Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Akan membencinya?!


__ADS_3

Pandangan tak percaya itu langsung menghunus Rusel yang masih tak bergeming di tempatnya. Tak perduli seberapa besar rasa terkejut pria itu padanya tetap saja. kaki kokoh masih tegap berdiri, wajah tampannya terlihat semakin mantap dan tak tersentuh.


Bahkan. disini Bibik Iyem yang merasa cemas jika nanti terjadi keributan di Kediaman ini sementara Tuan Hatomo dan Nyonya Tantri tak ada.


"Kau siapa. ha?" Daniel melesat mendekati Rusel dengan wajah tak suka bahkan lebih memendam amarah.


"Tuan Daniel!" sangga Bibik Iyem segan.


"Kau siapa? kenapa kau menggendong Sandra?"


Hardik Daniel merasa panas melihat keintiman ini. Sandra terlihat nyaman bahkan sangat tenang dalam pelukan kokoh pria gagah seperti Rusel.


"Apa kau temannya? atau..."


"Aku tak punya banyak waktu!" jawab Rusel datar melangkah tenang melewati Daniel yang tak tinggal diam langsung menyalip kedepan.


Tubuh Rusel yang lebih tinggi darinya mengharuskan Daniel mendongak-kan wajahnya.


"Kau jangan main-main dengannya." geram Daniel tak suka.


"Apa aku terlihat bermain?"


"Kau..."


"Emm... Sel!" gumaman Sandra sekali lagi menggeliat merasa terganggu. ia mengendus leher Rusel mencari jakun jantannya sampai Sandra membenamkan hidungnya kesana.


Tentu semua itu menghadirkan rasa panas yang terkobar nyata di mata Daniel sekarang.


"Sandra!!" panggil Daniel agak keras menyentak Sandra dalam tidurnya. wajah Rusel mengeras melihat Sandra linglung tertarik paksa dari alam mimpinya.


"S..Sel. ada..ada apa?"


"San!"


Sandra langsung menoleh ke depan hingga ia tersentak bukan main melihat Daniel yang tengah berapi-api memandangnya. jelas api kecemburuan itu tengah menyala-nyala disana.


"K..kau..."


"San! apa maksudmu dengan ini. ha?" lirih Daniel merasa sungguh sakit. ia sudah berusaha menemui Sandra kesini walau selalu di tolak oleh keluarga Hatomo, tapi. ia berharap Sandra mendengarkan penjelasan darinya.


"Aku menunggumu. San! dan kau..."


"Untuk apa kau menungguku?!" tanya Sandra dengan suara terkesan sangat dingin. ia turun dari gendongan Rusel yang masih diam beralih membelit pinggang Sandra posesif seakan mengatakan INI ADALAH MILIKKU.


"San! aku ingin jelaskan kalau aku..."


"Aku mengkhianatimu, atau aku telah berhasil menghancurkan hidupmu. begitu?" sambar Sandra jijik menatap sinis Daniel.


"San! dengarkan aku dulu, aku...aku tak pernah me.."


"Kau dulu menolak-ku mentah-mentah. bahkan, kau mempermalukan aku di depan dua budak-mu itu. dan sekarang..." Sandra menjeda ucapannya karna merasa benar-benar tak menyangka.


"Cih. kau ini lelaki atau bukan?!" sambungnya remeh membuat Daniel terasa meneggang di tempat. tatapan dingin Rusel begitu mengintimidasi dirinya hingga ia tak bisa bernafas tenang.

__ADS_1


"San! please dengarkan aku!"


"Aku tak mau mendengar omong kosongmu lagi." ketus Sandra lalu melangkah pergi melewati Daniel yang ingin mengejarnya namun tiba-tiba tubuhnya kaku ntah kenapa.


"San!! Sandra!!!"


"Tuan! sebaiknya anda keluar." sanga bibik iyem karna Nyonya dan Tuan Besarnya menitipkan Kediaman ini padanya. dua mahluk berkelas itu tengah pergi keluar negeri karna menghadiri acara besar.


"Katakan pada Sandra kalau dia itu salah paham padaku. dia.."


"Tuan! saya tak bisa ikut campur tapi yang jelas, Nona saya. tak akan sakit dua kali dengan orang yang sama." jelas Bibik Iyem lalu melangkah pergi menarik rasa frustasi Daniel. antara rasa takut kehilangan dan cemas karna Sandra tak mendengarkannya.


Ia beralih memandang wajah tampan Rusel yang jauh darinya. sungguh ketakutan Daniel meningkat melihat dari sepatu sampai kepala keangkuhan ini.


"Kau pasti berniat buruk dengan Sandra?!" geramnya tak suka.


"Terimakasih!"


Daniel tersentak saat Rusel berbicara seperti itu. Tubuh kekar Rusel melewatinya begitu saja dengan ucapan yang ambigu dan sangat membingungkan.


"Kau siapa? kenapa kau bersamanya??"


Rusel hanya diam. wajahnya begitu tenang dengan pikiran menerawang merasa keadaan berpihak padanya. rasa terimakasih yang ia ungkapkan itu menjabarkan apa yang telah ia dapatkan sekarang.


Prankk..


Suara benda berjatuhan dari kamar. Rusel segera melangkah cepat menuju kamarnya saat menduga apa yang di lakukan oleh Sandra.


"Brengsek!!!"


"Kau...kenapa..kenapa kau datang sekarang. ha?? setelah apa yang kau lakukan padaku. Pria sialan!!" maki Sandra sungguh naik pitam. ucapan ringan Daniel seakan mengatakan ia tak bersalah dan lepas tangan tapi, Sandra merasakan pahitnya selama ini dan dia seenaknya mengatakan itu.


"Sialan!!!"


Rusel hanya diam membiarkan Sandra menghancurkan kamarnya sendiri. tentu ucapan manis dan bagaimana kelicikan Daniel teringat kembali di kepala Sandra.


Sandra melempar semua barang-barang yang ada di depan matanya. satu hal yang membuat Rusel tergerak untuk bicara saat kaki Sandra hampir menginjak serpihan kaca.


"Hentikan!"


"Aku tak mau bertemu dengannya!" ucap Sandra tampak mau menangis tapi ia tahan sampai matanya merah.


"Dia sudah pergi!"


"Maksudnya apa datang kesini? apa dia mau mempermalukan-ku lagi. ha??" tanya Sandra dengan suara bergetar. saat melihat wajah Daniel ia merasa jijik dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan malam itu.


"A..aku... dia.. dia pasti sudah tahu bentuk tubuhku. dia..dia pasti sudah.."


"Sudahlah!" gumam Rusel mendekati Sandra yang langsung memeluknya. terlihat jelas di wajah cantik Sandra menyimpan malu yang besar.


"Apa kau tak jijik padaku?" lirih Sandra mengadah menatap wajah tampan Rusel yang begitu tenang membawa kedamaian baginya. Ia merasa diri ini begitu kecil bila di hadapkan dengan spesialnya seorang Rusel.


"K..kau bahkan belum pernah disentuh wanita manapun dan aku.."

__ADS_1


"Apa kau akan marah saat tahu sesuatu?" tanya Rusel mengusap air mata di pipi Sandra yang tertegun diam dengan nafas sedikit tersendat.


"A..apa maksudmu?"


Rusel menatap lekat manik hitam ini. terlihat sekali jika Sandra kebingungan dengan pertanyaannya barusan begitu juga Rusel yang diam mencoba mencari kebenaran.


"S..Sel! a..apa kau pernah b..begitu dengan.."


"Kalau iya?"


"K..kau... kau yang benar saja??" pekik Sandra keras membuat Rusel menyeringit merasakan gelombang suara wanita ini ingin memecah gendang telinganya.


"Pelankan suaramu!"


"S..Sel. apa kau .."


"Bagaimana jika aku yang menghamilimu?!"


Raut wajah Sandra seketika berubah lebih kelam bahkan pandangan manik hitam ini tak bisa ia hindarkan.


"Kau bukan pria brengsek seperti dia!" tekan Sandra tak suka. terlihat jelas ia membenci Daniel hanya karna hal itu. tentu respon Sandra membuat Rusel diam.


"Dia itu pria bajingan. aku sudah meminta Papaku untuk membantu keluarganya tapi apa yang dia berikan padaku?! dia bahkan mengkhianatiku dengan dua mahluk halus itu." sambung Sandra menggertakan giginya ingin sekali menendang kepala Karina lebih dari yang ia lakukan pada malam itu.


"Kau begitu membenci pria yang menghamilimu?!"


"Sangat! benih menjijikannya ini seharusnya tak aku kandung." ucap Sandra membuat Rusel tersentak. ada rasa kecewa di dalam matanya tapi ia menutupi dengan sikap tenang seakan tak ada masalah.


"Bahkan, jika kau sama seperti dia. kalian begitu menjijikan."


"Sudahlah. kau bicara denganku bukan ke Kudanil itu!" jawab Rusel enteng menghempaskan tubuhnya keatas ranjang Sandra. tak ada lagi bantal-bantal disini karna sudah tergorok ke bawah.


"Sel!"


"Hm." Rusel memandangi langit-langit kamar Sandra. memang agak lucu jika pria kekar sepertinya tidur di kamar bocah ini.


"Aku tahu kau orang baik."


"Kau yakin?" tanya Rusel beralih memandang Sandra yang mengangguk melompat ke atasnya. tatapan kepercayaan ini begitu berat rasanya di pandang Rusel yang merasa bersalah.


"Aku yakin. kau orang yang baik tapi menyebalkan."


"Kalau aku jahat?!"


Sandra terdiam sesaat. hatinya mengatakan jika Rusel pria baik-baik. dan selama ini ia juga merasakan itu, nyaman, aman, dan rasa kasih yang besar.


"Ntahlah. kalau kau benar-benar jahat. aku minta kita pisah." canda Sandra lalu terkekeh kecil tapi itu membongkem Rusel yang terpaku diam.


"Kenapa kau begitu serius? santailah sedikit. aku tak akan menakutimu sampai seperti ini." bangga Sandra yang kembali baik-baik saja. tentu itu karna Rusel yang mampu membawa dirinya kembali.


....


Vote and Like Sayang .

__ADS_1


Maaf ya say . author baru aja pulang sekolah


__ADS_2