Upik Abu Jadi CEO

Upik Abu Jadi CEO
Ambisi di Balik Gaun Pengantin


__ADS_3

"AwAww ... aku tak menyangka Mbak sutradara terhebat." Anitha berdecak salut.


"Kamu tak marah sama mbak?"


"Tak ada yang aku harus marahkan. Mbak dari awal sudah membukakan aku jalan. Jika bukan melalui Mbak, mungkin aku bukan wanita karier tapi wanita lac*r kelas atas," ucap Anitha.


"So, kita kembali ke bajumu. Kamu ingin gaun seperti apa?"


"Aku ingin gaun pengantin terindah dari Mbak, terserah Mbak. Aku serahkan pada Mbak."


Jika Anitha membahas gaunnya dengan Melly, tuan Nan bersama Jeffy.


"Jadi Nan, kau tetap kalah melawan maunya Anitha?" Jeffy mentertawakan tuan Nan penuh kesenangan.


"Begitulah, setelah malam itu dia seperti mengalah, ternyata dia tetap minta waktu setengah tahun untuk mengurus pendirian perusahaannya. Padahal tiga bulan saja kelar diurus. Dia juga minta aku menanam saham dan meminta aku sebagai direktur utama. Sementara dia sebagai komisaris utama."


"Hahaha jadi secara tidak langsung dia menyuruh kau bekerja dan memutuskan dalam keberlangsungan perusahaan, dan dia duduk santai meminta laporan pertanggungjawaban? Begitu?"


"Begitulah ... dulu aku sibuk mereka-reka akan seperti apa dirinya."


"Tak apalah menunggu setengah tahun dengan kepastian, dari pada setengah tahun lalu tanpa kepastian, saat dia kabur dari kau," ucap Jeffy tak ada nada mengejek.


"Iya, diapun sudah mulai mempersiapkan rencana pernikahan sambil mengurus prosedur izin perusahaanya."


Anitha memang telah memulai dengan mengurus data pemegang saham, yaitu dia dan tuan Nan sendiri. Pengurusan akta pendiri, SIUP, SITU dan sebagainya yang diperlukan sampai izin perkantoran. Semua dilakukannya sendiri. Anitha benar tak ingin tuan Nan terlalu terlibat kecuali mengajaknya menanam saham di perusahannya dan meminta menjalankan perusahaannya sampai bisa berkembang.


"Apa dia bisa menjadi istri yang baik?" Jeffy menjadi ragu melihat ambisi Anitha pada kekuasaan.


"Baik yang bagaimana?" tanya tuan Nan.


"Apa dia akan bisa memprioritaskan kau dan keluarga kecil kalian suatu hari?"


"Aku akan terus mengimbanginya. Aku sudah berjanji padanya dan pada diriku, tidak akan mematahkan sayapnya dan menghambat langkahnya."


"Aku harap begitu, dari usia kau jauh berada di atasnya. Dari ambisi dia yang jauh berada di atasmu. Aku takut ambisinya menghancurkan dirinya dan akhirnya menghancurkan keluarga kecil kalian." Jeffy mengutarakan kekhawatiran sejak dia melihat ambisi Anitha.


"Kau jangan khawatir, aku akan ada untuknya. Namun kau juga harus ada untukku," kata tuan Nan penuh kekehan.


"Pantas kalian saling bertemu, kalian pasangan yang sama egois dalam hidupku!" Walau Jeffy memang memprioritaskan pasangan ini, tetapi dia tetap kesal mendengar nada tuan Nan semau dirinya.


"Dipikir-pikir hidup itu aneh," ucap tuan Nan dengan pandangan menerawang.


"Iya, seaneh kalian bertiga." Maksud Jeffy bertiga termasuk Allea di dalamnya. Bagaimana tidak aneh. Bisa-bisanya Anitha dekat dengan adik Allea bahkan dengan Allea sendiri.

__ADS_1


"Itu bukan aneh, itu langka. Semua karena aku lelaki yang baik Jeff." Tuan Nan berkata menyombongkan dirinya.


"Aku mau jemput Anitha dulu ya, kau masih mau di dalam kantor atau mau melanglang buana?"


"Pergilah dulu. Aku masih ingin di sini."


Tuan Nan meninggalkan Jeffy dan pamit pada sekretarisnya.


"Hallo sayang, apakah sudah bisa di jemput?"


"Apakah Tuan begitu punya waktu luang?" ucap Anitha yang membuat Melly mendelik. Bagaimana bisa Anitha masih memanggil tuan pada mantan abang iparnya.


"Demi memuaskan rinduku, aku harus sering mengosongkan jadwalku," ucap tuan Nan mendramatisir sebisa mungkin. Anitha tergelak.


"Oke, langsung ke sini, mbak Melly juga ingin bertemu."


"Ya, tunggu di sana."


Tuan Nan di sopiri oleh Harri telah sampai di depan butik. Harri tak perlu bergegas membukakan pintu mobil. Tuan Nan keluar sendiri dan Harri menunggu di parkiran butik.


Tuan Nan naik ke lantai tiga butik tersebut Kantor Melly memang berada di lantai tiga.


"Hai sayang," sapa tuan Nan dengan mesra membuat Melly tak percaya jika dia orang yang sama yang menikah dengan kakaknya dulu.


"Hai Mell, apa kabar?" tuan Nan menyalami Melly.


"Mas mau minum apa?" Melly memang menyediakan minuman dingin di kantornya.


"Kopi N saja." Tuan Nan tak menolak dan meminta minuman kopi kalengan.


Melly meletakkan di meja tepat dihadapan tuan Nan yang telah duduk disamping Anitha.


Tuan Nan membuka minumnya dan meminum seteguk. Dia kembali meletakkan di meja.


"Jadi Dinda sudah memilih desainnya?" kata tuan Nan. Membuat Melly tesedak minuman yang sedang diteguknya.


"Kenapa Mbak? Gak sangkakan tuan muka datar ini bisa romantis?" tembak Anitha. Sekali lagi Melly tersedak. Tuan Nan tersenyum melihat mantan adik iparnya yang telah dia anggap seperti adik perempuannya tersedak dua kali.


"Jadi yang mana? Baju kanda yang mana?"


Anitha menunjukkan bentuk gaun yang sudah didesain oleh Melly. Gaya manjanya membuat gemas Melly dan tuan Nan.


Bagi tuan Nan, Anitha tetap seperti punya dua kepribadian. Di kantor dia sangat tegas dan dingin. Namun di luar kantor terutama bersama tuan Nan sifatnya mencerminkan seorang wanita rapuh yang butuh perlindungan.

__ADS_1


Anitha kini kerap bermanja pada tuan Nan. Pikirannya tentang perusahaan, ditambah persiapan pernikahannya, membuat dia lelah hati lelah fisik. Hanya tuan Nan dan ibunya tempat dia bermanja.


"Mas kita ukur dulu ya, biar bisa melekat bagus di bodi," kata Melly.


"Boleh, tetapi mas tidak mau orang kamu yang pegang badan mas!" kata tuan Nan tegas.


"Hmmm macam bodi paling bagus saja sampai tak boleh disentuh," olok Anitha.


"Memang bodi kanda bagus ya. Sakingkan bagus, kamu saja takutkan memegang badan kanda," ucap tuan Nan. Perdebatan dimulai. Bagi Melly ini pertama kalinya dia lihat.


"Aku tak pegang, bukan takut bodi kanda rusak ya. Aku takut bodi aku yang rusak nanti jadinya," sindir Anitha. Tuan Nan paham dengan sindiran Anitha. Melly pura-pura tak paham.


Melly asli tak menyangka jika mantan abang iparnya mau berdebat dan mendebat masalah kecil saja. Namun Melly melihat tuan Nan jadi lebih manusiawi, tidak macam robot buatan pabrik atau beruang es dari kutub utara.


"Mbak, cepat ukur pangeran bawel aku ini. Sebelum dia merusak hatiku." Melly tergelak dan tuan Nan mendelik tajam. Bisa-bisanya dia bilang bawel.


"Dia yang bawel Mell, mas pula dikatainya." Tuan Nan tak terima dan cari sponsor.


"Sudahlah Mas, mengalah saja. Diakan masih muda." Melly seolah membela tuan Nan, padahal dia ingin ikut mengolok tuan Nan dengan mengatakan Anitha masih muda.


Anitha yang terkekeh membuat tuan Nan sadar, jika Melly ikut andil.


"Kamu mau ngatai mas sudah tua?" Melly benar-benar takjub dengan perubahan tuan Nansen. Dia bahkan mau bercanda dengan Melly. Walau dia dulu baik pada Melly tetapi tuan Nan lebih mirip super hero baginya.


"Sudahlah kanda, biar mbak Mell siapkan tugasnya. Aku ingin mengajak kanda berkuda."


"Tidak-tidak, kanda tak izinkan. Berkuda itu berat. Kanda tak ingin mengambil resiko kamu jatuh dan patah atau penyakitmu kambuh karena aktivitasmu terakhir-akhir ini banyak." Tuan Nan seperti mengomel.


"Baguslah kalau tidak mau, semoga besok sudah menikahpun tidak mau berkuda. Jadi aku tidak repot, weeks." Anitha menjulurkan lidahnya seperti emot yang suka dia kirim ke kekasihnya.


Tuan Nan sadar jika Anitha hanya berkias mengatakan mau berkuda.


"Bisa tidak, sekali-kali tidak mengerjai kanda?"


"Tidak bisa, itu kesenangan dinda dari pertama masuk rumah Kanda."


"Awas, hitung saja hutang jahilmu," kata tuan Nan dengan senyum liciknya.


Melly telah menyelesaikan mengambil ukuran badan tuan Nan. Mereka pamit dan Anitha asyik 'bercipika-cipiki' dengan Melly sebelum meninggalkan butik Melly.


Di mobil tuan Nan, tanpa memperdulikan kejombloan Harri yang hakiki, tuan Nan berkata, "Jadi kita berkuda sayang? Kanda rela jadi kudanya," senyum mesum timbul di wajah tampannya. Anitha merasa pipinya merona. Dia malu karena melihat dari kaca spion tengah, Harri tersenyum simpul.


Dengan gemas dia mencubit kuat lengan tuan Nan. "Dasar CEO genit!" teriaknya berupa bisikan gaib.

__ADS_1


***/


Hai Readers sayangkoe ... aku beri up dua. Hadiah dari suport readers berupa LIKE, VOTE, KOMEN dan RATE bintang lima. Serasa aku di hotel bintang lima 😍.


__ADS_2