Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Rencana penyerangan!


__ADS_3

Lembaran-lembaran kertas itu sudah ia susun rapi di atas tangannya, bahkan. ia sendiri yang memasukannya ke dalam Amplop merah yang terlihat telah di pisah-pisahkan sesuai nama Target yang ada di luarnya.


"Kau yakin ingin melakukan ini?" tanya sosok tinggi dengan tubuh kekar yang baru masuk ke ruangan khusus di Gedung ini.


Ia menegguk botol alkohol di tangannya seraya melirik pekerjaan sunyi dari pria tak ada otak yang membebaskannya itu. tapi ia suka.


"Sebentar lagi! ku pastikan kali ini tak akan gagal."


"Cih! jadi, kau pernah gagal rupanya." jawab pria itu menyeringai membuat bekas luka di dekat dagunya merekah.namun, ucapan itu hanya di pandang tenang oleh sosok berkulit putih ini.


"Jangan lupakan juga kegagalanmu."


"Kauu..."


"Ingat. aku yang membebaskanmu." imbuhnya menekan. terlihat jelas ambisi itu terlalu berkobar nyata bahkan Aleno sampai terdiam sejenak.


"Seberapa benci?"


"Tak bisa kau ukur." geramnya dengan cengkraman kuat ke pinggir meja. awalnya ia kira ini hanya soal perebutan tahta tapi, nyatanya ada nyawa sang ayah yang telah di jadikan tumbal.


Kalian bersenang-senang diatas penderitaan Momyku. kalian menginjak nyawa Ayahku.


Kalimat yang menggambarkan betapa kian memuncaknya dendam itu. Kali ini Lucas tak main-main, ia bahkan telah mengajak sekutu dari negara di sekeliling Kerajaan Dezon untuk berkhianat.


"Kau yakin akan melawannya?"


"Kau meraggukanku??" tanya Lucas dengan emosi meninggi. matanya terlihat melotot dengan rahang mengeras.


Aleno hanya menatapnya santai tapi ada seringaian tersembunyi di balik wajah liciknya.


"Aku percaya. sekarang katakan apa yang baru saja kau lakukan!" duduk di dekat Lucas yang segera menunjukan Laptopnya.


"Kau baca dan lihat."


Aleno menatapnya intens hingga matanya melebar melihat semua sketsa dan data-data tersembunyi Kerajaan sudah lengkap disini.


"Dia memang sudah buta."


Batin Aleno merasa ini sangatlah berbahaya bagi Kerajaan Dezon. data penting mereka tersalin dan bahkan bisa saja ini yang di jadikan bahan oleh Lucas untuk menarik minat sekutu.


"Kau tak takut Kerajaan itu akan musnah?"


"Aku tak perduli." jawab Lucas dengan intonasi remeh. sekarang yang ingin ia capai hanya kehancuran Kerajaan sialan itu agar semuanya bisa tahu betapa kuatnya penerus Putra Kedua Raja Dezon terdahulu.


"Jadi, kau menggunakan ini untuk membuat para sekutumu percaya?"


"Yah! ternyata selama ini tak ada yang namanya teman." ujar Lucas benar-benar sudah menyusunnya dengan matang. sekarang Kerajaan Dezon tak akan lagi punya sekutu tetap bahkan Raja Mikes sekalipun tak akan mampu berkutik.

__ADS_1


"Apa rencanamu?" Aleno mulai tertarik. ia merasa senang mendapatkan Lucas yang begitu sangat bisa diandalkan.


"Aku sudah memberikan data tentang wilayah Kerajaan Dezon yang lemah dalam penjagaan. mereka sudah ada di semua titik yang ku tetapkan dan malam nanti mereka akan menyerang bersamaan."


Aleno meletakan botol Alkoholnya diatas meja. ia tak yakin jika hanya menyerang Wilayah ini bisa berhasil.


"Lalu?"


"Saat Kerajaan di sibukan dengan pemberontakan itu. maka aku akan menyerang Istana lalu membebaskan Momyku."


Aleno langsung terbahak mendengar rencana Lucas. dahi pria itu menyeringit dengan kepalan menguat.


"Kau meremehkan aku???" bentaknya dengan marah menghentikan tawa Aleno.


"Sebelum kau menyusun rencana Sampah ini. sebaiknya kau tanyakan padaku yang telah bertahun-tahun mencobanya."


Lucas terdiam. ia sudah memikirkan ini dan memang Aleno sudah menyerang Istana beberapa tahun lalu namun gagal. itu karnanya luka di tubuh Aleno di sebabkan oleh pedang Putra Mahkota.


"Kau tenang saja. aku tahu bagaimana taktik menyerang mereka."


"Kecuali yang satu itu." jawab Aleno tersenyum bahagia. kalau begini ia sudah tak sabar untuk bertemu musuh lama dan membalas segalanya.


"Malam ini kita bergerak. ingat kau jangan menusukku dari belakang." ancam Lucas yang diangguki Aleno. jika sudah menemukan Inang yang tepat lalu kenapa ia harus pindah? pertanyaan licik yang berkeliaran di benak Ketua Ular ini.


"Apa kesayangan si Putra Mahkota itu sudah besar?" tanya Aleno geli sendiri tapi ia masih punya foto Sandra di sakunya.


"Kau jangan main-main dengannya. dia tak bisa dianggap remeh."


"Hmm.. agak aneh bila seorang wanita ceroboh dan sulit di kendalikan itu bisa mengambil kepercayaan Rakyat Dezon." jawab Aleno mengeluarkan foto Sandra. wanita berambut panjang dengan tatapan bola mata hitam bak Barbie hidup.


"Ada Feliks di belakangnya. aku belum menargetkan wanita itu."


"Jika kau selesai dengan dendammu. sisa-kan Spesies langka ini padaku."


Lucas berdecih. memang ia akui daya tarik Sandra memang kuat tapi ia tak akan terjebak dengan si mulut pedas itu.


"Jika kau mengusiknya. Feliks akan mengoyakmu."


"Benarkah?" gumam Aleno semakin merasa jatuh dalam rasa dendamnya. Selama ini jelas jika Rusel selalu melindungi Sandra dengan nyawanya dan pada saat tragedi penabrakan itu Rusel juga mengorbankan hudupnya. ini adalah hal yang menarik.


"Putra Mahkota Dezon begitu menggilai Sandra-nya. berarti wanita ini punya sesuatu yang luar biasa. hebat di ranjang pastinya."


Lucas jijik mendengar ucapan kotor Aleno yang terlihat menciumi foto Sandra. mungkin pria ini selalu menjadikan Sandra bahan fantasi menjijikan itu.


"Terserah padamu. yang ku inginkan hanya kehancuran Kerajaan Dezon bersama mereka."


"Kau tenang saja. aku sudah punya rencana jitu." jawab Aleno semakin menjadi-jadi menjilati wajah cantik di foto itu. tak tahan akan rasa jijiknya, Lucas memilih pergi keluar ruangan. Pria itu memang sudah gila.

__ADS_1


...............


Sedari tadi Sandra terus menemani Ratu Bellarosa mengitari perkebunan. hari sudah menginjak sore dan ia masih disini tak tahu sampai kapan duduk di perhentian.


"Yang Mulia! sudah lama kau disini, memangnya mau mencari apa?" tanya Sandra menyeringit menatap Ratu Bellarosa yang berdiri di hadapannya.


"Seberapa kau mencintai Rakyat Dezon?" suaranya begitu tegas.


"Selama ini aku banyak turun melihat mereka bersama Suamiku. dan ternyata mereka baik penuh dengan kasih sayang pada Kerajaan. sejak itu aku juga menganggapnya keluarga." jawab Sandra memang benar adanya.


"Bagaimana dengan suamimu?"


Sandra terdiam sejenak. ada senyuman di bibirnya di kala membayangkan wajah tampan Rusel yang selalu membuatnya mabuk dan tak mau beralih hati.


"Aku tak bisa menjabarkannya dalam satu kata. Yang Mulia!"


"Maksudmu?"


"Dia lebih dari apapun diatas dunia ini. bagiku dia bisa jadi apapun, baik itu Ayah..."


Sandra menatak cincin pernikahannya. Permata Giok cantik yang begitu langka di dunia ini.


"Maupun seorang Suami ataupun Ibuku. memangnya kenapa?"


Ratu Bellarosa menghela nafas halus. rasanya memang begitu kejam mengakatan ini tapi ia tak ingin Sandra terkejut nantinya.


"Kau bersedia menjadi istri putraku. Yang Notabennya adalah Putra Mahkota Kerajaan Dezon yang sangat berarti dan di butuhkan Rakyatnya. dia tak hanya putraku atau suamimu saja. dia adalah milik Kerajaan bahkan Rakyat Dezon." ucap Ratu Bellarosa tegas dan penuh makna.


"Aku tahu. Lalu apa masalahnya?"


"Kau begitu bekerja keras agar Rakyat Dezon menerimamu. dan sekarang mereka bersamamu. apa kau begitu perduli padanya?"


Dahi Sandra menyeringit tak mengerti. Ratu Bellarosa seakan mengatakan sesuatu tapi dalam wujud yang rumit bagi Sandra.


"Kau siap menyandang gelar Ratu disini?"


"Yang Mulia. kau.."


"Gelar itu tak hanya sebuah status atau kehormatan saja. aku tak ingin Kerajaan dan semua Rakyat Dezon menderita lagi." sela Ratu Bellarosa membuat Sandra terdiam cukup lama.


Tapi. memang inilah yang ingin Ratu Bellarosa wujudkan. ia berharap Sandra bisa melebihi dirinya tapi rasa sakit itu juga akan lebih besar dari yang ia rasakan.


"Jujur aku tak ingin kau merasakannya karna kita sama-sama wanita. tapi, aku tak berdaya. aku harap kau bisa bertahan walau itu sangat pedih."


.......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2