
Pagi ini tiba-tiba Kerajaan menerima tamu dari Kerajaan Walker yang merupakan Keluarga dari Putri Anatasya. mereka datang membuat kunjungan di luar kerja politik dan tentu ada maksud tertentu yang di hadirkan.
Ratu Bellarosa tengah bercengkrama dengan Ratu Christina yang tampak anggun dengan balutan Dress mewah dengan topi kecil diatas kepalanya.
Keduanya tengah menikmati jalan pagi di Kebun Buah Kerajaan.
"Sudah lama aku tak berkunjung kesini dan rasanya sudah begitu banyak berubah dari tempat ini." ucap Ratu Christina yang membuat senyum kecil di wajah Ratu Bellarosa.
"Kami merasa sangat tersanjung jika Ratu Chris bisa berkunjung bahkan menyempatkan waktu berkeliling. aku rasa kau juga ingin membicarakan sesuatu."
"Ratu Bella! kau sangat cepat menebak isi pikiranku." jawab Ratu Christina menatap kagum pada keanggunan Ibu Kerajaan Dezon ini.
"Katakan! apa yang ingin kau bahas?!"
"Aku berfikir tentang putriku."
Ratu Bellarosa masih diam mendengarkan dengan baik. pemandangan indah di Perkebunan segar ini setidaknya membawa rileks bagi mereka untuk membahas lebih jauh.
"Maksud anda bagaimana?"
"Putriku Anatasya begitu mencintai Putra tunggalmu Feliks, saat di Kerajaan kami dia berharap bisa dipersunting Putra Mahkota." ucap Ratu Christina yang membayang jauh.
"Maaf, tapi aku rasa anda tahu kalau putraku sudah menikah."
"Tapi, bukankah Kerajaan tak menyetujuinya?"
Ratu Bellarosa diam seribu bahasa. memang kehadiran Sandra masih belum di terima tapi ia percaya wanita itu bisa membuat perbedaan dari sekian yang mengajukan diri.
"Walaupun keadaannya begitu. tapi, Feliks tak ingin menikah lagi. dia begitu mencintai istrinya."
"Yang Mulia! kita hidup di politik Kerajaan. Feliks adalah satu-satunya putra Kerajaan Dezon, tak mungkin dia menikah dengan orang biasa yang tak akan menambah wilayah dan kekuasaan Kerajaan."
Ucapan Ratu Christina membuat Ratu Bellarosa menghela nafas dalam. ia masih belum tahu apa yang harus di lakukan jika nanti keadaan Politik Kerajaan akan berkecamuk.
"Yang mengambil keputusan hanya raja Mikes. aku tak begitu memiliki kuasa."
"Dan tentu Raja menyetujuinya."
Ratu Bellarosa hanya tersenyum, ia mengajak Ratu Christina untuk melihat-lihat perkebunan. tentu tatapan nanar itu terus mendampingi keduanya dari kejahuan.
Ada rasa sakit di hatinya dikala setiap apa yang ia mau maka tak akan pernah bisa terwujud dengan mudah.
"Nona!"
Guren yang membawa keranjang buahnya karna tadi Sandra ingin ke Perkebunan memetik buah mangga yang lebih segar. tapi, sayangnya di balik pembatas dedaunan ini, ia mendengar semua percakapan dua Ibu Negara itu tentang suaminya.
"Ada apa. Nona?"
"Bagaimana keadaan Kerajaan sekarang?" tanya Sandra seraya memilih-milih buah yang ada di dalam Keranjang yang di peggang Guren.
"Maksudmu. Nona?"
"Apa ada masalah besar?"
Tanya Sandra terlihat biasa saja dan sangat tenang. Guren terdiam sejenak terlihat menimbang-nimbang jawaban.
__ADS_1
"Semuanya baik-baik sa.."
"Tolong kau jangan sama dengan suamiku!" sela Sandra dengan suara sedikit meninggi. Ia sudah merasa aneh saat Rusel tak ada pagi ini dan Simob juga.
"Nona! aku tak berhak mengatakan apapun."
"Apa salahnya? aku juga tak akan bisa membantu tapi setidaknya beritahu aku." ucap Sandra tegas membekukan keberanian Guren untuk membantah.
"Nona! Ketua hanya tak mau membuatmu cemas."
"Aku tak cemas. memangnya kau pikir aku perduli?" ketus Sandra berbeda dengan apa yang telah terjadi. kalau sudah di desak begini Guren bisa apa. mengelak-pun Sandra tak akan bisa di hindarkan.
"Kepergian Ketua serta pernikahan sembunyinya denganmu di ketahui oleh semua Kerajaan dan Negara lain. tentu Kerajaan Dezon yang selama ini mengendalikan politik ekonomi dan pertahanan akan tersncam di turunkan dari jabatannya karna Yang di lakukan Ketua itu menimbulkan konflik internal masyarakat."
"Lalu? apa lagi yang terjadi?"
Guren menghela nafas dalam. kemungkinan terburuk dari pemberontakan di beberapa daerah Kerajaan Dezon-lah yang tengah di antisipasi Ketuanya sekarang.
"Keadaan politik yang tak menentu menuntut Raja untuk mempererat pertahanan. sekarang banyak musuh yang ingin mengambil alih wilayah Dezon. mau tak mau Raja harus mencari sekutu dengan Kerajaan lain."
"Maksudmu.."
"Yah. Ketua harus membuat hubungan dengan Kerajaan besar lain untuk mengantisipasi peperangan."
Sandra terdiam. ternyata masalah ini yang tengah di hadapi Rusel sendirian dan tak memberi tahunya apapun.
"Apalagi Tuan Lucas sudah mulai menunjukan pengaruhnya. mereka sudah menyiapkan semuanya dengan matang." imbuh Guren lagi menghela nafas.
"Lalu. sekarang harus bagaimana?"
Sandra mengangguk mengerti. ia melangkah kembali ke jalan keluar Perkebunan tapi matanya melihat Nyonya Loure yang terngah berbicara dengan pengawal istana.
"Bagaimana bisa ini terjadi? cepat kau bawa mayat itu dari kamarku."
"Nyonya! sebaiknya kita bicara pada Raja kalau.."
"Tidak. aku tak bisa, apapun yang terjadi kau harus membuangnya." titah Nyonya Loure melirik kanan kiri. Tanpa pikir panjang Sandra mendekat membuat wajah wanita paruh baya ini memucat melihatnya. ada tanda tanya besar di benak Nyonya Loure melihat Sandra masih bernafas bahkan tak kurang sedikitpun?
"Sial!! aku di permainkan olehnya." Batin Nyonya Loure mengumpat. bisa-bisanya ia di akali wanita licik satu ini.
"Kenapa kau kesini?" sambar Nyonya Loure mengendalikan rasa gugup. Sandra mengamati setiap gesturnya yang seakan tengah cemas.
"Seharusnya aku yang bertanya. kenapa kau kesini? ini wilayah Perkebunan. tak mungkin bukan seorang Nyonya Loure datang kesini."
"Apa urusanmu dengan itu?! terserah aku mau melakukan apa. orang luar sepertimu tak berhak ikut campur."
Sandra menyunggingkan senyum culasnya. ia yakin ada yang di sembunyikan tapi Guren tahu itu karna ia dan Simob-lah yang melakukannya.
"Tentu aku berhak. apa kau tak tahu siapa aku? Nyonya!"
"Kau hanya istri ilegal Feliks."
Sandra langsung terkekeh kecil mendengarnya. Ia terlihat tak gentar ataupun sakit hati karna meladeni orang seperti ini sudah sering ia temui.
"Walaupun kalian tak mengakuinya tapi inilah kenyataan. aku menikah secara SAH dengan Putra Mahkota dan aku punya hak untuk melawanmu."
__ADS_1
"Kauu!!"
"Kau pikir aku tak tahu kalau kau hanya ingin mendorong putramu ke kursi Tahta Kerajaan?" geram Sandra membuat Nyonya Loure terkejut.
"Jaga bicaramu!"
"Aku selalu menjaganya. yang di curgai itu kau yang tiba-tiba bersembunyi di balik sini dan berbicara seakan ketakutan. anak kecil saja melihatmu seperti itu pasti akan mengambil kesimpulan yang sama." tegas Sandra mengiring keringat dingin di kening dan leher Nyonya loure.
"Kau jangan sok benar. kau orang baru disini." gersm Nyonya Loure melayangkan tangannya ingin menampar Sandra tapi Guren dengan cepat menangkapnya.
Kret...
"Berani kau!!!"
"Jaga batasan anda!" geram Guren mencengkram lengan Nyonya Loure sampai merah dan mendorongnya kuat sampai wanita itu terhuyung beberapa langkah.
"Mau bagaimanapun. Nonaku benar! keadaan Kerajaan tengah tak stabil, semua orang bisa di curigai."
"Tapi, bukan berarti aku. kau ini hanya seorang pengawal." bantah Nyonya Loure keras merendahkan Guren yang hanya diam mengeraskan wajah kelamnya.
"Walau aku seorang pengawal tapi setidaknya aku tak menjadi seorang PENJILAT."
"Kau..."
"Ada apa ini?"
Suara tegas lembut itu mengalun hingga mereka semua membungkuk melihat Ratu Bellarosa dan Ratu Christina sudah mendekat dengan wajah penuh tanya.
"Yang Mulia!"
"Kenapa kalian bertengar disini?" tanya Ratu Bellarosa dengan raut kecewa.
Ratu Christina melirik Sandra yang hanya diam menatap tegas mereka semua. terlihat watak keras wanita ini menurun dari Nyonya Hatomo.
"Kak! dia mencurigaiku. dan mengatakan jika aku melakukan sesuatu yang mencancam kerajaan."
"Aku tak bilang begitu. aku hanya bertanya padamu Nyonya, kenapa kau diam-diam ke belakang Kebun? kau yang menjawabku dengan panas." jawab Sandra tegas dan tenang.
"Secara tak langsung kau menuduhku!"
"Nyonya! aku tak menuduhmu tapi kau yang mengiring opini itu, bahkan. kau memakiku kalau aku ini hanya istri Ilegal Feliks. dan kau yang lebih berkuasa." sambar Sandra masih mengendalikan emosinya.
"Aku tak bicara begitu." bantahnya keras.
"Lalu kau jelaskan sekarang. apa yang ingin kau buang?"
"Ada mayat di.."
Degg...
Nyonya Loure memucat langsung mengumpat saat Pengawal itu keceplosan. Sandra menyeringai licik melihat rencana spontannya berhasil.
"Mayat apa?"
"Siall!! apa yang akan ku lakukan sekarang?!"
__ADS_1
....Vote and Like Sayang..