Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Semakin rumit!


__ADS_3

Gejolak publik yang mengetahui tentang berita itu membuat semuanya runyam. Nama Sandra benar-benar di jadikan bualan mulut oleh seluruh Kampus bahkan, berita ini sudah sampai ke telinga Tuan Hatomo yang sungguh syok melihat apa yang telah terjadi.


"Bagaimana bisa begini?"


"Jendral! kami masih menyelidiki ini, tapi. Nona Sandra harus di sidang terlebih dahulu."


Jawab Letkol Traniaga yang merupakan bawahan Jendral Hatomo yang memimpin militer atas. mereka juga tak heran dengan kenakalan Sandra tapi tak pernah sampai membunuh seperti ini.


"Dia tak mungkin melakukan ini."


"Kami mengerti. tapi, proses hukum harus di lakukan untuk penyelidikan." jawabnya lagi segan.


Tuan Hatomo memijat pelipisnya dengan pelan merasakan pusing akibat masalah ini. tentu nanti Sandra akan di bawa ke Kantor Departemen untuk di lakukan pemeriksaan.


"Selidiki ini di luar prosedur Pemerintah."


"Baik!"


Jawab Letkol Traniaga lalu memberi hormat dan melangkah pergi dari ruangan khusus milik pimpinannya ini.


"Bagaimana bisa dia seceroboh ini? sudah jelas banyak yang tak suka padanya." gumam Tuan Hatomo benar-benar cemas jika Sandra terlibat kasus Kriminal yang semakin merusak reputasinya.


"Suamiku!"


Suara Nyonya Tantri masuk dari arah pintu. wajah Tuan Hatomo kembali tenang menatap istrinya yang pasti sudah tahu ini.


"Suamiku! apa kau sudah tahu tentang berita ini?!"


"Sudah." jawab Tuan Hatomo berdiri dari duduknya mendekati Nyonya Tantri yang terlihat menyimpan kekhawatiran.


"Situs itu memang sudah di Blokir oleh seseorang, tapi. orang-orang yang mengetahui beritanya telah menyebar ke lain tempat. kita tak bisa menghentikan semua ini."


"Yang harus di cari, itu adalah penyebar berita ini. percuma jika membungkam dari mulut ke mulut itu tak akan berguna." jawab Tuan Hatomo berfikir keras.


Ini tak hanya menyangkut tentang Sandra tapi juga keluarga mereka. sorotan pandangan publik pasti akan mengecam agar menyerahkan Sandra ke aparat Negara.


"Suamiku! selain Sandra, Erina dan Delina juga akan terkena imbasnya. mereka pasti akan di kepung media hingga .."


"Apa itu yang kau pikirkan?"


Nyonya Tantri terdiam saat hunusan mata tajam Tuan Hatomo menusuk jantungnya.


"Ke 3 nya adalah putriku! walau mereka memiliki sifat berbeda tapi bukan berarti aku akan membiarkan salah satunya."


"Suamiku! aku juga perduli pada Sandra, dia juga putriku. tapi, Sandra sedari kecil tak pernah menurut pada kita. dia punya jalannya sendiri, apa dia dekat denganku. ha?"


Tuan Hatomo mengambil nafas tenang. memang Nyonya Tantri memiliki sikap keras kepala yang sama seperti Sandra, wanita ini juga sangat disiplin dan tak menyukai seorang yang liar.


"Terserah padamu."

__ADS_1


"Suamiku! aku tahu jika aku terlalu egois menginginkan putri-putriku menjadi orang yang berguna, tapi. aku juga akan berusaha untuk membuat Sandra mengerti."


Nyonya Tantri berucap tegas dengan pandangan yang mantap dengan pikirannya sendiri.


"Dia tak akan mengerti!"


"Maksudmu?" tanya Nyonya Tantri bingung. Tuan Hatomo hanya menatapnya dengan datar dan tenang.


"Karna kau tak mau mengerti."


"Jangan memutar balikan keadaan." bantah Nyonya Tantri tapi Tuan Hatomo hanya diam duduk di kursinya kembali. jika di layani perdebatan ini akan berlanjut berhari-hari.


..........


Sedari tadi Sandra tak di biarkan keluar dari kamarnya. ia kebingungan kenapa Rusel mengurungnya disini apalagi ia ingat jika nanti acaranya akan di mulai.


"Siapa-pun yang di luar!!! buka pintunya!!!" teriak Sandra menggebrak pintu kamar Hotel luas ini.


Ia sudah bangun dan membersihkan diri, baju gantinya juga telah di siapkan tapi Ponselnya hilang ntah kemana.


"Cih! kenapa malah begini? aku tak bisa terlambat." gumam Sandra merapikan Kaos Over size yang membalut tubuhnya. ia hanya memakai Hotpants karna hanya ini yang di sediakan di atas ranjangnya.


"Sel!!! buka pintunya!!"


Tak juga ada jawaban. Sandra beralih melangkah ke Balkon lebar di sampingnya hingga langit gelap malam sana terlihat mendung dan juga dingin.


"Hey!!!" teriak Sandra pada beberapa orang yang ada di bawah sana. mereka membungkuk menyapa Sandra yang tersenyum ramah.


"Maaf!!!"


Jawab mereka lalu berlalu pergi. sekitar Hotel ini masih terlihat baik-baik saja padahal ia tak menduga jika ini semua adalah manipulasi dari Rusel yang membayar semua orang-orang ini untuk membuat suasana stabil seperti biasa hingga Sandra tak merasakan keanehan.


"Cih. awas saja kalau dia pulang, aku akan mengigit jakunnya." desis Sandra menghentakkan kakinya lalu kembali masuk ke dalam kamar.


"Aaaa!! aku bosan!!" teriak Sandra menghempaskan diri ke atas ranjangnya. ia terdiam saat melihat bantal yang tadi mereka gunakan untuk memfasilitasi pertempuran 3 ronde ini.


"Sel! aku suka punyamu." desis Sandra menutup wajahnya karna sangat malu akan pikiran kotor ini. tubuh Rusel begitu gagah dan sangat sempurna, ia tak bisa menahan dirinya terlalu lama.


"Baby!" lirih Sandra mengelus perutnya. ntah mengapa semakin kesini ia mulai menerima bayi ini dan sangat menantikannya lahir dengan begitu hubungannya dengan Rusel akan semakin erat.


"Maafkan aku. sebenarnya kau tak beruntung berada di rahimku. tapi, aku senang karna kau aku jadi bertemu dengannya." gumam Sandra bahagia membayangkan Rusel yang selalu membuatnya menjadi yang terbaik.


Setelah beberapa lama. Sandra mulai merasa ngantuk kembali apalagi suasana sunyi ini menenggelamkannya dalam hayalan mimpi indah itu.


"Sel!" gumam Sandra memeluk bantal yang beraroma mind khas Rusel. pikirannya jadi sangat tenang dan bahkan begitu mudah terlelap.


Di luar sana. Guren terus berjaga sesuai perintah Ketuanya yang tadi sudah keluar untuk melihat keadaan.


Anggota mereka mengatakan kalau di Kediaman Hatomo sudah di penuhi wartawan dan kemungkinan Sandra tak akan bisa pulang ke Kediamannya.

__ADS_1


"Kasihan Nona Sandra. dia tengah hamil tapi ada-ada saja yang mengusiknya."


"Hm. percaya saja pada Ketua, dia tak akan membiarkan Nona di penjara." jawab Guren pada anggota yang lain tengah mengamankan tempat ini.


"Sandra!!!!"


Guren tersentak saat ada suara di bawah sana. para anggota juga langsung berlari untuk membungkam suara itu.


"Sandra!!"


"Tutup mulutmu!" geram anggota Rusel menahan Daniel yang menerobos masuk ke sini.


"Dimana Sandra? dimana dia?"


"Bukan urusanmu."


Mereka menarik Daniel untuk kembali ke luar Gedung. tentu tubuh lemah Daniel tak sebanding dengan kekuatan anggota Rusel yang dengan mudah melemparnya ke luar.


"Sandra!!!"


"Pergi dari sini atau terima kematianmu." tekan mereka tapi Daniel bangkit kembali setelah terjerumus na'as ke lantai dingin itu.


"Dia..dia harus pergi! semua orang tengah mengincarnya!! dia tak bisa disini." bantah Daniel cemas. ia terlihat masih pucat karna baru keluar rumah sakit dan Daniel tadi kebetulan melewati jalan ini dan ia melihat Sandra yang berteriak dari atas sana.


"Pergi sebelum Ketuaku datang!"


"Mereka ingin Sandra masuk penjara! dia..dia tengah hamil dan aku..aku tak bisa diam saja." geram Daniel membuat kekacauan menarik Guren yang tak sabar lagi untuk membungkam mulut pria otak sempit ini.


"Kau diam!"


"Kenapa? pasti kalian yang tengah menjebaknya." tuduh Daniel sembarangan. Guren naik pitam mengeluarkan pistolnya segera ingin membidik kepala Daniel yang syok.


"Guren!"


Mereka langsung terdiam dan segera membungkuk saat kemunculan suara di belakang Daniel yang membeku tak bisa bergerak.


"Maafkan kami. Ketua!"


Daniel menatap aneh para anggota yang tadinya sangar tiba-tiba tunduk dengan Guren menyimpan kembali pistolnya.


Aura disini tiba-tiba dingin dengan intimidasi yang mengalir di kakinya. sungguh ia tahu siapa yang tengah ada di belakangnya sekarang.


"Kau ...kau pasti ingin menjebak Sandra-kan?" tanya Daniel masih tak bisa berbalik. tiba-tiba saja ia merasa kecil jika berdiri di hadapan pria ini.


"Bawa dia ke ruanganku!"


Titahan mutlak itu menggerakan semuanya hingga Daniel kembali memberontak saat tubuhnya di bekuk dengan kasar.


.....

__ADS_1


"Vote and Like Sayang..


__ADS_2