Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Berita situs kampus!


__ADS_3

Deritan ranjang itu beradu nyaring akibat pergerakan liar dua mahluk yang tengah kepanasan di atasnya. Atmosfer di kamar ini menipis dengan keringat membanjiri tubuh keduanya.


Lenguhan itu mengalun seirama dengan suara decipan kulit yang beradu menimbulkan percikan api gairah yang memuncak.


Sedari tadi Rusel di buat mabuk dengan pergerakan Sandra di atas tubuhnya. pinggang berlekuk seksi itu bergerak memainkan pusaka perkasanya yang semakin candu.


"S..Saan."


"Y..yaah akhs."


Sandra mengigit bibir bawahnya dengan sensual di tambah servis terbaik yang ia berikan begitu membanting jiwa kelelakian Rusel ke awang sana.


Tubuh keduanya sama-sama polos dengan bekas kismark terlihat nyata di leher, bahu, dagu, bahkan bagian dada sekang Sandra yang sekarang tengah di remas gemas tangan kekar itu.


"Akhs. ss..San." lemah Rusel saat Sandra menekuk pinggangnya berukang kali memberikan pijatan yang luar biasa hebat. Sandra melakukannya dengan sangat lihai dan pandai bergerak diatasnya sehingga Rusel begitu menikmati pelayanan wanita ini.


"K..kau suka?"


"S..Sayang!" lirih Rusel beralih memeggang kedua sisi pinggang Sandra yang tengah meliuk lincah membuatnya terasa mau berteriak mengungkapkan rasa ini.


Shitt, Sandra! kau selalu membuatku tak mau berhenti.


Begitu juga Sandra, ia terlihat sudah tak tahan untuk mencapai puncak yang sudah berulang kali mereka capai bersama. Rusel menggeram nikmat saat pijatan dinding lembab itu memantik lahar di dalam sana.


"Sel!!!"


Pekik Sandra saat Rusel menangkat sedikit pinggangnya lalu mempercepat hujaman pusaka yang sudah di lumas lembut itu.


Sandra menjerit hebat berpeggangan ke lutut Rusel yang merapatkan mulutnya menahan sesuatu yang pasti akan meledak kembali.


"S..Saa.."


"S .Sel. k..kau..."


Keduanya beralih saling menggenggam dengan pacuan yang begitu cepat membuat Sandra tak tahan untuk terus terpekik keras menahan rasa yang semakin memuncak di batinnya.


"A..aku..."


"Tunggu, tunggu aku." ucap Rusel melihat Sandra hampir mendahuluinya. ia terus menghujam dengan sangat intens membuat mata Sandra terbelalak saat rasa ini semakin dekat begitu juga Rusel yang ingin memuntahkan lahar panas miliknya.


"A..Aaass Saan!!" lenguhan Rusel menghentak terakhir dengan dalam membuat tubuh Sandra bertekuk hebat merasakan ada yang tengah keluar di dalam sana.


"S..Sel.."


Rusel memejamkan matanya menekan pinggang Sandra agar tetap di posisi. liang kenikmatan milik wanita ini tengah menjepit di bawah sana membuatnya menikmati efouria bercinta seperti ini.


"S..Sel!" lirih Sandra tumbang ke dada Rusel dengan penyatuan masih terpaut mesra. rambut panjang Sandra sudah di cempol keatas hingga lebel-lebel cinta itu terlihat nyata di seluruh tubuhnya.


"Kau sangat nikmat. terimakasih." bisik Rusel mengecupi pundak dan leher Sandra yang sudah bercampur keringat dengannya.


Nafas keduanya naik turun dengan sangat cepat hingga membutuhkan waktu untuk segera stabil.


"S..Sel." rengek Sandra saat benda itu kembali mendorong masuk lebih dalam. ia sudah lelah dan tak sanggup lagi untuk melanjutkan pertempuran.


"Hanya seperti ini. punyamu enak. aku suka."


"Kau.." malu Sandra membenamkan wajahnya ke belahan dada bidang berotot Rusel yang lagi-lagi menarik ulur dengan pelan menikmati respon tubuh Sandra yang menggelijang.


"S..sudah. akhs.."


"Kau sangat seksi." desis Rusel gemas menepuk bokong empuk bulat Sandra yang beberapa kali bertekuk karna di belai tangannya penuh sensasi menyengat.

__ADS_1


"Sel! aku..aku tak kuat lagi."


"Hm. istirahatlah."


"Tapi punyamu masih di dalam. Sayang!" rengek Sandra membuat Rusel mengulum senyum tapi tak melepaskannya. ia hanya membaringkan tubuh Sandra menyamping menghadapnya dengan paha Sandra naik ke atas pahanya.


"Tidurlah. kau masih punya waktu 30 menit."


"Tapi, aku belum menyelesaikan materiku." gumam Sandra lemah menjadikan lengan Rusel sebagai bantalannya. jari lentik itu menyusuri garis wajah tampan Rusel yang semakin mempesona jika sudah polos begini.


"Aku percaya padamu. kau wanita yang cerdas."


"Itu menurutmu. bukan mereka." jawab Sandra mencubit gemas pipi Rusel yang hanya diam membiarkan Rumput Liar ini bermain dengan wajahnya.


"Kau tak butuh mereka. percayalah kau pasti bisa, hm?"


"Sel!"


"Ada apa?"


Sandra menatap manik kehijauan ini dengan teduh sangat berbeda jika ia ke luar bertemu pria lain. hanya Rusel yang bisa mengerti tentang dirinya.


"Kau harus berjanji jangan tinggalkan aku sendiri."


"Aku tak akan berjanji."


Sandra langsung diam dengan tatapan kecewa. di dunia ini ia hanya butuh Rusel dan ia tak tahu hidupnya akan seperti apa jika Rusel meninggalkannya.


"K..kau.. kau marah padaku?"


"Tidak!" jawab Rusel tegas mengusap pipi Sandra lembut.


"Tapi, aku tak percaya. semua lelaki selalu saja mengatakan janji tapi kau ..."


"Sutt!" Rusel meletakan jempolnya di bibir Sandra yang langsung terhenti bicara.


"Jangan samakan aku seperti mereka. kita saling percaya saja, hm?"


Sandra menatap intens mata tegas Rusel yang tak pernah bermain-main dengan perkataanya. pria ini tak pernah berjanji tapi selalu melakukan hal yang tak terduga.


"Kau percaya padaku?"


"Percaya! aku sangat percaya." jawab Sandra mengangguk hingga Rusel membawanya ke dalam pelukan hangat ini. aroma khas tubuh Sandra membuat rasa nyaman bagi Rusel sendiri.


Setelah beberapa lama Rusel merasakan nafas Sandra berangsur stabil. ia melihat mata indah itu sudah terpejam dengan wajah lelah yang damai.


"Kau pasti sangat lelah. hm? tidurlah, aku akan menjagamu." bisik Rusel mengecup lama kening Sandra meluapkan rasa yang tak bisa ia jabarkan di hatinya.


Drett...


Ponsel Rusel berbunyi menyita perhatian pria itu. Rusel meraih benda pipi itu di atas meja ranjang hingga nama Simob terlihat di sana.


"Hm." menjauhkan wajahnya dari Sandra.


"Ketua! seseorang telah menyebar vidio di Situs Kampus dan Nona Sandra terlibat dalam kasus ini."


Rusel langsung mematikan sambungkan lalu memeriksa situs Kampus yang ia tahu disana tempat Formal.


"I..Ini.."


Rusel mengepal melihat vidio Sandra tengah memukuli Karina dan Anju dan di samping itu ada foto yang membuat Rusel terdiam.

__ADS_1


Dua Mahasiswi Kampus Universitas Business Asian di temukan tewas di Taman Kampusnya, di duga kejadian ini berawal dari perkelahian antar teman sekelasnya.


Artikel yang menyertakan bukti nyata ini membuat Rusel terdiam lalu menatap wajah damai Sandra yang sudah terlelap.


Banyak komentar negatif disini bahkan begitu sangat menyayat hati. Rusel segera mematikan ponselnya dengan pikiran menerawang.


Ada yang memanfaatkan perlawanan Sandra hingga sampai begini. pasti saat itu Karina dan Anju yang mencari masalah.


"Ketua!"


Suara simob di luar kamar sana membuat Rusel segera menarik diri lalu membersihkan bagian bawah Sandra dan menyelimuti wanita itu.


"Tunggulah sebentar." bisik Rusel lalu memakai Bathrobe miliknya di samping ranjang.


Ia melangkah keluar kamar Hotel ini dengan wajah kelam tak bersahabat.


"Ketua!" Simob datang menunduk saat melihat Rusel sudah berdiri di hadapannya.


"Segera Blokir situs itu dan saring semua berita yang masuk ke sana. aku tak ingin satu-pun komentar pedas terbaca oleh Istriku."


"Ketua! kalau masalah itu sudah kami tangani tapi, laporan pembunuhan mereka sudah di atas namakan, Nona."


Rusel terdiam sejenak. orang yang sekarang tengah ada di balik ini begitu licik sampai menjadikan Sandra kambing hitamnya.


"Tak akan ku biarkan mereka menyentuh istriku. bahkan seujung kuku-pun." geram Rusel lalu menatap tegas Simob yang terdiam akan gejolak membunuh dari manik kehijauan ini.


"Ketua! ini memang aneh, sepertinya Musuh lama anda tengah bekerja sama dengan orang yang tahu betul bagaimana Nona."


"Tunda acara di Kampusnya malam ini. turunkan surat atas perintahku." tegas Rusel sangat berkuasa.


"Baik. Ketua!"


Simob memberi pesan pada anggota lainnya. Rusel yang memejamkan matanya meredakan emosi ini. lawannya begitu berakar tak hanya satu.


"Sekarang. siapapun bisa menjadi musuh, Sandra tak pernah tahu siapa kawan dan lawannya." gumam Rusel berfikir tenang.


Ia telah mencari tahu tentang Arnol dan yang ia temukan. pria itu tak ada niat jahat pada Sandra, tapi. Rusel punya dugaan yang sangat intens tentang Arnol.


..........


Tawa melengking pria itu pecah di kala melihat rencananya sudah mulai semakin mendalam dan tepat sasaran. ia sudah berhasil membuat siasat licik yang akan membuat keadaan wanita itu semakin runyam.


"Berita ini akan semakin menekan mentalnya dan bisa jadi dia akan bunuh diri. itu sangat luar biasa." desisnya menyeringai puas. tatapan sangar mengerikan itu tampak tak bisa di kontrol.


"Tuan! tapi, apa tak masalah membuatnya berurusan dengan hukum?" tanya Oblen yang merupakan kaki tangannya.


"Dia tak akan menemukanku. aku ada seribu bahkan melampaui manusia di bumi ini." jawabnya dengan penuh keangkuhan.


Tato ular yang ada di lengannya semakin terlihat sangar penuh dengan teka-teki. ia sudah muak saat separuh anggotanya di habisi oleh pasukan dari Kulfun dan sebagian tempat mereka juga telah di ratakan orang sialan itu.


"Dia begitu cepat mengurangi anggotaku. tapi, aku.. walau-pun hanya tinggal satu nyawa. aku akan mengejarnya terus." geramnya mengepal kuat sampai urat kemarahan itu muncul.


Rusel begitu sangat sulit ia tebak pergerakannya. memang terkadang ia merasa menang tapi setelah itu akan ada yang di lakukan Rusel di luar duggaanya.


"Tuan! untuk menyerang secara langsung, anggota kita tak cukup. masih di butuhkan banyak orang dan strategi melawan Ketua Kulfun itu." imbuh Oblin menunduk.


"Kali ini aku tak akan kalah. dia tak akan bisa mengimbangiku."


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2