Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?
#23 WP?S2


__ADS_3

Keesokan harinya kepalaku terasa sakit karena tidak bisa tidur memikirkan kata-kata dari Om Royhan, aku mengambil handphone pada nakas di sebelahku, aku melihat layar handphoneku tidak ada pesan ataupun panggilan telepon dari siapapun.


Aku pun turun ke bawah dengan langkah lesu. "Pagi Sarah." Ucap Kakek yang membuatku terkejut saat aku sudah turun dari Kamarku dan menuju ke Ruang Makan." Pagi Kakek, Kakek sudah sarapan?" Tanyaku kepadanya. "Sudah Nak." Ucapnya lembut kepadaku.


"Apakah kamu sakit Nak? Wajah kamu terlihat pucat pagi ini." Ucapnya yang melihat wajahku yang memang kurang tidur. "Hmm, Sarah baik-baik saja Kek, mungkin Sarah hanya kurang tidur saja, oh iya Kek apakah Angkasa ada mengabari Kakek?" Ucapku kepadanya lembut.


"Bocah Nakal itu tidak akan pernah mengabari Kakeknya ini kalau bukan Kakek yang menghubunginya terlebih dahulu." Ucap Kakek dengan sedikit kesal. "Apakah dia ada mengabarimu Nak?" Tanya Kakek yang membuatku sedikit bingung untuk menjawabnya. "Hmm tidak ada Kek, mungkin Angkasa sedang banyak pekerjaan disana." Ucapku.


"Ya sudah, kamu sarapan dulu ya karena kamu juga akan mempersiapkan diri kamu untuk acara pertunangan kalian hari ini." Ucap Kakek kepadaku lembut, aku pun menganggukkan kepalaku dan menuju ke Ruang Makan meninggalkan Kakek yang sedang bersama seorang Suster. Aku makan dengan sedikit lesu di Ruang Makan dengan makanan yang banyak sekali tersedia di atas meja makan. Kamu kemana Kassa.


"Pagi Kak Sarah!" Suara seorang Wanita yang membuatku tersadar dari lamunanku. "Debora?" Tanyaku kepadanya sedikit heran. "Hmm jangan bilang Kak Sarah lupa kalau hari ini adalah hari pertunangan Kak Sarah dengan Kak Angkasa." Ucapnya yang sudah duduk di sebelahku dan ada dua orang Wanita di belakangnya yang aku yakini adalah Asistennya. Hmm aku memang sedikit melupakan tentang hari ini.


"Kak, Kak Sarah kok melamun?" Ucap Debora yang menyadarkanku dari lamunanku dengan menggoyang-goyangkan pergelangan tanganku. "Eh, hmm Tidak apa-apa Debora, apakah kamu sudah bertemu Kakek?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Sudah Kak, tadi saat Kakek sedang di Taman, hmm oh iya Kak apakah Kak Sarah mendapatkan kabar dari Kak Angkasa? Debora coba menelpon dan mengirimkan pesan soal jas yang akan digunakannya nanti malam, tetapi baik telepon atau pesan Debora sama sekali tidak ada yang dibalas." Ucap Debora dengan sedikit kesal.


"Hmm mungkin Kakakmu satu itu sedang banyak pekerjaan." Ucapku berusaha tersenyum. Setelah itu aku melanjutkan sarapanku bersama Debora dan kedua Asistennya yang harus aku ajak dengan sedikit paksaan karena takut terlihat tidak sopan kepadaku dan Debora.

__ADS_1


Aku masih melihat handphoneku yang berada diatas nakas di sebelah tempat tidurku, saat Debora dan kedua Asistennya memoles wajah dan mengotak-atik rambutku. "Kak Sarah jangan khawatir, aku sangat tahu dengan sikap dari Kak Angkasa, dia pasti akan datang malam ini untuk itu percayalah dan jangan khawatir." Ucap Debora yang mungkin melihat kegelisahan pada sikap dan wajahku, aku hanya menjawab dengan tersenyum perkataan dari Debora.


Setelah hampir lebih dari dua jam, aku diminta oleh Debora untuk berjalan ke depan cermin dimana Debora dan kedua Asistennya melihatku dengan wajah senang dan tersenyum puas. Aku berjalan ke depan cermin mengikuti perintah dari Debora yang membuatku terperangah tidak percaya. "Kalau sampai Kak Angkasa tidak datang malam ini, aku akan membunuhnya." Ucap Debora di belakangku.


Mataku aku alihkan lagi ke atas nakas di sebelah tempat tidurku yang masih setia dengan layar hitamnya. Kassa. Kami keluar dari Kamarku dan turun menuruni tangga dimana Kakek sudah berada di bawah tangga dengan kursi rodanya.


aku dengan sedikit cepat menghampirnya dan mencium tangannya. "Mohon doa restunya Kek." Ucapku, dia mengusap lembut tanganku. "Maafkan Kakek tidak bisa menghadiri acara pertunanganmu Nak, dan kalau sampai Bocah Nakal itu sampai membuat kamu menangis, Kakek yang akan menghadapinya pertama kali." Ucap Kakek kepadaku.


"Debora, Kakek juga meminta maaf karena tidak bisa hadir di acara pertunanganmu kemarin, dan selamat untuk pertunanganmu ya Nak." Ucap Kakek setelah debora menyalami tangannya. "Iya tidak apa-apa Kek, Kakek juga semoga cepat sembuh ya." Ucap Debora.


"Kita sudah sampai Kak." Ucap Debora yang menyadarkanku dari lamunank. Aku pun segera turun dari mobil dan berada di depan sebuah gedung bertingkat yang sudah di sewakan oleh Debora untuk acara pertunanganku dan Angkasa malam ini.


Dengan sedikit bergetar dan gugup aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam Gedung tersebut. Saat berada di dalam Gedung tersebut, aku melihat ke sekitar dan seluruh Ruangan dimana belum ada siapa-siapa baru hanya ada beberapa orang dan pelayan yang sedang sibuk mempersiapkan semua keperluan dan makanan untuk acara malam ini.


"Kak Sarah tunggu di dalam Kamar dulu ya, aku akan memanggil Kak Sarah kalau acaranya akan dimulai." Ucap Debora, aku hanya mengangukkan kepalaku dan mengikutinya menuju ke sebuah Kamar besar yang sudah dipersiapkan oleh Debora untukku dan Angkasa.


"Debora." Panggilku saat Debora akan melangkahkan kakinya menuju pintu. "Iya Kak, ada yang bisa Debora bantu?" Tanyanya mendekatiku. "Hmm apakah kamu bisa membantuku mencoba menghubungi Angkasa atau orang-orang yang mungkin tahu keberadaan Angkasa?" Ucapku dengan nada yang khawatir

__ADS_1


"Aku akan melakukannya Kak, aku akan menghubungi semua orang yang mungkin tahu keberadaan Kak Angkasa, Kak Sarah jangan khawatir ya." Ucap Debora kepadaku, setelah itu dia pergi meninggalkanku di dalam Kamar besar ini sendirian.


Aku melihat diriku pada cermin besar di sebelahku, melihat pantulan diriku dengan dress berwarna putih dengan bagian pundak yang terlihat dan bagian rok yang mengembang, rambut yang disanggul dengan model Tousled Hair, wajah yang dipoles dengan simple dan flawless. Hanya saja dengan penampilan seperti ini, senyumku tidaklah terukir dari wajahku, pikiran dan hatiku hanya menghawatirkan Angkasa. Kamu kemana Kassa, aku membutuhkanmu.


Setelah kurang lebih satu jam, pintu Kamarku terbuka aku langsung dengan cepat berdiri dari tempat dudukku di tepi tempat tidur. "Kass..." Ucapanku terhenti saat aku melihat seseorang yang masuk ke dalam Kamarku. Om Royhan.


"Hmm ternyata kamu orang yang keras kepala juga." Ucap Om Royhan dengan nada sinis dan tatapan yang melihatku jijik dari atas sampai ke bawah. "Walaupun Debora menyulapmu menjadi seperti ini, tetapi tidak akan mengubah asal-usulmu yang buruk." Ucapnya lagi yang membuatku hanya diam dan tertunduk.


"Sebaiknya kamu pergi sekarang meninggalkan Gedung ini, sebelum kamu mempermalukan dirimu sendiri karena ketidakhadiran Angkasa." Ucapnya yang membuatku tiba-tiba dengan berani menatapnya. "Aku percaya Kassa akan datang malam ini, aku percaya akan janjinya." Ucapku dengan menahan air mata pada pelupuk mataku. "Kita lihat saja nanti." Ucapnya dengan tersenyum sinis dan pergi meninggalkanku.


BERSAMBUNG


Halo semuanya, sebelumnya Author memohon maaf untuk kalian yang masih setia dan menunggu sangat lama untuk Author mengupdate kisah Sarah, karena Author sedang sedikit sibuk menjadi Host di Audioroom Mangatoon, mungkin kalian bisa mampir-mampir juga ke Audiroom Author, dimana Author nanti akan bernyanyi untuk menghibur kalian. Author akan mencoba mengupdate kisah Sarah 1 episode setiap minggunya, mohon maaf sekali lagi untuk perubahan jadwal update ini.


Kalian bisa klik banner seperti di bawah pada bagian atas Group Chat MT kalian atau saat kalian selesai membaca komik yang akan muncul pada jam 19.00 WIB atau search ID Room 100260. Terima kasih semua


__ADS_1


__ADS_2