
FOLLOW AUTHOR DAN VOTE YA READERS!!! TERIMA KASIH.
"Dalam pertemuan, ada cerita. Dalam perpisahan, ada kenangan. Dalam jarak, ada rindu. Dalam hatiku, ada dirimu. Dalam diam, ada doaku untukmu." - Fiersa Besari.
Sarah POV.
"Aku minta maaf Kak." Ucapku lirih masih mengelus kepalanya yang disandarkan di pundakku. Dia mengangkat kepalanya, mengelus lembut wajahku. "Tidak ada yang perlu kamu minta maafkan disini Sarah, kamu yang mengajarkanku apa itu cinta, aku merasa benar karena memilih dirimu dalam hal ini, maukah kamu menghadapi semua hal ini bersamaku?" Ucapnya yang membuatku menundukkan kepalaku.
"Sayang." Panggilnya dan menarik daguku, sehingga membuatku dapat melihat wajahnya dengan tatapan matanya yang selalu membiusku setiap kali aku melihatnya. Aku menghembuskan napasku berat. "Kenapa aku bisa sebegitu bodohnya untuk dapat langsung percaya waktu itu bersama Kak Ed." Ucapku tertahan, tak terasa air mataku menetes ke pipiku.
"Hei, Sayang yang sudah terjadi biarlah terjadi, jadikan pelajaran buat kita agar lebih berhati-hati untuk kedepannya." Ucap Indra, dia menghapus air mata yang ada di pipiku dengan ibu jarinya. "Sekarang kita harus menyelesaikan masalah yang ada sekarang, aku akan pastikan kepadamu dengan segenap hati, jiwa dan ragaku bahwa kamu akan baik-baik saja, sekarang tinggal kamu, apakah kamu mau menghadapi semua ini denganku?" Ucap Indra dengan tangan yang menangkup kedua sisi wajahku.
Aku menganggukkan kepalaku yang membuatku dapat melihat senyuman yang menentramkan hatiku lagi, dia mengecup keningku dengan penuh perasaan membuat hatiku sedikit lega. "Terima kasih, kamu mau mempercayai cinta dan kasih sayangmu untukku." Ucap Indra yang membuatku memeluk erat tubuh kokohnya dalam pelukanku. Terima kasih Kak.
Setelah itu aku dan Indra pergi ke Kamar kami masing-masing, Indra tidur bersama Adik-Adik Panti Laki-Lakiku, dan aku tidur di Kamarku sendiri. Di dalam Kamarku, mataku sulit terpejam, aku masih memikirkan apa yang akan terjadi esok hari. Seharusnya aku tidak sebodoh itu untuk menerima ajakan dari Kak...Edgar.
__ADS_1
Flashback.
Edgar menyerahkan bajunya dan mengambil jaket di belakang kursi kemudinya dan langsung memakainya. “Kamu bisa ganti bajumu dibelakang Sar.” Ucap Edgar menunjuk kearah belakang kursi penumpang. “Ha? Tapi." Ucapku ragu. “Tenang aja aku gak bakalan ngintip kok, kaca mobil ini juga gelap kalo dari luar.” Ucapnya yang meyakinkanku.
Aku pun langsung pindah ke kursi belakang dan mulai membuka satu persatu kancing seragamku. Aku melihat Edgar menatap kearah luar jendela mobil. Aku membuka dengan perlahan seragamku dan memperlihatkan bra berwarna krem yang kugunakan untuk menutupi gunung kembarku yang padat dan ranum.
Aku melirik kaca yang ada didalam mobil dimana aku tahu bahwa Edgar sedang melihat tubuh bagian atasku yang hanya ditutupi oleh bra berwarna krem itu, setelah itu dengan cepat aku langsung menggunakan baju yang dipinjamkannya dan membuatnya langsung mengalihkan matanya kembali keluar jendela. “Udah Kak ayo jalan.” Ucapku yang sudah duduk kembali di sebelah Edgar. “Ehem udah? Ayo.” Ucap Edgar, Edgar pun melajukan mobilnya menuju tempat yang kami tuju.
Flashback off.
Aku menghembuskan napasku berat, berusaha untuk melangkahkan tubuhku menuju Kamar Mandi membersihkan tubuhku untuk berangkat ke Sekolah. Setlah aku selesai dengan persiapanku ke Sekolah, aku keluar kamar untuk membangunkan Indra dan mempersiapkan sarapan untuknya dan Adik-Adikku.
"Pagi." Ucap Indra saat aku membuka Pintu Kamarku. "Pa...pagi." Ucapku terkejut karena melihatnya yang sudah berpakaian rapi dan sedang mempersiapkan meja makan untuk sarpan kami semua. "Kak Indra sudah bangun daritadi?" Tanyaku mendekatinya dan membantunya menyiapkan meja makan yang hanya dijawab senyuman olehnya.
Dia mengenggam tanganku saat aku berada di dekatnya, dia menatapku lekat. "Semua akan baik-baik saja, jangan khawatir." Ucapnya yang membuatku semakin yakin untuk menghadapi masalah hari ini yang akan muncul di depanku. Kamu bisa Sarah, kamu pasti bisa.
Setelah itu kami menikmati sarapan kami, bersama dengan Ibu Aisyah dan Adik-Adikku dengan tanda cawa dan senyuman pagi dari Indra yang belum pernah kulihat sebelumnya. Saat kami tiba di Sekolah dengan menggunakan angkot, aku berdiri menatap papan nama Sekolah yang tertulis dengan besar di atas Gerbang Sekolah SMA XYZ. Apakah aku masih bisa bersekolah disini lagi setelah hari ini.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja, percaya kepadaku." Indra menggenggam tanganku dan kubalas genggaman tangan itu dan melihatnya lekat, sosok Laki-Laki yang berjanji untuk melindungi dan menjagaku dengan segenap jiwa dan raganya. Tuhan terima kasih engkau sudah membawa sosok ini kepadaku.
Aku dan Indra berjalan beriringan dengan tangan saling berpagutan satu sama lain, saat kami melewati Lorong Sekolah, aku melihat Alisha dengan senyumannya melihat kearah kami. Genggaman tanganku kepda Indra pun semakin erat, Indra melihat kearahku dan tersenyum, semua akan baik-baik saja.
"Sepertinya kamu sudah menentukan pilihanmu Ndra." Ucap Adel saat kami sudah berada di depannya, dia melirik sekilas kearahku dan berpaling lagi melihat kearah Indra. "Alisha, kita masih bisa menyelesaikan semua ini baik-baik, hentikan permainan konyolmu ini." Ucap Indra kepada Alisha. "Haha, are you sure, honey?" Ucap Alisha tersenyum sinis.
"Kamu masih bisa merubah keputusanmu, apa kamu yakin ingin meninggalkan semua yang kamu miliki hanya demi." Ucap Alisha menatapku tajam dari atas sampai bawah seolah jijik dengan kehadiranku. "Honey, come on." Lanjut Alisha, dia mengangkat tangan kanannya ingin menyentuh wajah Indra dan aku menahannya, dan sekarang tatapannya teralihkan secara penuh kepadaku. "Jangan sentuhkan tangan kotormu kepadanya." Ucapku yang membuat Indra terkejut dengan perkataanku.
Alisha menarik paksa tangannya. "Lepaskan tanganmu dariku dasar Gadis Mura...PLAK!" Alisha menghentikan kata-katanya karena tamparan tanganku yang mendarat pada pipi putihnya itu. "Lebih murahan mana, seorang wanita yang mengemis cinta kepada seorang Laki-Laki yang sudah jelas menolaknya dan masih berharap untuk cintanya tersebut bahkan menyakiti orang lain dan menjatuhkan harga dirinya sendiri?" Ucapku sedikit keras kepada Alisha, yang membuat beberapa Siswa yang berada di dekat kami mulai berkumpul menyaksikan kami.
"Kamu!" Ucap Alisha dengan tangannya yang sudah melayang di udara bersiap untuk membalas tamparanku. "Hentikan Alisha!" Ucap Edgar yang ternyata sudah berada di belakang Alisha dan menahan tangan Alisha yang bersiap untuk memukul wajahku. "Edgar!" Ucap Alisha dengan tangan yang masih di genggam oleh Edgar.
BERSAMBUNG
Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.
Terima kasih supportnya!!!
__ADS_1