Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Membebaskan diri!


__ADS_3

4 bulan telah berlalu. selama waktu yang terus berjalan maka begitu-pula kerja keras Sandra untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat yang mulai perlahan mengakrabkan diri.


Selama beberapa bulan itu, Bumil berperut besar kesayangan Putra Mahkota Dezon, telah membuat beberapa program kerja dan bahkan Sandra mampu membuat Organisasi khusus dalam mengelola ekonomi Negara.


Sandra sudah lulus dari Jurusan Kuliahnya hingga ia jadi Predikat terbaik tahun ini. tentu Rusel sangat senang sampai membuat jamuan makan malam untuk merayakannya.


"Selamat atas keberhasilanmu." ucap Ratu Bellarosa yang duduk di samping Sandra. ia beberapa bulan ini mulai dekat hingga membantu Sandra mengurus tentang Organisasi E-business Women yang telah mengakar.


"Terimakasih. Yang Mulia!" jawab Sandra tersenyum ringan. ia melirik Rusel yang ada di sampingnya. tatapan hangat itu semakin membuat Sandra nyaman.


Raja Mikes yang tadi terdiam tampak mulai angkat bicara menatap tegas Sandra.


"Bagaimana respon Ibumu?"


"Ibuku?" tanya Sandra tapi Raja Mikes diam menunggu. Rusel menganggukinya agar segera menjelaskan.


"Dia tak merespon apapun. lagi pula itu juga tak penting."


"Bagaimana bisa kau mengabaikannya?" ucapan Raja Mikes terjeda lalu menghela nafas stabil.


"Sedangkan kalian masih terikat hubungan darah." imbuhnya lagi dengan sebuah kemajuan Raja Mikes bisa duduk tenang dan bicara santai begini dengan Sandra.


"Aku tahu kami punya hubungan darah, tapi. aku hanya tak ingin berdebat terus. kalau mereka senang aku juga senang." jawaban Sandra terkesan lebih dewasa.


Ratu Bellaorsa melirik Rusel yang terlihat semakin jatuh dalam pesona Sandra. tak pernah ia bayangkan jika putranya akan secinta ini pada sosok itu.


"Ini sudah 8 bulan kehamilanmu. jagalah diri baik-baik, jangan sampai nanti kau mencelakai bayimu karna kecerobohanmu."


"Aku mengerti! walau agak berat dia pasti tahu bagaimana sifat Momynya." kelakar Sandra membuat para pelayan di belakang sana mengulum senyum.


Mereka juga sangat senang karna semakin mengenal Sandra maka jiwa mereka akan di bawa untuk melampaui batas. apalagi semenjak kehadiran Sandra sajalah Raja Mikes dan Putra Mahkota Feliks bisa duduk sedekat itu dengan ucapan santai tak berarti sindiran.


"Makanlah yang banyak." Rusel menambah isi piring istrinya yang tadi sudah ludes. tentu Sandra tak menolak karna terbukti tubuhnya sudah lebih berisi terkesan montok dan menggemaskan dengan perut besar itu.


"Ibumu juga Sel! makan yang banyak Yang Mulia."


"Aku sudah kenyang melihat isi piringmu."


Wajah Sandra langsung memerah malu mencubit lengan kekar Rusel yang hanya menerima menyodorkan sendok berisi mekanan ke mulutnya.


"Tak usah dengarkan. Ibuku!"

__ADS_1


"Ini semua karna kau." geram Sandra memplototi Rusel tapi ia dengan lahap memakan-makananya sesekali tersenyum pada Ratu Bellarosa yang menggeleng saja.


Namun. sebenarnya ia tengah berfikir tentang Lucas yang semenjak Nyonya Loure di hukum tetap mendekam di penjara sana maka sedari itu pula Lucas tak pulang lagi ke Istana.


"Oh, iya! tadi pagi ada surat dari Mentri di Kulfun, Guren memberikannya padaku karna saat itu kau tak ada di Istana. Sel!"


"Lalu?" tanya Rusel tenang terus menyuapi Sandra yang menggeleng tak tahu.


"Aku tak membukanya. tapi, di Amplopnya tertera namamu dan Yang Mulia Raja." jawab Sandra beralih pada Raja Mikes yang terlihat tak merespon, sama seperti Rusel yang begitu tenang.


"Itu hanya urusan biasa."


"Sel! tapi, wajah Guren saat memberikannya padaku terlihat cemas dan gelisah. sebaiknya kalian lihat dan rundingkan bersama."


Ujar Sandra yang diangguki Rusel. walaupun keduanya diam tapi lirikan matanya sama-sama sulit diartikan, mungkin Sandra berfikir hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggilah yang bisa berbicara dengan isyarat seperti itu.


"Yang Mulia!"


Satu pengawal masuk menghadap Raja Mikes dengan kepala tertunduk hormat. ruangan megah ini hanya ada suara dentingan sendok dan celotehan Sandra saja.


"Katakan!"


"Berikan!"


"Ini. Yang Mulia!"


Menyodorkan surat resmi yang tadi di berikan utusan pria itu. Tentu Raja Mikes membukanya dengan tenang hingga secarik kertas membuat matanya tertegun.


"Apa Papaku mengatakan sesuatu? Yang Mulia!" tanya Sandra penasaran.


Raja Mikes menatap Rusel yang tahu gelagat ini. ia juga meneggaskan jika ada suatu masalah rumit maka jangan bicarakan itu di hadapan Istrinya.


"Apa kau sudah selesai?" Ratu Bellarosa peka akan situasi. Sandra yang tak mengerti hanya mengangguk menatap Rusel dan Raja Mikes bergantian.


"Kalau begitu. ayo temani aku ke Kebun buah belakang."


"Baik!"


Jawab Sandra menurut membiarkan Rusel mengelap bibirnya dengan Sarbet seraya membekalkan buah Apel ke tangan Sandra.


"Sel!"

__ADS_1


"Pergilah! jangan tergesa-gesa, perhatikan langkahmu." titah Rusel membantu Sandra berdiri dengan pelan karna perut buncit wanita ini memang menyulitkannya untuk bergerak.


Ratu Bella pamit mengiring Sandra ke pintu samping dengan para pelayan membuntuti.


Sekarang tinggalah Raja Mikes dan Rusel yang saling berhadapan dengan wajah sama-sama mendingin.


"Pria itu lepas dari Penjaranya!" ucap Raja Mikes memberikan kertas itu ke hadapan Rusel yang mengambilnya.


Disana ada laporan jika Ketua Klan Ular di bukit Louncheng ternyata sudah melarikan diri.


"Semua CCTV di retas dan ada bekas pengeboman di saluran airnya. ini semua bukan murni kelihaiannya sendiri." Raja Mikes menerawang jauh.


"Dia bisa menempel di manapun." jawab Rusel memang sudah tahu bagaimana Pria itu. sejak dulu musuhnya memang memiliki kemampuan dan ia yakin sekarang mereka tengah menyusun sebuah rencana.


"Dia bukan orang biasa. cukup mengimbangimu."


"Aku tak perduli! asal jangan mengusik orangku." jawab Rusel tegas. memang ia tak ada rasa takut tapi tentu selama ini banyak musuh yang berusaha menyerang Istana apalagi tiba-tiba saja data Kerajaan yang hilang.


"Kita tak tahu kapan Kerajaan ini akan terus berdiri. tapi, kau harus mementingkan semua Rakyat Dezon atas apapun itu. jangan lupakan kewajibanmu. Feliks."


Rusel hanya diam. ia selama berbulan-bulan ini memang sudah membuat kehidupan rakyatnya menjadi makmur. tapi, ia tak tahu apa yang akan terjadi jika musuh tahu seluk beluk Kerajaan ini.


"Pikirkan baik-baik. kau harus siap dengan segala kemungkinan."


"Jangan bahas ini di depan Istriku." tukas Rusel tak ingin Sandra kepikiran. ia tahu betul wanita itu tak akan pernah tenang jika masalahnya belum usai.


"Tapi. pikirkan dari sekarang! aku tak ingin kau menyalahkan aku setelahnya."


"Tak akan-ku biarkan itu terjadi." tegas Rusel yang akan melakukan apapun asal Rakyat Dezon aman serta Istrinya tetap sehat dan bahagia.


Raja Mikes menghela nafas. sepertinya Putranya terlalu suci untuk berfikir lebih tinggi.


"Ini dunia bukan milikmu. apapun harus kau lakukan walau mengorbankan kebahagiaanmu." ujar Raja Mikes lalu melangkah pergi.


Rusel memejamkan matanya dengan kedua tangan terkepal. Ia ingin menikmati masa-masa kehamilan tua Sandra itu karnanya ia menyelesaikan pekerjaannya sedari awal.


Tapi, tak di sangka saat ini ia tak bisa mewujudkan keinginan kecil itu.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2