
Setelah melangkah cukup tergesa-gesa akhirnya Rusel sampai ke pintu kamarnya yang tertutup rapat. ia dorong gagang pintu itu pelan mencoba untuk mempersiapkan diri dan pandangannya langsung di hampa kekosongan.
Tak ada Sandra diatas ranjang besarnya dan di beberapa sudut ruangan ini. rasa cemas Rusel mulai naik segera memeriksa kamar.
"Sayang!" panggil Rusel membuka kamar mandi dan tak ada wanita itu. ia pergi ke ruang ganti dan tempat jejeran pakaian tetapi ia masih belum menemukan Sandra hingga kecemasan itu membuat nya sulit bernafas.
Tak mau terlalu lama dalam rasa ini. Rusel langsung keluar lalu melangkah ke arah pintu, tapi ia melihat sekilas bayangan dari arah Balkon kamar.
Saat ia menyibak tirai tebal ini matanya langsung menemukan sosok cantik itu tengah duduk di sofa Balkon seraya memangku Laptopnya.
Sandra terlihat menyembunyikan wajahnya di balik helaian rambut panjang yang terurai begitu saja.
"Sel!" lirih Sandra seakan baru melihat. Rusel hanya diam menatap intens mata sembab yang terlihat masih basah.
"Kenapa kau kesini? kau masih ada pertemuan. Sel! lagi pula aku tengah mengerjakan Ujian-ku. kau.. "
Sandra terhenti bicara saat Rusel sudah memeluknya tanpa suara. dekapan hangat itu membuat Sandra mencengkram kedua sisi Dressnya menahan lonjakan sesak.
"Jangan membohongiku." ucap Rusel berbisik tegas dengan pelukan menguat. kepala Sandra terbenam ke dada bidangnya hingga bibir wanita itu bergetar menahannya.
Kenapa rasanya aku ingin mengatakan lukaku tapi aku tak sanggup bicara.
"A... aku tak apa. aku hanya... "
"Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Rusel menarik dagu Sandra pelan untuk menatap nya. manik hitam sendu ini terlihat banyak mencerminkan keadaan yang membuat hati Rusel berdenyut sakit.
"Tak ada. aku hanya kelilipan. itu karna nya aku.. "
"Aku tak ingin mendengar alasanmu." tegas Rusel mengusap pipi basah Sandra dengan tangannya. tentu Sandra tak mampu untuk menahan air bening itu keluar membasahi jemari Rusel yang tak bisa membayangkan apa yang telah di katakan Raja Mikes pada istrinya.
"D.. dia tak mau berhenti. tanganmu jadi basah. kau.. "
"Menangis saja!" tukas Rusel menangkup pipi Sandra dengan kedua tangannya. bibir lembab ini bergetar menahan isak hingga akhirnya ia lepas kan juga.
Rusel mendekap erat tubuh rapuh ini dengan usapan lembut ke punggung dan kepala Sandra. ia menghujami bahu wanita itu dengan kecupan penuh cinta yang benar-benar menguatkan Sandra.
"Maafkan aku! datang kesini bukan memberikan kebahagiaan untukmu, tapi aku semakin membuat kau terluka. maafkan aku." sesal Rusel yang di jawab gelengan oleh Sandra.
"Tidak. kau.. kau tak salah apapun. aku yang terlalu lemah untuk.. "
"Jangan berkata begitu. aku tak suka." tukas Rusel mengelap hidung Sandra yang merah. nafas Sandra berangsur tenang dengan tarikan ingus menggemaskan membuat Rusel tersenyum pelit merapikan rambut Sandra yang sedikit berantakan.
__ADS_1
"Sel! apa pertemuan mu sudah selesai?" tanya Sandra menyandarkan kepalanya ke dada bidang Rusel yang dibaluti kemeja dengan lengan diblipat ke atas menunjukan lengan kekar itu. baru pertama kali Sandra melihat Suaminya memakai Kemeja formal begini dan biasanya hanya kaos sederhana saja dan nyatanya begitu mempesona.
"Sel! jawab."
"Belum."
"Apa???" pekik Sandra terkejut.
"Di sana ada Ayahmu. dia bisa saja menghukummu, Sel!" imbuh Sandra panik. Namun, respon Rusel hanya tenang dan datar mengusap perut besar Sandra lembut.
"Biarkan saja."
"Sel! aku tak mau kau bertambah pusing nanti, pergilah kembali ke sana."
Rusel hanya diam masa bodoh. ia tak lagi punya minat untuk ke sana dan biarkan saja pria itu mengurus pertemuannya.
"Sel!"
"Suamimu ingin disini dan kau mau mengusirnya?" sinis Rusel menggulung rambut panjang Sandra ke atas agar lebih segar.
"Bukan begitu. aku hanya tak mau kau pusing lagi memikirkan pekerjaanmu. kau sudah tampan seperti ini harus jadi yang terbaik." puji Sandra tersenyum menepuk dada bidang Rusel yang mengulum senyuman.
"Dan kau masih tetap jelek."
"Hey!! kau mulai nakal. ha?"
"Sejak kapan aku tak nakal padamu." jawab Rusel meyeringai mesum mengungkung tubuh Sandra yang terbaring diatas sofa panjang Balkon ini.
Keduanya saling tatap dalam tapi tak lama setelahnya Sandra tak bisa menahan kegelian langsung terkekeh membekap wajah tampan Rusel dengan satu tangannya.
"Jangan menatapku begitu."
"Ada yang salah? aku menatap istriku. bukan istri orang lain." jawab Rusel mengecup telapak tangan Sandra yang ada di dekat bibir nya.
Sandra beralih mengusap kepala Rusel di mana rambut pria ini terlihat rapi dan beraroma mind. ia suka wangi maskulin ini.
"Berbaring disini!"
"Kau sudah tidur siang?" tanya Rusel berbaring di samping Sandra yang menaikan kepala nya ke atas dada bidang Rusel yang bertopang kaki ke pegangan Sofa. beruntung benda ini sedikit lebar tapi kaki Rusel masih kepanjangan.
"Belum!"
__ADS_1
"Makan?"
"Sudah. tapi, ada yang kurang."jawab Sandra sedikit melemah dan tak bersemangat.
"Apa? kau butuh sesuatu."
"Susu! aku rindu buatan Isami dan Bibik Iyem." desah Sandra dengan jarinya mengusap jakun jantan Rusel yang begitu ia sukai. bisa di bilang salah satu bagian yang membuat Sandra tak bisa diam adalah benda ini.
"Kau ingin minum sekarang?"
"Tidak! lagi pula tak mungkin Isami kesini, kau ada-ada saja. Sel!" decah Sandra menepuk dada Rusel pelan lalu mencoba untuk memejamkan matanya. cuaca hari ini memang mendukung untuk tidur siang.
Keduanya diam menikmati waktu yang berkedip singkat. Sandra mulai menyelami mimpinya di tengah belaian tangan besar Rusel di kepalanya. berbeda dengan Sandra, Rusel justru tengah menerawang jauh memikirkan tentang Raja Mikes yang pasti mengatakan sesuatu yang perih.
"Ketua!!"
Suara Simob di depan pintu sana membuat Rusel tersadar. ia melihat wajah Sandra yang sudah damai dengan helaan nafas tenang.
"Walau kau tak mengatakannya. tapi aku bisa merasakan luka di hatimu." gumam Rusel mengecup lama kening Sandra lalu perlahan mengangkat tubuh jenjang ini ringan dan sangat hati-hati.
Rusel membawa Sandra masuk ke kembali ke dalam kamar lalu membaringkan tubuh wanita itu diatas ranjang dengan lembut.
"Ehmm.. Sel!" gumam Sandra menggeliat tapi Rusel mengganti tubuhnya dengan guling di dekat Sandra. kenapa ada bantal guling itu? jelas Rusel menyiapkan semua kebutuhan Sandra. saat ia akan pergi makan Rusel biasa mengganti tubuhnya yang di peluk Sandra dengan guling empuk itu.
"Tidurlah! kau pasti sudah lelah."
Setelah memposisikan istrinya dengan baik dan nyaman. Rusel baru melangkah membuka pintu kamar megah ini.
"Ketua!" Simob menunduk saat Rusel sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa?"
"Ketua di panggil Raja Mikes! dia terlihat marah padamu. Ketua!"
Rusel hanya diam. pasti Raja Mikes murka karna ia sudah tak kembali selama ini meninggalkan forum pertemuan yang sangat penting.
"Sepertinya bukan itu saja. Ketua! Yang Mulia Raja tadi bertemu dengan Raja Wilson dan setelah itu mereka terlihat membuat kesepakatan."
"Sialan!" umpat Rusel segera melangkah kesana. baru saja ia berusaha tenang tak emosi tapi lagi-lagi pria itu menjual namanya.
Vote and Like Sayang..
__ADS_1
maaf say.. author baru pulang. jadi lama up🥰🙏