Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Hukuman Nyonya Loure!


__ADS_3

Semua orang terkejut mendengar ucapan Sandra barusan. Raja Wilson juga tak bisa percaya atas apa yang telah Sandra katakan menarik ketidak berdayaan Nyonya Loure.


Lucas yang juga tersentak-pun terlihat menatap Momynya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"K..Kau jangan asal bicara." bantah Nyonya Loure keras.


"Aku tak asal bicara. kau mengirim pelayan Istana untuk mengantarkan makanan ke kamarku tapi kau telah menaruh racun di sana." tukas Sandra tak kalah menajam. Rusel hanya diam tetap berdiri di tempat seakan memberi ruang pada istrinya untuk menunjukan taringnya.


"Aku tak terima. Yang Mulia!" Nyonya Loure beralih pada Raja Mikes yang masih diam.


"Aku tak bisa menerima ucapannya. dia menuduhku seakan aku pembunuh, selama ini aku selalu melakukan yang terbaik untuk Kerajaan." imbuhnya lagi.


Raut wajah Raja Mikes tetaplah datar menghanyutkan. ia menatap Sandra dengan pandangan menghakimi tapi ia tak bisa mencelakai wanita ini.


"Buktikan!"


Satu kata itu membuat Nyonya Loure lega. ia tahu Sandra hanya bicara omong kosong dan tak mungkin dalam waktu cepat ini dia bisa menemukan bukti.


"Iya. Nona Sandra! buktikanlah. Nyonya Loure begitu penting di dunia politik Kerajaan. bahkan, selama ini dia banyak membantu rakyat." sambung beberapa tamu disini.


"Aku tak terima. Momyku di tuduh seperti ini." ujar Lucas.


"Tapi, aku memang benar." tukas Sandra.


"Kau..."


Suara Lucas tercekik dengan langkah terhenti mendekati Sandra. udara di paru-parunya terasa panas dan menyimpan marabahaya.


"Shitt."


Lirikan Lucas beralih pada Rusel yang ternyata diam tapi menjaga wanita ini. ia terpaksa mundur kalau tak mati di tempat.


"Sandra! kau bicara di hadapan orang penting, ucapanmu tak akan di terima jika tak ada bukti nyata. jika kau seenaknya menuduh maka hukuman berat menantimu." Ratu Bellarosa menegaskan kembali.


Sandra menghela nafas dalam. ia menatap Rusel yang selalu memandangnya lembut mengayomi jiwa sang istri agar tetap maju.


"Guren!"


Mereka langsung terheran saat Sandra memanggil pengawal pribadinya. Guren datang membawa lembaran kertas yang begitu rapi dengan rentetan angka.


"Ini. Nona!" memberikannya.


"Itu apa? kau jangan mencoba menipu kami semua." tukas Nyonya Loure memperpanas keadaan.


"Nona Sandra! anda tak bisa seperti ini walau kau kesayangannya Putra Mahkota. bukan berarti kau.."

__ADS_1


"Mohon tenang dan kalian saksikan dulu film pendek dariku." sela Sandra menatap Guren yang mengangguk paham. Pria dengan mata agak besar itu mengeluarkan ponselnya dan kembali memutar ulang Rekaman yang Sandra kirim.


[Pastikan dia memakannya]


[Baik. Nyonya]


[Semoga dia cepat mati.]


Pembicaraan itu membuat mereka semua terbelalak. belum lagi Vidio rekamannya begitu jelas dan terselip suara makian Sandra yang membuat Rusel menggeleng.


Nyonya Loure menelan ludahnya berat dengan Lucas yang termenung kosong. Kenapa bisa begini? bukankah pergerakan ibunya selama ini sudah sangat hati-hati bahkan tak ada target manapun yang selama ini berani seperti ini.


"Kau terkejut?" tanya Sandra sinis.


"T. tidak.. aku...aku saat itu menyuruh pelayan hanya ingin meracuni tikus." elaknya menatap Raja Mikes.


"Tikus? aku sangat kecewa jika Kerajaan Dezon yang begitu megah dan bersih ini ternyata begitu banyak berkeliaran tikus." cemooh Sandra membuat posisi Nyonya Loure terpojok.


Mereka semua mulai saling berbisik dengan pandangan menghakimi Nyonya Loure yang sudah tak mampu memberi sanggahan. lidahnya seakan keluh dengan wajah pucat pasih.


"Aku tak akan membuat kalian ragu."


"Itu apa?" tanya mereka saat Sandra membuka lembaran kertas di tangannya.


"Ini hasil Lab yang menguji makanan itu dan hasilnya memang benar. 100% mengandung Pestisida dan Alkohol yang keras tak baik bagi ibu hamil."


"Tak di sangka anda yang begitu kami hormati punya perlakuan menjijikan seperti ini."


"Momyku tak seperti itu." tukas Lucas membantah keras.


"Tuan Lucas! apa kau masih menyangkal bukti-ku? apa ini masih belum jelas?!" tanya Sandra menekan. Lucas berusaha menghadap Raja Mikes yang masih bungkam mengamati keadaan.


"Yang Mulia! malam ini adalah Pesta perayaan milikku. aku tak terima jika Momy-ku di rendahkan."


"Maka berikan pembelaan yang pasti." tegas Raja Mikes menelak Lucas yang tak tahu lagi harus bagaimana. hukuman berat bagi pengkhianat Istana tak lah ringan.


"Tak ada yang ingin membuat bukti perlawanan?" imbuh Raja Mikes tapi semuanya diam. Para Mentri Istana yang terlibat dalam politik ini hanya diam dengan jantung berdebar.


"Aku tanya padamu. apa kau memang melakukannya?"


"Y..Yang Mulia!" lirih Nyonya Loure terlihat sendu dan merasa tertindas.


"Aku tak bisa memberi keringanan apapun. Bukti ini sudah begitu jelas dan kau juga tak bisa memberi bantahan." tegas Raja Mikes membuat semuanya hening. sepertinya akan ada yang akan di eksekusi nantinya.


"Yang Mulia! Momy-ku tak mungkin melakukannya. Sandra pasti berbohong."

__ADS_1


"Apa tak jelas bukti yang-ku berikan?" tanya Sandra geram membuat Lucas mengepal. wanita ini benar-benar sangat berani berbicara selantang ini di hadapan orang-orang penting.


"Yang Mulia! aku ingin kau memutuskannya sekarang. Apa bukti yang ku berikan ini cukup atau kau mau menyangkalnya? kalau kau melakukan itu aku bisa saja mengatakan pada seluruh dunia jika hukum di Kerajaan Dezon itu sama saja seperti Sampah yang tak berguna." imbuh Sandra tak main-main dengan ucapannya.


Putri Anatasya tak mampu berkutik. tiba-tiba saja auranya redup setiap berdiri bersama dengan Sandra yang selalu mendominasi.


"Bagaimana?"


"Baik. karna buktinya jelas maka LOURE akan di jatuhi hukuman detik ini juga."


"Yang Mulia!!" bantah Lucas tapi Nyonya Loure menatapnya dengan isyarat. Sekarang semuanya sia-sia, jika Lucas juga ikut campur maka ia cemas Putranya tak akan bisa menduduki tahta.


"Aku mengakuinya!"


"Mom!" lirih Lucas sendu. Ucapan Nyonya Loure secara langsung membuat semuanya jelas.


"Itu semua-ku lakukan karma aku benci bahkan muak padanya. dia itu tak pantas berdampingan dengan Putra Mahkota Dezon." ujar Nyonya Loure menatap murka Sandra yang hanya diam.


"Nyonya! tak ku sangka anda benar-benar licik." desis mereka menghakimi.


"Kau ku jatuhi hukuman di PENJARA GELAP di utara!"


Suara Raja Mikes bagaikan sebuah petir yang membuat Nyonya Loure lemas bersama Lucas yang menopang tubuh Ibunya. Penjara Gelap bukan hanya menenggelamkan tawanannya dalam kehitaman pandangan tapi di sana mereka akan di hadapkan dengan kedinginan dan banyak serangga mematikan, belum lagi dengan udara yang kotor menyiksa.


"Jangan..jangan bawa Momyku!!" bantah Lucas saat ada pengawal yang mendekat menyeret Nyonya Loure kasar.


"Jangan bawa Momyku!!! dia tak bersalah!!"


"Tuan! patuhi hukum di Kerajaan." ucap para pengawal lalu memboyong Nyonya Loure pergi. Namun, saat berpapasan dengan Sandra ia melempar pandangan membunuh seakan mengatakan 'Sampai mati-pun aku tak akan melepaskanmu'.


"Apa??" ketus Sandra membuat Ratu Bellarosa sedikit merasa agak aneh dengan tingkah wanita ini.


Saat kepergian Nyonya Loure sudah lepas di mata. sekarang mereka tak tahu lagi harus apa.


"Nikmatilah pestanya! lupakan sejenak masalah ini."


"Baik. Yang Mulia. Ratu!" jawab mereka dengan alunan musik yang mulai mengalun merdu dan romantis.


Semua orang kembali bersuka ria seakan tak terjadi apapun. banyak lelaki yang mengagumi Sandra tapi wanita itu mendekati Lucas yang tapak menatap nanar pintu Aula.


"Pestamu jadi perayaan kepergian Ibumu!" desis Sandra membalas apa yang dulu Lucas katakan padanya.


"Kau tak akan pernah termaafkan."


"Aku tak berminat." jawab Sandra semakin memantik bara api di dada Lucas yang meringsek mendekati Sandra tapi langkahnya terhenti saat Rusel sudah berdiri di belakang wanita ini dengan pandangan membunuhnya.

__ADS_1


......


Vote and Like Sayang..


__ADS_2