
Aku senang telah perubahan mu ini dan sudah aku putuskan untuk kalian semua kembali ke istana." ucap Kaisar Lucius yang akhirnya mengizinkan Aleyza beserta anak-anaknya kembali ke istana.
Tentu saja Aleyza dan si kembar tiga tersenyum senang bisa kembali ke istana. Tapi sebenarnya mereka senang bahwa rencana nya berhasil.
Flashback On....
Aleyza menemui keempat anaknya yang kebetulan sedang bermain di kamar Adriana. Lebih yang membuat Aleyza ingin ketawa adalah melihat raut wajah Alrick dan Elrick yang masam. Bagaimana tidak Adriana mengajak ketiga saudara laki-lakinya bermain acara minum teh kecil. Alrick dan Elrick di suruh mengenakan tiara kecil di kepala mereka.
Sedangkan Melvin hanya duduk sambil mengaduk cangkir kecil yang kosong tersenyum menyeringai menikmati penderitaan kedua adiknya.
Memang setelah itu Aleyza membuatkan Adriana satu set peralatan minum teh kecil. Supaya Adriana tidak hanya menghilangkan rasa bosan tetapi juga belajar bagaimana berperilaku ketika menghadiri acara minum teh sungguhan.
Sebenarnya Aleyza atau Eli yang biasanya menemani Adriana. Tapi karena laporan hari ini banyak Aleyza terpaksa mengerjakan pekerjaannya dan Eli sedang berada di kota meninjau toko nya.
" Sepertinya kalian bersenang-senang." ucap Aleyza sambil tersenyum.
Alrick dan Elrick yang mendengar suara Aleyza tersenyum lega.
__ADS_1
" Untung saja mama datang." ucap Alrick sambil mengelus dadanya dia tidak sanggup menuruti semua permintaan Adriana menggenakan tiara seperti seorang anak perempuan.
Elrick yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju dengan ucapan Alrick.
" Benar mama. Adriana menyiksa kami." ucap Elrick sambil menunjuk Adriana yang sedang santai mengaduk cangkir teh nya sambil memangku boneka beruang cokelat.
" Mereka berbohong Mama, Alrick dan Elrick tidak suka bermain denganku. Cuma kak Melvin yang main dengan ku." ucap Adriana marah tidak mau di salah kan.
Aleyza yang mendengarnya langsung melirik ke arah Melvin yang duduk dengan tenang. Melvin yang menyadarinya langsung mengangkat bahunya sambil tersenyum.
" Baiklah anak-anak sini mama ingin berbicara sesuatu kepada kalian." ucap Aleyza menyuruh semua anaknya untuk menghampirinya.
" Semuanya duduk mama ingin berbicara sesuatu." ucap Aleyza sambil duduk ranjang Adriana.
Setelah semua anak-anaknya duduk di situ Aleyza menceritakan bagaimana Melvin yang harus kembali ke istana mengingat tugasnya. Aleyza juga menceritakan kisah lima tahun lalu dimana ia di usir dari istana dan tinggal di kastil terpencil akibat di tuduh meracuni anak perempuan Kaisar Lucius dari salah satu selir nya.
Reaksi Alrick dan Elrick mengepalkan tangannya dengan raut wajah marah. Adriana di sisi lain merasa sedih sebab ayahnya sama sekali tidak mempedulikan nya, dan Melvin memejamkan matanya mengingat perpisahan nya dengan Aleyza hari itu.
__ADS_1
Memang Aleyza sama sekali tidak berniat untuk membuat anak-anaknya membenci ayah kandungnya. Tapi ada satu hal yang membuat Aleyza harus menceritakannya dia seakan tidak peduli dengan kebencian si kembar kepada ayah kandungnya. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya tapi bukan jiwa Emily merasakan. Melainkan reaksi tubuh yang di tempati nya.
Pasti ada sesuatu yang di rahasiakan Aleyza asli mengenai kebenciannya kepada ketiga anak kembarnya.
" Mama kita akan ikut rencana mu, kita harus kembali ke istana dan mengalahkan selir jahat itu." ucap Alrick yang akhirnya membuka suaranya.
" Betul Mama El juga akan membantu." ucap Elrick menggangguk kepalanya.
" Adriana juga." ucap Adriana ikut sebab dia penasaran siapa anak perempuan yang membuat ibunya di usir dari istana.
Melvin melipat kedua tangannya di atas dada sambil tersenyum puas dengan reaksi ketiga saudaranya.
" Tentu saja aku ikut mengingat tugas ku untuk mempertahankannya." ucap Melvin menyetujui nya.
Setelah itu mereka saling berdiskusi mengenai rencana-rencana mereka untuk kembali ke istana, dan membalas perbuatan mereka terutama kepada Kaisar serta selir nya.
Flashback off...
__ADS_1
Countine...