
MOHON BANTU VOTE, LOVE, DAN KOMENTARNYA YA GUYS! TERUS IKUTI KISAHKU INI.
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW AUTHOR JUGA. TERIMA KASIH!
“Sesuatu menyelinap di hatiku dan meremasnya tanpa ampun. Menciptakan keluhan-keluhan di mulutku dan kebodohan-kebodohanku di pikiranku, aku cemburu."
Banana Boat yang kami naiki tiba-tiba berguling dengan sengaja yang membuat kami semua tertawa kegirangan karena sensasi yang kami dapatkan, kecuali Indra yaang berada sedikit jauh dariku menatap tajam kearah Bara seakan ingin membunuhnya.
Kami semua pun berenang mendekati benda berwarna kuning tersebut, untuk merasakan kembali sensasi adrenalin yang kami dapatkan saat menaiki benda tersebut, aku melihat uluran tangan seseorang yang ingin membantuku naik keatas Banana Boat.
Dengan sekali tarikan, tubuhku langsung bisa naik keatas benda tersebut dan aku langsung duduk diatasnya dan menggenggam erat pegangan yang ada di depanku tanpa melihat kearah orang dibelakangku yang menolongku naik tadi yang kukira itu pasti Bara.
Tubuhku tiba-tiba tersentak terkejut, karena sosok di belakangku tadi memelukku lebih intim dari sebelumnya, dia meletakkkan tangannya dan melingkar dipinggang kecilku bukan pada pegangan tanganku, dia meletakkan kepalanya pada pundakku, yang aku langsung tahu siapa sosok yang ada di belakangku dari wangi rambutnya yang berbau mint.
"Halo Sayang." Ucap Indra. "Indra?". Ucapku terkejut. "Harus aku akui, aku sedang cemburu sekarang, biarkan hatiku luluh dan tenang terlebih dahulu karena pelukanku kepadamu." Ucapnya tegas yang membuatku sedikit takut. Benda yang kami naiki, mulai berjalan dengan kecepatan tinggi, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan darahku yang mengalir cepat karena perasaan bersalah dan takut akan ditinggalkan oleh sosok dibelakangku.
Saat benda kuning yang kami naiki berhenti di sekitar Pinggiran Pantai dengan cara yang sama saat kami semua tercebur di dalam air asin berwarna biru, yang beda hanya tawa dariku yang hilang ikut bergabung dengan Indra yang sama sekali tidak ada raut wajah kesenangan saat menaiki wahana tadi.
__ADS_1
Dia melepaskan Life Vest yang digunakannya dengan kasar dan cepat, dan melangkahkan kakinya dengan sedikit cepat, aku dibelakangnya langsung menarik tangannya membuatnya menoleh kepadaku dengan mata nanar dan wajah yang memerah. "Ndra." Panggilku pelan, membuatnya melihat kearahku dengan raut wajah yang masih sama.
"Kamu marah? Kenapa? Apa karena Bara?" Tanyaku tetap menggenggam tangannya agar tidak pergi dari sisiku. "Hmm." Ucapnya dengan singkat, aku sudah lama sekali tidak mendengar geramannya seperti itu sejak aku sudah mulai dekat dan membuka hatiku padanya.
"Bisakah kita bicara di tempat yang sepi atau privasi dan tidak berada dekat dengan kerumunan yang lain?" Tanyaku kepadanya, yang membuatnya mendengus sedikit kesal, dia melihat ke sekeliling mungkin mencari tempat atau cara agar kami bisa bicara mata ke mata berdua.
"Tunggu disini." Ucapnya, dia pergi mendekati seorang Petugas yang sedang mengecek kondisi sebuah Jet Ski berwarna putih, aku melihat Indra mengobrol sedikit kepada Petugas tersebut, setelah itu dia melihatku dan memberikan isyarat kepadaku untuk mendekatinya.
Saat aku berjalan mendekatinya masih menggunakan Life Vestku, Indra menggunakan lagi Life Vest yang diberikan Petugas didekatnya kepadanya, setelah itu dia menaiki Jet Ski berwarna hitam yang terlihat gagah saat Indra menaikinya. Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku menaiki dan duduk di kursi belakangnya.
Jet Ski ini pun berjalan secara perlahan diawalnya dan bertambah kecepatannya saat Indra yang mungkin sudah paham dengan kondisi ombak yang sedang kami terjang sekarang. Aku merentangkan satu tanganku untuk merasakan percikan air yang menampar setiap inci telapak tangan putihku.
Dan tidak lama kemudian Indra memelankan kendaraan yang digunakannya sekarang sampai benar-benar berhenti jauh dari Pinggiran Pantai tadi. "Kita sudah berdua sekarang, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanyanya tegas yang membuatku sedikit takut, aku membenamkan kepalaku pada punggungnya dan memeluknya lebih erat lagi.
Aku menghembuskan napasku berat, aku mulai menceritakan saat aku dan Bara bisa berada di dalam lift tanpa sengaja dan apa yang dia ungkapkan kepadaku waktu itu, aku menceritakan mengapa Bara tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak saat perjalanan kami kesini.
Aku menceritakan saat Bara melindungi diriku dari para Preman yang ingin menggangguku, aku menceritakan bahwa Bara akan menungguku untuk membalas perasaannya yang tulus kepadaku. Aku menghembuskan napasku kembali dengan berat, memperat pelukanku seakan takut bahwa sosok yang berada di dalam pelukanku ini, orang yang sudah mengisi setiap sudut hati dan hari-hariku akan memutuskan dan meninggalkanku seperti Ibu, Om Alex dan Dave.
__ADS_1
"Jangan pergi dan tinggalkan aku Ndra, aku memilihmu, tidak ada siapapun atau nama yang terukir di setiap sudut hatiku, tidak ada tempat untuk siapapun di hatiku kecuali kamu." Ucapku lirih dan air mata yang mulai jatuh satu persatu dari pelupuk mata ke pipiku, bertemu dan bercampur dengan percikan air laut di pipiku.
Aku merasakan tangannya mengusap lembut tanganku. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sar, sama sekali tidak ada terbesit sekalipun di pikiranku untuk meninggalkanmu." Dia mengangkat tanganku dan mengecup punggung tanganku berkali-kali. "Maafkan aku yang belum bisa menjadi orang dewasa ini, aku masih terlalu egois memikirkan kesenanganku sendiri disini, tanpa tahu bahwa Kekasihku sedang membutuhkan perlindunganku, dan juga begitu bodohnya aku, karena berpikir untuk membunuh orang yang melindungimu, dimana seharusnya aku berterima kasih kepadanya." Ucap Indra lembut yang terdengar kesal dan marah pada dirinya sendiri.
"Sekali lagi maafkan aku." Ucapnya mengecup lagi punggung tanganku lembut. "Aku juga minta maaf, seharusnya aku lebih bisa untuk menjaga perasaanmu." Ucapku masih membenamkan kepalaku pada punggungnya, aku mendengar dia tertawa kecil, yang membuatku sedikit heran dan mengangkat kepalaku dan meletakkannya pada pundak kanannya.
"Kenapa kamu tertawa?" Tanyaku heran. "Haha, ini adalah masalah pertama setelah masalah kita lalu, yang membuat kita berdua sama-sama meminta maaf selama kita menjalin hubungan secara resmi." Ucapnya, dia mengecup pipiku lembut. "Terima kasih karena masih mau mempercayaiku dan memilihku." Ucapnya lembut yang membuat pipiku merona merah.
Setelah itu Indra mengajakku berkeliling dengan kendaraan berwarna hitam yang sedang dia kendarai sekarang, kami tertawa bersama-sama saat kami hampir terjatuh karena Indra memaksakan untuk menerjang ombak yang sedikit besar di depan kami.
Satu jam itu terlewati dengan tawa, kasih sayang dan cinta yang selalu bertambah setiap detiknya. Permasalahan yang kami alami sampai saat ini, menjadikan hubungan kami menjadi semakin kuat, membuat kami semakin percaya satu sama lain, membuat kami tidak ingin jauh satu sama lain, membuat kami selalu ingin bersama menghabiskan setiap detik yang kami miliki saat bersama.
Aku bertanya di dalam hatiku, inikah yang dinamakan cinta sesungguhnya, karena ini terasa benar hanya saja dalam sudut kecil hatiku, aku merasakan sedikit ketakutan, takut akan kehilangan seseorang kembali, saat aku sudah menyerahkan hati dan hidupku kepada orang tersebut, hal tersebut yang membuatku selalu ingin mengenggam tangannya, merasakan kehangatan tubuhnya setiap saat dalam pelukanku, aku hanya dapat berdoa dalam hatiku setiap saat. Jangan pisahkan aku lagi dengan orang-orang yang aku sayangi Tuhan.
BERSAMBUNG.
TERIMA KASIH SUPPORTNYA!
__ADS_1