
Gelombang permukaan air di Bathtub itu terlihat merambat di kala hentakan teratur di atasnya menciptakan benturan air yang cukup mengguncang.
Tentu saja sepasang pasutri itu masih belum usai menyelami lembah kenikmatan nirwana sana. Mereka seakan haus bahkan sangat lapar sampai tak puas melakukan penyatuan di dalam kamar saja.
"S..Sel!" erangan lemah Sandra berpeggangan ke pinggir Bathub dengan kedua paha bergerak memompa air yang bergemuruh. Ia tengah memanjakan sang suami yang terkapar tak berdaya bersandar ke dinding Bathub. Kepala pria tampan itu tersandar sangat menikmati permainan istrinya.
"S..Ssssayang!"
"Sel! a..aku..."
Rusel tahu jika Sandra sudah kesulitan bergerak karna perutnya yang besar. Ia beralih memegang kuasa menarik pelan bahu Sandra hingga condong kearahnya.
"Berpeggangan yang erat." bisik Rusel mengecup bahu polos Sandra yang sudah di penuhi bekas gigitannya. Ntah sampai kapan Rusel akan menjadikan tubuhnya Kanvas Sandra-pun tak tahu. ia hanya menuruti setiap keinginan suaminya.
"Sel! cepatlah." gumam Sandra merasa sudah tak tahan. Tangan nakal pria ini sudah meremas dua bongkahan kenyalnya gemas sampai merah di buatnya.
Bagaimana tidak? Rusel tak bisa tahan melihat kekenyalan dan besarnya buah ternikmat itu. Semakin hari-semakin bertambah ukuran sampai ia tak berhenti memainkannya.
"Ini hanya milikku."
"Tahu. Sayang! cepatlah." desak Sandra sudah menggeliat bak cacing kenapasan. Rusel tersenyum kecil melihat wajah merah Sandra dari kaca dinding kamar mandi yang tepat ada di hadapannya.
"Berapa jam?"
"Sel! ini sudah berjam-jam. selesaikan cepat!!" kesal Sandra menepuk paha kekar Rusel yang ada di sela kakinya. Tak bisa menahan rasa gemas pada Rumput liarnya itu Rusel mulai menekan dengan lembut.
"Kau suka?" bisik Rusel bermain halus. Ia tak mau menyakiti si kecil di dalam sana walau menyiksa Ibunya dengan kenikmatan.
"L..Lagi.."
"Begini?"
"*** Sel!!" erangan hebat Sandra saat ritme dorongan ini bertambah cepat. Ia terpekik keras berpeggangan kuat meredam batin yang ingin terbang bersama kembali.
"Seeell!!!"
"Panggil namaku." geraman Rusel juga tengah mabuk. Ia hanya ingin namanya selalu hadir di setiap suara sensual Sandra yang sangat menggoda.
"S...Sell!!! a..aku..."
"T..tunggu..."
Keduanya berpacu dahsyat sampai lupa jika malam ini banyak yang telah di abaikan. Yang keduanya tahu hanya saling memuaskan dan bercinta di waktu senggang.
A..aku sangat menyayangimu. Sandra!! percayalah padaku. Sayang!!
Jeritan batin Rusel yang mengigit bibir bawahnya ketika sudah ingin menuju puncak. Cengkraman Sandra beralih ke tangannya hingga percikan air itu melompat keluar karna hantaman kulit keduanya.
"S..Ss..Sel aku...aku..."
"Akhhss!!" Rusel lebih dulu mengerang nikmat menekan pusaka perkasa itu semakin dalam membuat Sandra terperangah hebat.
Shitt. ini sangat nikmat.
Rusel mengeluarkan semuanya sampai tubuh Sandra beberapa kali bergetar di buatnya. Deru nafas keduanya memburu menipiskan atmosfer yang sedari tadi terbakar.
"S..Sel!!" lemah Sandra langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas dada Rusel yang dengan cepat menahan kepala wanita ini ke atas dada bidangnya.
Senyum Rusel tersungging melihat bekas ciumannya ada di dekat dagu Sandra dan itu jelas tak bisa di tutupi.
"Kau lelah?"
"Emm." gumam Sandra terpejam. ia masih menormalkan pernafasannya yang tak stabil karna Siluman satu ini.
"Terimakasih!"
__ADS_1
"Untuk?" jawab Sandra menyeringit membuka matanya seraya mengadah menatap wajah tampan Rusel yang di basahi keringat bercampur air.
"Terimakasih. kau tak menolak permintaanku." imbuh Rusel mengecup penuh tekanan bibir Sandra yang sudah bengkak karnanya. Walau dimanapun ia meminta Sandra selalu menyanggupi.
"Sel! kau mau lagi?"
"Boleh!"
"Seel!" gumam Sandra agak merengek karna ia sudah tak bisa. berjalan saja mungkin butuh di peggangi atau tidak tungkainya akan gemetar.
Melihat reaksi Sandra yang manyun menarik kesenangan hakiki bagi Putra Mahkota Dezon itu untuk mengerjai Bumil ketus ini.
"Aku bercanda. sekarang kita mandi!"
"Emm. aku mau di Shower!"
Rusel mengangguk perlahan melepas penyatuannya. ia hanya menatap geli pusakanya sudah begitu jinak dan terlihat kembali tidur lelap.
"Kau membuatnya kelelahan!"
"Apa?" tanya Sandra langsung menatap ke arah bagian bawah Rusel yang terlihat begitu gagah dan jantan. Wajahnya memerah seketika melihat Ular berbisa itu masih saja seksi.
"Mau lagi?"
"Sell!!" pekik Sandra kesal mencubit bagian paha kekar Rusel yang tersenyum kecil turun dari Bathub mengambil Shower. Mereka tadi sudah mau mandi selesai bercinta dibatas ranjang tapi tiba-tiba saja Rusel tak bisa menahan dikala melihat bentuk tubuh semok Istrinya menganggur.
"Aku bisa sendiri."
"Diamlah!" Rusel menepis tangan Sandra yang ingin meraih Shower di tangannya. Ia beralih membersihkan tubuh Sandra termasuk mengkramasi rambut panjang wanita ini.
Bak anak perempuan yang penurut. Sandra tak bisa menolak selain duduk diam berpeggangan ke pinggang kokoh sang suami, tapi. ada rasa senang di hati Sandra saat Rusel terus ada untuknya.
"Ketua!!!"
Suara Simob di luar sana membuat Sandra teralihkan. tatapan manik hitam itu beralih melukis wajah tampan datar Rusel yang diam seakan tak mendengar.
"Sel!"
"Hm."
Rusel tak menjawab atau berbicara. Ia tak mau merusak moment indahnya dengan Sandra yang selalu ia utamakan.
"Ketua!!!" suara itu kembali mengalun.
"Sel!"
"Biarkan saja."
Jawaban itu terkesan tak perduli dan lebih acuh. Rusel tak menggubrisnya bahkan ia beralih mandi di hadapan Sandra tanpa sehelai benang-pun.
"Biar aku yang keluar!"
"Diam!" tekan Rusel membuat Sandra heran. ia akhirnya tak bergerak di dalam Bathub melihat Rusel mandi dengan sangat cool. tubuh kekar ini memang sempurna bagi kaum Adam.
"Sayang! siapa tahu ada yang penting? kita sudah berjam-jam di dalam sini."
Rusel hanya diam dalam bebapa menit kemudian menyelesaikan Ritual mandinya. Ia beralih mengambil dua handuk di Lemari atas yang menyimpan peralatan mandi.
"Ketua!! Yang Mulia memanggilmu!!"
Simob terdengar resah di luar sana. Tetapi Rusel, pria itu asik mengeluarkan Sandra dari Bathub lalu memasangkan handuk ke tubuh jenjang Istrinya. Tak lupa kepala wanita ini juga ia baluti handuk kecil.
"Sepertinya ada yang penting! kita harus keluar. Sel!"
"Hm."
__ADS_1
Rusel menggendong Sandra keluar kamar mandi luas itu. Ia mendudukan tubuh wanita itu di atas ranjang lalu beralih ke afah Paper-bag yang sudah ada, padahal tadi tak tercipta di sana.
"Sel!"
"Sebentar!"
Rusel memakai-pakaiannya terlebih dahulu. netra tajamnya melirik ke arah jendela kamar yang memperlihatkan seseorang yang menuju ke sini.
"Sel! dalemanku ada. tidak?"
"Ada!"
Rusel menenteng pakaian Sandra yang lega karna ada CD dan Beranya. ia pikir nanti ia akan ke Istana Utama tanpa dua pembungkus aset berharga itu.
"Kau pergilah dulu. Sel! nanti aku menyusul."
"Buka kakimu."
Sandra mendecah. bukannya menjawab Rusel malah sibuk memakaikan pakaian ke tubuhnya. Rusel tahu Sandra tak bisa memakai dalemannya karna perut yang besar, itu karnanya ia selalu mengurus Bumil ini.
"Ketua!!"
"Simob!! kau tak ada pekerjaan lain. ha??" teriak Sandra mulai kesal. suara Simob tercekat di depan pintu kamar diriringi suara detakan Heels seseorang.
"Apa Simob mulai gila? Sel!"
"Kenapa?" tanya Rusel mengeringkan rambut Sandra dengan handuk di tangannya.
"Dia memakai Heels!"
"Mungkin." jawab Rusel tak terlalu menanggapi. Setelah memakaikan Mantel ke tubuh Sandra barulah ia melihat ponselnya.
"Sel! aku buka pintu dulu."
Sandra perlahan turun dari ranjang memaksakan kakinya melangkah ke arah pintu kamar. ia sudah menyiapkan kata-kata pedasnya untuk Simob si banci ini.
"Dia ini memang benar-benar" menekan gagang pintu dengan cepat.
"Kau..."
"Dimana calon suamiku?"
Duarrr...
Sandra terkejut bukan main melihat siapa yang tengah berdiri di hadapannya. tiba-tiba saja Sandra terdiam dengan tatapan kosong ke manik coklat berambut ikal ini.
"Dimana Feliks? aku ingin bicara dengannya."
"Putri!!" Simob tak bisa mencengkal Putri Anatasya yang menerobos masuk menyenggol bahu Sandra yang langsung berpeggangan ke sudut pintu.
"Feliks! Sayang!"
Sandra mencengkram dengan kuat. sekuat tenaga ia tak mengeluarkan perkataan pedas dan kasar untuk tak memperburuk keadaan.
"Feliks! aku sudah menunggumu sedari tadi, nyatanya kau disini."
Rusel tak menggubris Putri Anastasya yang terfokus pada dua handuk besar dan 1 handuk kecil. Ia beralih menatap wajah tampan segar Rusel yang tengah mengemas barang-barang Sandra tadi lalu ke rambut basah Sandra yang membuatnya tertegun.
A...apa mereka baru saja me..
"Sialan kau Sandra!!"
Batin Putri Anatasnya menatap murka Sandra yang hanya diam terlihat sama sekali tak takut padanya. ia benar-benar sangat ingin membuat wanita angkuh ini menangis darah memohon pengampunan darinya.
"Tunggulah! akan-ku buat Feliks meninggalkanmu."
__ADS_1
.....
Vote and Like Sayang..