisikan sesuatu tepat di telinganya.
" Bangunlah apa kau tidak ingat harus kembali ke istana. Apa kau lebih suka tinggal di sini bersamaku itu tidak masalah bagiku." ucap Duke Regulus Riddle sambil mengecup bibir Aleyza.
Aleyza yang mendengarnya langsung terbangun dan spontan mendorong tubuh Duke Regulus Riddle hingga terjatuh dari ranjang. Mengingat tadi posisi Duke Regulus Riddle menindih tubuh Aleyza.
__ADS_1
Bruk...
Duke Regulus Riddle meringis kesakitan ketika kepalanya terbentur lantai.
" Auuh...aku tidak menyangka tubuh kecilmu bisa menghasilkan tenaga yang kuat." ucap Duke Regulus Riddle menatap sinis Aleyza.
Aleyza yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan Duke Regulus Riddle yang kesakitan.
" Hahahaha....itu salahmu yang membangunkan ku seperti itu." ucap Aleyza di sela tawa nya.
Duke Regulus Riddle memutar bola matanya malas sebelum bangun.
" Mari kau siap-siap sekarang karena sebentar lagi pasti pelayan mu akan datang membangunkan mu." ucap Duke Regulus Riddle sambil mengulurkan tangannya yang di sambut baik Aleyza.
Kemudian setelah Duke Regulus Riddle menggunakan sihir teleport untuk memasuki kamar Aleyza.
" Sudah sampai lebih baik sekarang kau kembali ke ranjang dan berpura-pura tidur sebelum orang curiga." ucap Duke Regulus Riddle dengan nada memerintah.
Aleyza yang mendengarnya memutar bola matanya. Tapi sebelum kembali ke ranjang...
__ADS_1
Tiba-tiba saja....
Countine...