Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Mengingat kembali malam itu!


__ADS_3

21+.. mohon pengertiannya..


............


Setelah mendengar penjelasan Daniel barusan. Sandra sungguh tak tahu harus berbuat apa. ia bingung siapa ayah dari anaknya yang tega melakukan ini padanya?!


Masih di tempat yang sama. Sandra berdiri di temani Daniel yang mencoba untuk mengajaknya berbaikan.


"San! sudahlah, kita menikah saja!"


"Kau pikir itu mudah?" tanya Sandra benar-benar begitu muak dengan keadaan seperti ini. sangat berbeda dengan yang ia harapkan selama ini.


"Dia.. dia seenaknya melakukan itu padaku. apa kau tak berfikir dengan otakmu?" sambung Sandra marah.


"Lalu kau mau apa? pria brengsek itu tak akan mau bertanggung jawab padamu!"


"Tapi...tapi dia tak bisa melakukan ini." lirih Sandra tak bisa menerima. bayangkan saja ia mengandung anak seseorang yang sama sekali tak ia kenal.


"San! tak ada yang akan tahu pria itu siapa?! aku bersedia menjadi ayahnya."


Sandra terdiam. tatapan Daniel begitu yakin bahkan sangat dalam tapi, ia tak berniat untuk berbalikan sama sekali.


Melihat keraguan di manik hitam ini. Daniel lagi-lagi menggenggam tangan Sandra untuk menyatakan cintanya.


"San! aku sangat mencintaimu, aku janji aku akan..."


"Lepas!"


Sandra melepas genggaman Daniel lalu ingin melangkah pergi tapi ia tersentak saat Daniel memeluknya cepat membuat langkah Sandra terhenti.


"Kau!!"


"Aku tak akan melepaskanmu!"


"Lepas!!!" geram Sandra memberontak tapi Daniel begitu kuat menekan tubuhnya.


"Lepas!!!"


"Tak akan. kau harus kembali padaku. San!" kekeh Daniel tak mau lagi kehilangan. Sandra memberontak keras tapi perutnya semakin di tekan Daniel menawarkan rasa sakit di bagian sana.


"Lepas!!!"


Whuss....


Suara angin keras menghantam masuk.


Sandra terkejut saat tubuh Daniel terpental ke dinding sana membentur dengan keras. mulut Daniel memuntahkan darah segar membuat Sandra benar-benar syok.


"D..Daniel!"


"S..S uhukkk!" Daniel terbatuk darah. dengan nafas tersendat itu ia mengangkat kepalanya memandang ke arah belakang Sandra dengan mata langsung melebar.


"K..kau..."


"Siapa?" tanya Sandra tapi segera tercekat saat menghirup aroma mind yang biasa hanya ia dapatkan dalam satu tubuh dan itu..


"S..Sel!" lirih Sandra tak mampu berbalik karna aura kelam mengintimidasi ini membuat tubuhnya terasa kaku dan berat.


Sosok yang tengah memandang Daniel dengan sorot mata membunuh itu hanya diam berdiri di belakang Sandra yang mengigil merasakan dinginnya angin ini.


"S..Sel!"


Sandra berusaha sekuat tenaga berbalik dengan pandangan takut dan pucat ke wajah keras mengerikan pria ini. Manik kehijauan Rusel tampak sudah kelap dipenuhi angkara murka yang nyata.


Rahangnya mengerat dengan samar Sandra lihat ada taring di sela gigi tajam Rusel yang menatapnya mengerikan.


"S..Sel!"


Gret...


Rusel dengan cepat menarik lengan Sandra dan menyeret wanita itu kasar keluar dari ruangan ini. Daniel ingin menyela tapi ia sudah tak bertenaga hingga tak sadarkan diri di tempat.


"S..Sel! kau..." ucap Sandra berusaha mengimbangi langkah Rusel dengan tangan mencengkram lengan pria itu karna menekan lengannya dengan kuat.


"Sakit!! Sel!!" ringisan Sandra mencoba lepas tapi tak bisa. ia di seret ke arah kamar tangga atas dimana Simob tampak sudah menunggu di sana.


"Sel!!"


"Ketua!" lirih Simob segera menunduk tak berani melihat wajah marah Rusel yang jarang terlihat olehnya. ini sangat kelam dan tak berdarah kebaikan.


"Sel!!!" pekik Sandra saat Rusel membawanya masuk ke dalam kamar itu lalu mendorong Sandra terhempas ke atas ranjangnya.


"A..ada apa denganmu?" lirih Sandra gemetar melihat perubahan sikap Rusel yang tengah menatapnya dengan kobaran kemurkaan.


Deru nafas pria itu tak stabil menahan rasa panas, sesak bahkan sakit yang sekaligus menghujam jantungnya.

__ADS_1


"Kau masih menemuinya!"


"S..Sel! aku..aku minta maaf, tapi...tapi aku hanya.."


"Hanya apa?" tanya Rusel dengan suara benar-benar naik pitam. ia sudah berusaha menahan segalanya selama ini tapi Sandra seakan tak menganggapnya manusia.


"HANYA APA???"


Bentak Rusel membuat Sandra terperanjat hebat saat kaca di dekat dinding sana pecah dengan gejolak angin masuk mengibas tirai. dengan mata berkaca-kaca menekuk kedua lututnya takut terasa mau terlepas.


"S..Sel!"


"Apa tak cukup hanya aku?"


Tanya Rusel mendekat membuat Sandra beringsut mundur menjauh. Manik hitamnya mengigil tak sanggup menahan rasa takut yang menjalar di seluruh tubuhnya.


"K..kau..."


"Kau begitu ingin tahu. ha?!"


"M..Mama!" gumam Sandra saat ia sudah mentok ke kepala ranjang. tak ada lagi ruang untuk lari disini bahkan bernafas saja Sandra susah.


"Kau ingat kamar ini?"


"S..Sel!"


"Coba ingatlah!" imbuh Rusel naik ke atas ranjang membuat suara deritan ketakutan bagi Sandra.


"K..kau..."


"Kau tak ingat?"


Sandra menggeleng dengan mata sudah dipenuhi air matanya yang sudah tumpah tak berani di suasana seperti ini. Tatapan Rusel padanya sungguh sangat mengerikan.


"Akan ku ingatkan!"


"K..kau..kau mau apa?" tanya Sandra bergetar dengan mata waspada menekuk lututnya semakin dalam dengan bulu kuduk meremang.


"Bibirmu!"


"K..kau.."


"Ingatlah lagi!" desis Rusel langsung menyambar bibir Sandra liar membuat wanita itu menjerit tertahan oleh serangan brutalnya.


"Selmmm!!"


Tentu Sandra memberontak tapi kedua tangannya di tahan Rusel ke atas kepala dan kedua kakinya di kunci kaki kokoh Rusel yang kuat.


"Emm!!!" geraman Sandra berusaha menghindar tapi tautan panas Rusel tak bisa ia lepaskan. ia merasakan jelas lidah pria ini bergerak liar di dalam rongga mulutnya memantik gejolak hasrat dan rasa takut bersamaan.


"ingatlah kembali!" bisik Rusel dengan suara serak bahkan begitu berat. deru nafasnya memburu seakan ada sekangan di dada bidang itu.


"A..***!!"


"Kau menyukainya?" tanya Rusel saat jilatan sensual itu Rusel berikan ke garis leher Sandra. tentu ia sudah hafal dimana semua titik tumpu gairah wanita ini.


Mata Sandra terus meluruhkan cairan bening itu. Ia mulai membayang pada kamar ini hingga Sandra ingat kalau ruangan ini adalah tempat saat ia bangun dari tidur panjangnya malam itu.


"I..ini.."


"Kau ingat? bagaimana kau menyentuhku?"


Sandra terkejut dengan peryataan Rusel di telinganya. hembusan nafas itu sangat jelas dan begitu nyata yang ia rasakan di malam yang sama.


Satu tangan Rusel masuk ke sela Sweater Sandra mencari kaitan Bera wanita ini.


"Kau menciumku tanpa ku perintahkan! kau bergerak erotis memancingku tunduk dan kau.."


Rusel menjeda ucapannya saat sudah melepas kaitan benda itu. Ia dengan kasar menariknya sampai putus dari bahu Sandra yang terdiam dengan pandangan mata kosong.


"Kau tanpa malu menunjukan semuanya padaku. Sayang!"


"K..kau..."


"Yah! kau ingat?" tanya Rusel membelai pipi lembut Sandra dengan seringaian iblisnya. sungguh Sandra merasa ini bukan Rusel yang ia kenal selama ini.


"Aku sangat menyukai .."


"Akhss!" suara lembut Sandra muncul saat tangan besar Rusel di dalam sana tengah meremas satu Squishi kenyal yang selama ini menggodanya.


"Suaramu yang lembut ini." sambung Rusel tersenyum misterius. Namun, Sandra langsung menjerit saat Rusel menarik celana Joggernya secara paksa dan sangat kasar.


"Jangan!!"


"Akan ku ingatkan rasanya!"

__ADS_1


"Jangan, hiks! jangan!" isak Sandra berusaha menahan lengan Rusel yang tampak hilang kendali. Tarikan kasar itu menggores paha putih Sandra tapi Rusel tak perduli tetap melepas semua helai ini.


"J..jangan hiks, lepas!!"


"Suttt! ini tak akan sakit, tenanglah." bisik Rusel sudah sangat menggila melihat tubuh polos wanita ini. ia meraba paha Sandra dengan lembut membuat tubuh wanita itu menggeliat.


"J..jangan, jangan lakukan itu." pinta Sandra menutupi dadanya dengan kedua tangan. wajahnya yang pucat dengan air mata yang merembes turun itu tak di pedulikan Rusel yang sudah dikuasai amarah dan hasratnya.


"Kau sangat seksi!"


"K..kau mau apa?" gemetar Sandra saat Rusel melepas jaketnya sendiri. Ia menelan ludahnya kasar menduga apa yang akan diperbuat Rusel padanya.


"Lihatlah! siapa yang telah mengambil mahkotamu itu!"


"K..kau brengsek!!" maki Sandra keras tapi Rusel hanya tersenyum kecil menarik lengan Sandra agar memperlihatkan dada sekang berisinya.


"Aku sudah katakan padamu. jangan memancingku, hm?"


"A..aku..aku pikir kau..kau pria yang baik! tapi..tapi kau.."


"Aku tak sebaik itu." desis Rusel langsung mengungkung Sandra yang bergerak ingin lepas tapi kekuatannya tak sebesar itu. Kedua tangannya di tahan di atas kepala hingga dada Sandra membusung menyentuh wajah merah Rusel yang tengah kelap.


"Aku tak sudi kau di sentuh pria lain!"


"L..Lepas!"


"Kau milikku!" geram Rusel segera menyesap puncak ranum itu membuat tubuh Sandra bertekuk hebat. tubuhnya merespon panas setiap sentuhan yang di berikan Rusel.


"Sss Seell."


Rusel hanya diam terus menikmati suguhan manis ini. Ia begitu rakus menghisap semuanya menawarkan sensasi gila bagi Sandra yang menggeliat erotis.


K..kenapa aku malah menikmatinya? aku..aku tak bisa seperti ini.


Batin Sandra berusaha lepas dari semua yang ia rasakan tapi setiap ia ingin sadar maka ia akan merasa kehilangan kepuasaan.


"Aku suka tubuhmu." serak Rusel membenamkan wajahnya ke belahan dada empuk Sandra yang mengigit bibir bawahnya begitu terlihat pasrah dan sangat seksi.


Belaian tangan Rusel terus memuja lekukan tubuh Sandra yang bak cacing kepanasan terus di pancing untuk melenguh. Sekuat tenaga Sandra menahan suara kenikmatan itu tapi ia tak sanggup bungkam dikala liang lembab di bawah sana meminta hujaman lebih.


"S..Sel emm!"


"Yah! hanya nama itu. hm?" lirih Rusel mengecup sepanjang perut Sandra dengan ciuman lembut tak seliar tadi. Tak ada yang terlewat sama sekali oleh bibirnya di setiap lekuk perut dan pinggang Sandra sampai ke bagian bawah sana membuat Rusel tertegun.


Semuanya terlihat menggiurkan. belahan pink segar yang mulus dengan tai lalat di paha tengah Sandra yang begitu manis.


"Ini hanya milikku. kan?"


"A..akhs!!" pinggang Sandra sedikit terangkat saat jemari Rusel menyentuh perlahan bagian lembab itu. belaian lembut seakan hanya mempermainkan gairah wanitanya.


"Tak ada yang bisa memiliki ini semua. selain aku." gumam Rusel langsung menyesapnya membuat Sandra membelalak hebat dengan tubuh bergetar.


"S...Sel!!!" jerit Sandra mencengkram bantal di bawah kepalanya dengan kedua paha di tahan kedua tangan Rusel yang menikmati suguhan madu di bawah sana.


Aku mau lepas!!! tolong aku...aku ...


Sandra tak tahu harus mengatakan apa. disuatu sisi ia ingin pergi tapi di disisi lain ia tak mau lepas dari ini.


Rusel sendiri-pun tak bisa sadar. ia sudah terlalu di kuasai hasrat tingginya sampai terus menikmati tubuh Sandra yang selama ini membuatnya merasa menggila.


"A..aku ..aku l..lepas!" erang Sandra melantur antara menikmati dan ego yang tinggi.


Rusel tak bisa menahan lagi. ia dengan cepat melepas bagian bawahnya serta baju kaos atasannya. Tubuh kekar itu terlihat sangat perkasa tapi Sandra tak bisa melihat jelas karna ia terlalu lepas tak berdaya.


"L..lepas!" lirih Sandra tak tahu lagi ingin berkata apa. Ia hanya menatap samar otot-otot kekar itu mengungkungnya dengan begitu jantan menyela diantara pahanya.


"Aku akan membuat kau ingat bagaimana rasanya malam itu."


"L..lepas!"


"Dengan begitu. kau tak akan mencarinya lagi!" desis Rusel geram memposisikan benda perkasa itu dengan liang yang tepat. Pusaka tajam dengan ukuran sempurna untuk membuat Sandra menjerit malam ini.


Dengan agak kasar Rusel menekannya membuat Sandra mencengkram lengannya kuat merasakan sensasi dejavu itu lagi.


"A..aaa.."


"K..kau.ss.." desis Rusel mendorong perlahan dengan rasa tak terjabarkan menjalar di tubuhnya. Sandra mencengkram kuat lengan kekar Rusel yang mengadah dengan desisan seksi yang membuat Sandra menggelinjang.


"SS..Sandra!" lirih Rusel benar-benar lemah saat benda itu di telan masuk ke dalam liang lembut dan ketat sana. Ia merasa ini sangat membuatnya hilang akal dan tak berdaya.


Kau ingat rasa ini. aku tak pernah melupakan semua tentangmu.


Batin Rusel begitu membayangkan malam itu. Bukan ia yang mencoba mengambil kesempatan tapi Sandralah yang merayap di tubuhnya lebih dulu.


..........

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2