
Singapura ....
Ting nong ... ting nong .... suara bel memecah apartemen Liam Lee. Allea yang berada di dalamnya merasa tertegun. Dia tidak ada merasa memesan apapun hari ini. Jika Liam yang pulang tidak mungkin menekan bel.
Allea melihat di lubang dinding pintu untuk mengintip siapa yang datang. Namun seakan orang yang dibalik pintu tidak ingin menunjukkan wajah.
Ting nong ... ting nong .... bel kembali berbunyi dan menggema dalam ruangan. Allea yang pada dasarnya rapuh dan penakut, dia cepat-cepat memberi kabar pada Liam untuk pulang ada orang di depan pintu menekan bel tanpa tahu siapa.
Allea mengangkat telfon Liam, "Buka saja sayang, aku akan langsung pulang, dan menyuruh sekuriti ke apartemen kita."
Allea yang sudah dapat izin kekasihnya, membukakan pintu. Betapa ia terkejut, ingin pingsan rasanya saat yang berdiri adalah pria yang masih berstatus suaminya, " Kamu, bagaimana bisa di sini Mas? kata Allea bergetar.
Tuan Nan ingin sedikit memberi pelajaran pada wanita yang sudah hampir lima tahun ini menemani hidupnya. Walau dua tahun ini istrinya sudah tidak setia.
"Kenapa terkejut aku bisa sampai di sini?" Tuan Nan memasang wajah marah. Allea bukan Anitha. Allea merasa nyawanya terbang melihat raut marah tuan Nan.
"Maaf," ucapnya lirih dan menunduk . Dia pasrah sekarang setelah suaminya mengetahui dia di sini. Berarti suaminya sudah tahu segalanya termasuk tentang Liam.
"Boleh aku masuk? Ada yang mau aku bahas denganmu," tanya suaminya masih dengan nada pura-pura dinginnya.
"Silahkan Mas," ucapnya memberi jalan.
Baru akan melangkah masuk sekuriti mengucapkan, "Maaf Bu, tadi pak Liam meminta saya menyusul ke sini untuk memastikan keadaan Ibu, apa ibu tidak apa-apa?" kata sekuriti dengan hormat.
"Tidak apa Pak, ini teman pak Liam," bohong Allea kepalang basah. Dia tak ingin namanya tercemar. Allea yakin suaminya akan segera menceraikan dia.
"Oke Bu, saya permisi. Hormat dia pada Allea dan juga pada tuan Nan," lalu kembali ke bawah.
"Mari Mas," kata Allea tak berdaya. "Silahkan duduk Mas," Allea mempersilahkan suaminya duduk.
"Jadi dia pilihanmu? Kenapa mengkhianati? Apa yang kurang dariku? " beruntun tanya tuan Nan meluncur dari bibir seksinya. Bukan cemburu lebih ke arah memancing kejujuran istrinya.
"Maaf Mas___"
"Aku tak ingin maafmu, kamu tak berutang maaf padaku, tapi berutang penjelasan," jelas tuan Nan setelah memotong perkataan maaf dari Allea.
"Iya aku kini mencintai Liam. Aku tak bisa hidup bersama orang yang tak pernah mencintai aku. Kamu tak ada kurangnya Mas, selain cintamu yang tak ada untukku," jawab Allea mengumpulkan sisa-sisa keberanian.
"Apa harta ku tak cukup bagimu, apa cinta di atas segalanya?" lanjut tuan Nan.
"Cukup jika Mas tidak bangkrut, tapi aku perlu cinta!"
"Bagaimana kalau aku berkata aku tak ingin kau pergi ke pelukan lelaki lain dan aku mencintaimu, tepatnya akan belajar mencintaimu?" ucap suaminya penuh selidik sambil membuka ponsel yang bergetar.
__ADS_1
Allea tak ada reaksi apapun, hatinya sudah tak ada untuk tuan Nansen. Dia kini hanya mencintai Liam. "Aku tak bisa lagi Mas, aku sangat mencintai Liam. Aku bahagia dekat dan bersamanya. Hanya dia kini yang aku inginkan." Walau ucapan Allea terdengar bergetar untuk harus berani.
"Kamu tahukan kita punya perjanjian pranikah, apa kamu sudah siap kehilangan hakmu?" Pancing suaminya lebih jauh.
"Karena Mas sudah tahu semua, berarti siap tak siap aku harus siap bukan?"
"Aku memberimu satu kali penawaran dan kesempatan, kau bisa kembali ke dalam pelukanku, " yakin tuan Nansen.
"Tidak Mas, kamu masih bersikap baik begini saja, aku berterima kasih. Aku ingin kamu melepaskan aku agar kita bisa saling hidup bahagia."
"Kamu yakin tidak menginginkan hidup bersamaku lagi?"
" Tidak, aku yakin. Kamu jangan pernah mengganggu aku dan Liam, Mas," pinta Allea penuh harap. Allea tahu kekuasaan dan harta suaminya sanggup membuat Liam dan perusahaannya hancur. Tuan Nan menelisik dengan seksama raut wajah Allea. Dia begitu takut Liam hancur. Allea begitu mencintai Liam.
Tuan Nan memastikan satu hal lagi, "apa kau tidak mau meminta hakmu?"
"Tidak, aku melanggar. Aku salah. Aku tak mau mengemis apapun lagi darimu Mas. Selain permintaanku, tolong jangan ganggu Liam. Dia pria yang baik dia juga pria yang bisa buat aku bahagia, jika kamu mau menghukum, hukum aku saja," pinta Allea penuh harap.
"LIAM MASUKLAH," seru tuan Nan yang mengejutkan Allea dan Liam sendiri. Liam memang sudah banyak mendengar percakapan suami istri karena pintu yang tidak di tutup.
Liam dengan tenang datang melangkah mendekati tuan Nan, "Maafkan aku, aku sudah jatuh cinta dengan istri anda." Tuan Nan tersenyum mendengar pengakuan dari pria sejati di depannya. Dia semakin yakin bisa melepaskan Allea di tangan pria yang tepat dan mengejar cintanya.
"Duduklah, mari kita bicara. Tidak usah minta maaf, karena aku juga tidak mau meminta maaf pada Allea," ucapnya datar pada Liam.
"Aku sudah tahu semuanya, apa yang kamu lakukan selama dua tahun ini Allea, mulai dari kamu mengumpan wanita yang tidak bermoral, sampai kamu mengumpan janda polos yang sedang teraniaya," ucapan Tuan Nan bagai petir di siang bolong. Allea tak menyangka suaminya tahu.
"Aku ingin lihat sejauh apa usahamu, cintamu pada kekasihmu ini. Aku juga ingin mempermainkan seperti kamu yang menganggap remeh aku. Aku selalu menikmati kekalahanmu ketika para asisten palsumu kabur." Senyum puas terbit di bibir.
"Apa yang kau lakukan pada mereka Mas?" Allea telah lama memendam rasa ingin tahunya.
"Aku menyuruh dua orang sekaligus menyeret ke gudang dan melecehkan mereka, jika mereka tidak menjauh dari hidupku. Aku sudah memberikan uang pada para wanita siluman yang kabur. Sebagai hasil kerja padamu. Aku tak ingin kau memakan keringat anak buahmu." Allea bergidik ngeri membayangkan nasib asisten dulu, kini dia teringat pada Anitha.
"Lalu apa Anitha kau perlakuan juga seperti mereka Mas," teriaknya memakai kau dan lepas kontrol. Sikapnya yang biasa tenang menjadi hilang. Ini cukup membuat tuan Nan semakin yakin Anitha berbeda di mata Allea.
"Kenapa kau panik? Aku pasti melakukan hal yang sama ...." katanya menggantung kalimatnya."Hanya menunggu waktu yang tepat agar dia semakin hancur!"
"Jangan kamu lakukan padanya Mas, aku akan menyuruh Anitha meninggalkanmu, aku akan membatalkan perjanjian padanya. Jika aku boleh meminta lebih dan sedikit hak, tolong beri Anitha tempat berteduh atau antarkan dia ke kampung halamannya Mas.
Dia wanita yang baik, orang-orang mempermainkan dia begitu jahat termasuk aku Mas. Tolong lepaskan Anitha, jika kau lakukan padanya dia tidak akan bisa melihat dunia ini lagi Mas. Anitha akan semakin hancur. Aku mohon padamu Mas." Tangis seorang wanita tenang pecah untuk wanita yang baru dikenalnya. Liam tak mau ikut campur, dia hanya memeluk bahu Allea.
"Ehemm ...." Dehem Tuan Nan menetralkan keadaan. "Aku belum selesai bicara, Liam, kau hapus dulu air mata calon istrimu," lanjut tuan Nan tanpa beban yang membuat Liam jadi menyadari tak ada cinta sedikitpun untuk Allea dari suaminya. Liam bersyukur di atas derita Allea. Liam bisa memiliki Allea tanpa hambatan berarti.
"Apa maksud Mas?"
__ADS_1
"Oke dengarkan, aku akan menceraikanmu dan memberikan hakmu. Aku yang akan bantu Liam mengembangkan dan memperbesar perusahaannya dengan syarat kau mau tukar posisi."
"Tukar posisi gimana Mas?"
"Bantu aku mendapatkan Anitha. Aku mencintainya." Allea ternganga tak percaya, pria di depannya ini adalah pria yang sama dinikahinya lima tahun lalu dan hidup bersamanya.
"Mas serius?"
"Kenapa, kamu sekarang jadi tak relakah?" ejek tuan Nansen.
"Bukan, bukan begitu maksudnya. Mas serius tidak akan mempermainkan dia?"
"Aku serius, aku jatuh hati sejak kau bawa dia pertama kali kehadapanku. Selagi bisa aku ingin mendapatkan dia , dengan sukarela dia melangkah masuk kepelukanku." Tak ada nada main-main.
"Apa yang harus aku lakukan Mas?"
"Kau cukup mengulur waktu jika sebulan ini dia belum juga membuka hatinya agak sedikit kepadaku. Aku akan berusaha terus menarik simpatinya seperti yang kau lakukan dulu kepadaku. Karmaku tepatnya," ucap tuan Nan penuh terus terang, membuat Allea batuk kecil mendengar tuan Nan menyindirnya.
"Oke paham, tetapi bolehkah aku bertanya Mas?"
"Tanyalah."
"Bisakah surat cerai diurus secepatnya?"
"Ok, aku akan urus, dan aku kirimkan, tapi tutup mulut dari siapapun. Termasuk adikmu."
"Oke Mas, terima kasih."
"Aku pamit, Liam kamu datanglah minggu depan ke Indonesia, tanpa Allea. Aku tak ingin orang bergunjing melihat kalian bersama. Aku akan urus semua hakmu dan aku alihkan ke kau Allea. Kau tidak masalahkan kalau aku alihkan melalui Liam?"
"Gak ada masalah Mas, aku percaya padanya."
"Ingat Liam, jika kau mengecewakan Allea, aku tak segan turun tangan membuat kau susah!" ucap tuan Nan serius.
"Tak akan aku lakukan, aku mencintai dirinya!" balas Liam tak kalah serius.
"Aku dua hari lagi akan ke sini dan Malaysia, aku membawa Anitha. Kau tidak merasa menyesal bukan?" tuan Nan kembali memprovokasi Allea.
"Aku tidak menyesal bahkan cemburu Mas, cukup bagiku kau mau memberi kami berdua tiket Honeymoon ke Eropa, " Allea kembali santai setelah semua selesai.
"Liat Liam, akhirnya calon istrimu kembali menjadi pemeras. Oke aku akan kasih sebagai kompensasi penderitaan kau bersamaku dulu.Lalu melangkah dengan hati ringan keluar dari apartemen.
"Aman?" kata Jeffy di mobil. Jeffy ada tak jauh dari lokasi. Jeffy juga yang memberi tahu lewat ponsel bahwa Liam di depan pintu apartemennya.
__ADS_1
"Beres, besok kita persiapkan dulu untuk berangkat. Kini kita langsung pulang ke Indonesia, aku tak bisa jauh dari wanita boneka itu," ucap tuan Nan yang mendapat tatapan mual Jimmy. Kemudian mereka tertawa bersamaan.
***