Wanita Di Perasingan

Wanita Di Perasingan
Kau siapa?


__ADS_3

Pagi ini Sandra di buat terkejut saat mendapatkan Email dari Kampusnya. sungguh hati Sandra syok tapi juga tak menyangka ia tak di berhentikan sama sekali setelah lama berhenti Kuliah.


"Aaaaa..Seel!!!" teriak Sandra hebat berlari dari dalam kamarnya menuju tangga utama dengan ekspresi senang tak terjabarkan. senyumnya merekah melihat Rusel yang tengah berbicara dengan Simob di lantai dasar sana.


"Seeel!!!"


Rusel menoleh tapi ia segera berlari ke arah tangga saat melihat kaki Sandra begitu cepat turun tanpa memperhatikan langkahnya.


"Jangan berlari!"


"Aaaa!!!!" teriak Sandra lepas berhambur memeluk Rusel yang spontan mendekapnya karna takut jika wanita liar ini tergelincir ke bawah.


"Jangan berlari. kau bisa terjatuh!"


"Sel! tebak apa yang terjadi?" tanya Sandra menangkup kedua pipi Rusel yang beraut bingung seakan tak tahu apapun.


"Apa?"


"Tebak!" desak Sandra begitu tampak tak sabaran. Rusel belagak berfikir sejenak lalu mulai bicara.


"Kau menang Lotre!"


"Tidak! yang lain, ini lebih waaah!!" jawab Sandra tampak greget terus menekan pipi Rusel dengan tangkupan tangannya.


"Ada yang mengatakan kau cantik?!"


"Tidak!"


"Lalu?" Rusel menaikan alisnya heran membuat Sandra tak sabar untuk mengatakan.


"AKU BISA KULIAH LAGI!!! YEEYY!!!"


Sandra berjingkrak kegirangan di belitan lengan Rusel yang menatapnya dalam dan sangat memperhatikan. raut bahagia yang terpancar dari wajah cantik konyolnya itu menjadi asupan terbaik bagi Rusel.


"Yey!!! aku bisa mengerjai Dosen-ku lagi."


"Apa?"


Sandra menyengir kuda menggeleng hanya bercanda. ia memeluk tubuh kekar Rusel erat sebagai tanda bahwa ia sangat-sangat bahagia.


"Akhirnya aku bisa ke Kampus lagi. Sel!"


"Hm. jangan berbuat aneh-aneh disana."


"Tidak akan. aku janji akan fokus belajar." ucap Sandra bersungguh-sungguh.


"Dosenku sangat baik sampai tak marah padaku." imbuh Sandra mengira ini memang dari Kampusnya. tentu Simob yang mendengar itu mengulum senyum karna Sandra tak tahu sebesar apa hal yang selalu di upayakan Ketuanya.


"Pergilah berkemas!"


"Em. apa kau ada pekerjaan?" tanya Sandra membuat Rusel tertegun sesaat.


"Memangnya kenapa?"


"Tidak ada. kau lakukan saja pekerjaanmu, aku bawa mobil sendiri." jawab Sandra santai.


"Mau ku antar?"


"Tidak usah. lain kali saja. hm?"


Rusel mengangguk memandangi Sandra yang sudah pergi dengan nyanyian kecil terlontar.


"Ketua!"


"Hm."


Rusel beralih turun kembali ke bawah melangkah keluar pintu karna ada urusan penting yang harus mereka lakukan. tentu sedari tadi Erina menunggu Rusel pergi dan barulah ia keluar dari kamarnya.


"Aku harus mencari tahu." gumam Erina melangkah turun ke bawah mengendap untuk membuntuti Rusel. ia sangat penasaran sebenarnya kenapa Sandra bisa kenal dengan pria seperti itu?!


Saat melihat mobil Taksi didepan sudah pergi. Erina segera melangkah keluar dengan para pengawal yang keheranan.

__ADS_1


"Nona!"


"Aku ada urusan di Rumah Sakit. jika Papa dan Mama bertanya bilang saja aku sibuk."


"Baiklah!"


Mereka mengiring Erina kearah mobil sampai wanita itu masuk dengan aman.


"Berhati-hatilah. Nona!"


"Terimakasih!"


Erina melajukan benda mewah itu stabil ke arah Gerbang di ujung sana. tepat saat mobil Erina keluar Gerbang Sandra juga muncul di pintu Kediaman dengan tampilan mempesonanya.


"Nona!" gumam mereka terpana melihat Sandra memakai celana Jeans hitam yang membentuk lekukan pinggang dan kaki jenjangnya dengan atasan memakai kemeja warna coklat lengan panjang, hanya satu ujungnya saja yang di masukan ke dalam pinggang celana dan sebelahnya tidak.


Belum lagi Boots hitam itu menunjang penampilan energiknya. dengan pesona riasan wajah natural dan rambut panjang diikat tinggi keatas ekor kuda.


"Mana mobilku?"


"A..anda ingin kemana?"


"Jangan banyak tanya!" ketus Sandra melewati mereka yang benar-benar malu sendiri. jika Delina dan Erina si pembawa prestasi maka Sandra akan menjunjung sensasi pesonanya.


"Aku pergi!!"


"Iya. Non!!" jawab mereka pada Sandra yang sudah melajukan mobil Ferary berwarna merah maron itu. laju kendaraanya terkesan agak agresif tapi masih bisa lamban mengingat peringatan Rusel padanya.


"Fyuhh!!" Sandra menghela nafas merasa jiwa mudanya kembali exsis. ia sudah tak sabar untuk membalas sesuatu pada seseorang yang sudah menipunya selama ini.


"Bagaimana ekspresi mereka saat melihat ku? aaa... Ratu Kampus ini tak akan ketinggalan permainan. Sayang!" ucap Sandra begitu tak sabaran menambah sedikit laju mobilnya.


Ia menyalip beberapa mobil di depan tapi masih teratur ke arah jalan menuju Kampus Elite yang ia tempati selama ini.


Namun. Sandra agak heran saat ada mobil di belakangnya yang sedari tadi tak berbelok ke arah lain padahal ia sudah memasuki Jalan Kubuano di Elite Center.


"Apa dia juga Mahasiswa disana?!" gumam Sandra lalu masa bodoh. ia tak memperdulikan siapapun disini.


Setelah beberapa lama asik berkendara. tibalah Sandra di depan sebuah Gerbang besar yang di jaga Satpam disana. Ia memasukan mobilnya melewati beberapa orang yang saling pandang akan ciri khas suara mesin ini.


"Ntahlah. apa dia anak Bisnis atau Fakultas musik?"


Mereka berbisik tapi yang jelas. Kampus Elite Center ini hanya untuk kaum kelas atas.


Bangunan bertingkat yang megah dengan lingkungan luas yang menunjang nilai estetikanya. ada jembatan kayu yang di tata rapi untuk menghubungkan antara Fakultas Bisnis dan Musik di seberang sana.


"Itu Sandra!!!!"


"Apa??"


Mereka histeris saat melihat Sandra memarkirkan mobilnya di tempat biasa lalu keluar memakai kacamatanya. Gaya yang selalu menjadi objek perhatian dan kekaguman berbagai lelaki disini.


"Sandra!!!!"


"Wowww!!!"


Mereka bersorak riuh seakan melihat selebritis. tapi memang begitu adanya. Popularitas Sandra di Kampus ini tak main-main sampai semuanya mengenal namanya.


"Kak San! kemana saja kau beberapa bulan ini?"


"Iya. Kak! kami mencarimu."


Beberapa adik kelas Sandra mendekat mengerumuni. tentu Sandra yang terkesan sangat cool dan keren itu membuka kacamatanya sampai semuanya terpana akan manik hitam bening itu.


"Ouh. sayang sekali aku banyak pekerjaan."


"Benarkah? apa pekerjaanmu. kak?"


Sandra hanya diam mengedipkan matanya lalu melangkah pergi ke arah pintu Kampus. Ia tak menghiraukan beberapa orang yang membicarakannya yang jelas ia ingin ke atas.


"Sandra!"

__ADS_1


Suara yang begitu Sandra kenal akhirnya terdengar kembali menghentikan langkahnya. suara yang selama ini selalu bermuka dua di hadapannya lalu menusuk di belakang.


"San! kau kembali?"


"Memangnya kenapa?" Sandra beralih menatap dua sosok wanita yang terlihat memucat saat berhadapan dengannya. Karina si wanita rambut bergelombang dan Anju si rambut pendek. sangat menjijikan.


"S..San! selamat datang kembali." ucap Karina tersenyum palsu.


"Iya. San! kami sungguh sangat..."


"Kalian seharusnya sedih. bukan?" tanya Sandra tersenyum santai mendekati Anju dan Karina yang saling pandang sungguh heran kenapa ia bisa kembali kesini?!


"S..San!"


"Temani aku ke Toilet!"


"Kami harus ke.."


"Hey!! aku baru datang dan kalian tak mau menemaniku?!" Sandra sengaja membesarkan sedikit Volume suaranya membuat para Mahasiswi dan lelaki di sekitar mereka beralih kefokusan.


"San! kami senang kau datang, tapi.."


"Ayolah! aku sangat merindukan kalian." potong Sandra lalu melangkah duluan ke arah Toilet yang ada di samping Koridor kampus.


Mau tak mau Karina dan Anju ikut karna mereka terkenal dengan teman baik Sandra. tentu selama wanita itu tak ada maka merekalah yang menggantikan exsistensinya.


"San!"


"Ayo! masuk!"


Sandra menunggu didepan pintu Toilet menatap misterius Karina dan Anju yang mendekat. wajah dua wanita itu sama-sama pucat karna ia tahu Sandra wanita yang nekat.


"San!"


"Masuk!"


"Tapi, kami hanya menemaimu di.."


Sandra langsung menarik kedua lengan Anju dan Karina masuk ke dalam satu Toilet yang sama.


"San!"


"Tunggu disini!" tekan Sandra lalu keluar menutup pintu Toilet rapat-rapat lalu pergi ke Toilet yang satunya. tentu Sandra punya rencana licik yang kali ini sangat jorok.


"Cih! sangat menjijikan berteman dengan sampah seperti kalian." gumam Sandra mengumpat lalu membuka kran pipa yang menjadi tempat penyalur kotoran di bagian sudut ruangan.


"San! kau mau apa??" tanya mereka gugup.


"Sebentar lagi! hujan akan turun." jawab Sandra menyeringai menutup hidungnya sendiri lalu menendang pipa itu sekuat tenaga lalu berlari pergi keluar.


"Saaan!!!"


Teriak mereka keras saat jipratan itu membasahi mereka dengan aroma menyengat yang mengocok perut.


Tawa tertahan Sandra muncul mendengar jeritan dan suara muntahan Anju dan Karina di dalam sana. Sandra sudah tahu seluk beluk Kampus ini hingga semuanya hafal di otak nakalnya.


Salah satu toilet itu adalah Toilet yang agak rusak di bagian penguncian pintu dan Pipa yang berjalan di dekat dinding itu menyatu dengan pipa di sebelahnya. jika ia memutus disini maka disana akan juga terputus hingga memuncratkan lahar busuknya.


"Sandra!!!! buka pintunya.. hoeeeekkmm!"


"Nikmati dulu bubur pagi ini!" jawab Sandra laku terkekeh geli dan melangkah pergi. ia berjalan sesekali melihat kebelakang menertawakan nasib Anju dan Karina yang merupakan dua wanita Idiot pesuruhnya.


"Cih! pasti mereka akan mandi 50 kali, itu sangat busuk dan menjijikan." gumam Sandra menggelinjang geli menoleh kebelakang tapi masih berjalan dan..


Bughh..


"Asss!!" Sandra mendesis saat ia menabrak dada kekar seseorang di depan sana sampai mau tumbang tapi untung sana lengannya di tahan cepat.


"Kau tak apa?" suara yang asing itu membuat Sandra heran menatap sosok tinggi aneh ini.


"Kau siapa?"

__ADS_1


..........


Vote and Like Sayang..


__ADS_2