Transmigrasi Mommy And Triplets

Transmigrasi Mommy And Triplets
Kebencian Pangeran Xavier


__ADS_3

Elrick, Adriana, dan seorang anak laki-laki saling menatap sebelun kemudian menyeringai diam-diam.


Aleyza dan Melvin yang memiliki tatapan tajam kebetulan melihatnya.


" Apa kalian yang melakukan nya?" tanya Aleyza tanpa basa-basi sambil menatap kedua anaknya secara bergantian.


Elrick dan Adriana yang tidak mengelak hanya menggangguk kepalanya dengan polos.


Tapi yang membuatnya terkejut adalah kehadiran Pangeran Xavier di tengah-tengah mereka.


" Apa kau juga ikut terlibat?" tanya Melvin yang bergiliran bertanya.


Tidak seperti Elrick dan Adriana yang hanya menggangguk kepalanya. Xavier lebih baik menjawabnya.


" Tentu saja aku sudah lama sekali ingin membalas dendam ku kepada Zania. Mengingat dia aku menjadi terasingkan oleh ayahanda." ucap Xavier dengan sedih.


Elrick dan Adriana yang mendengarnya merasa prihatin sebelum memberikan tepukan di kedua bahunya. Menurutnya sejak Xavier ikut dalam balas dendam kecilnya Elrick dan Adriana sudah mengganggap nya sebagai teman.


Aleyza yang mendengarnya mengangkat sebelah alisnya sebelum memberikan lirikan kepada Melvin berada di sampingnya. Karena sampai sekarang dirinya tidak mempercayai ucapan Xavier. Mengingat dia terlahir dengan sikap ibunya yang serakah dan haus kekuasaan.

__ADS_1


" Baiklah kalian ceritakan semuanya tapi sebelum itu." ucap Aleyza sebelum kemudian menciptakan bailer penangkap suara dimana seseorang tidak akan mendengar percakapan orang yang berada di dalamnya.


Ini merupakan tingkat menengah perlu memerlukan jumlah inti sihir untuk membuatnya. Jadi sihir bailer bisa dikatakan hampir seperti sihir gelap karena terkadang memakan korban.


Melihat ibunya terlihat kelelahan Melvin langsung saja menggeser kan kursinya supaya ibunya duduk.


Elrick, Adriana, dan Xavier saling melirik satu sama lain seolah mengatakan siapa yang ingin menceritakannya.


Akhirnya Elrick yang maju mendekati Aleyza dengan menundukkan kepalanya.


" Sebenarnya...


Elrick dan Adriana sama sekali tidak bisa menahan tawanya. Melihat Zania berlari ke sana kemari sampai dimana puteri itu memanjat pohon.


" Hahahaha....dia bodoh." ucap Elrick sambil tertawa melihat bagaimana Zania akhirnya tersengat lebah yang begitu banyak.


" Sepertinya kalian sangat pintar untuk membuat Puteri Zania dalam kondisi memalukan."


Ucap seseorang yang membuat tubuh Elrick dan Adriana seketika menegang. Ketika mereka berdua membalikan badannya bertapa terkejutnya melihat seorang anak laki-laki lebih tua dari mereka.

__ADS_1


" Hai..." ucap Adriana sambil melambaikan tangannya menyapa ramah anak laki-laki di depannya.


Beda dengan Adriana yang bersikap ramah Elrick malah menatap sinis anak laki-laki itu.


" Tunggu kau adalah Pangeran Xavier adik dari Puteri Zania." ucap Elrick yang mengungkapkan identitas anak laki-laki itu.


" Meskipun aku tidak mau mengakuinya tapi sayangnya benar namaku Xavier Thomas Alberad. Adik pembuat onar dan putera yang tidak diinginkan." ucap Xavier sambil mengepalkan tangannya mengingat ibunya dan saudaranya yang menatapnya benci.


Elrick dan Adriana yang mendengarnya tidak bisa begitu mempercayai Xavier.


" Itu tidak mungkin kalian saudara kembar dan pastinya hubungan kalian sangat erat. Apalagi saat di pesta Selir Agnessia menggenggam tangan mu dan Puteri Zania?" tanya Adriana yang bingung mengapa Xavier membenci ibu kandungnya.


Xavier menghela nafasnya sambil melirik ke arah Zania yang sudah menangis setelah di sengat lebah tanpa menyadari bahwa kejadian itu ada seseorang yang merencanakannya.


" Aku tidak peduli Selir Agnessia hanya ingin Pangeran Robert kakak ku untuk merebut kekuasaan Pangeran Mahkota Melvin. Bahkan sekarang dia sudah mulai bergerak untuk menyingkirkan nya termasuk Ratu Aleyza dan kalian bertiga." ungkap Xavier membuat Elrick dan Adriana sontak terkejut.


" APA...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2