
"Promise are worse than lie. You just dont make the believe. You also make them hope." - Daily Dose.
Pagi hari aku merasakan cahaya matahari menerpa wajah putihku dengan lembut, aku merasakan kelelahan pada pada setiap otot tubuhku, aku melihat kearah jam dinding di Kamarku di Panti yang masih menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Aku masih merasa lega karena hari ini masih hari libur Sekolah, jadi aku masih bisa sedikit bermalas-malasan diatas Kasurku, aku masih tersenyum mengingat-ingat liburan kami selama di Bali.
Flashback on.
Pada hari ketiga setelah sebelumnya kami mengunjungi daerah wisata Tanjung Benoa, GWK dan Pura Luhur Uluwatu dengan penampilan Tari Kecak Bali yang mempunyai kekuatan magis tersendiri kami pergi ke tempat wisata Pura Ulun Danu Bedugul serta Pura Tanah Lot Bali.
Pura Ulun Danu pada tepi danau Beratan Bedugul salah satu ikon pariwisata Bali. Keindahan pura yang terlihat mengapung pada permukaan air danau Beratan Bedugul serta udara sejuk, menjadi daya tarik utama tempat wisata Pura Ulun Danu Beratan.
Ulun artinya tepi dalam bahasa Indonesia sedangkan Danu berarti danau. Jadi pura Ulun Danu artinya pura yang berada ditepi danau. Tepatnya berada di tepi danau Bratan Bedugul, yang berada di daerah dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Karena berada didalam area dataran tinggi, membuat udara disekitar area pura sangat sejuk.
Kami disana sibuk mengabadikan momen dengan mengambil foto-foto dari setiap bangunan Pura Ulun Danu, dimana mempunyai sejarah dari informasi yang tercetak dibagian belakang tiket masuk, sejarah Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu (Raja Kerajaan Mengwi). Pembangunan pura berfungsi atau ditujukan untuk pemujaan Tuhan Yang Maha Esa, dalam manifestasinya sebagai Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa). Untuk memohon kesuburan lahan pertanian, kemakmuran masyarakat, kesejahteraan manusia dan kelestarian alam agar terhindar dari bencana.
Selain keunikan lokasi, bentuk arsitektur pura juga sangat unik dengan ciri khas arsitektur Bali. Tempat pemujaan dibangun dari kayu yang bentuknya seperti pagoda, dengan jumlah 11 tingkatan pada area atap bangunan. Keindahan arsitektur pura juga ditambah dengan keindahan latar belakang perbukitan, serta danau alami yang mengelilingi area pura.
__ADS_1
Setelah puas mengunjungi setiap sudut Pura Ulun Danu, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Pura Tanah Lot Bali. Tempat wisata Pura Tanah Lot terkenal sebagai objek wisata Bali karena lokasi pura berada pada bibir pantai. Serta Pura Tanah Lot Bali berada pada bagian atas batu karang ukuran besar. Kami menikmati keindahan sunset berikutnya disana, dengan siluet yang terbentuk dari Pura Tanah Lot Bali yang terpapar cahaya oranye yang turun meredup ke bawah Lautan.
Hari selanjutnya kami memutuskan untuk mengunjungi tempat wisata yang lebih melihat ke pemandangan alam yaitu tempat wisata Kintamani dan Jimbaran. Aku sangat menyukai hari Liburan keempat kami ini, karena aku dapat melihat keindahan alam sesungguhnya, keindahan yang diciptakan oleh yang Maha Kuasa dengan segala bentuk, ukuran dan hal-hal detil di dalamnya.
Daerah kawasan pariwisata Kintamani berada di bagian timur laut pulau Bali dan berada di bawah kaldera Gunung Batur, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Bali. Selain terdapat gunung Berapi, di kawasan pariwisata Kintamani wisatawan juga dapat melihat pemandangan danau alami yang bernama danau Batur.
Kami mengunjungi salah satu Desa disana, yaitu Desa Penelokan untuk dapat melihat pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur, aku sangat menyukai daerah tersebut karena kesejukan yang aku rasakan di setiap inci kulitku walaupun sudah memakai baju lengan panjang yang tebal dan jaket yang dipinjamkan oleh Indra.
Setelah puas menikmati pemandang gunung dan merasakan kesejukan alam di Kintamani, kami selanjutnya merasakan hangatya cahaya matahari dan hembusan angin pantai di Jimbaran. Pantai Jimbaran Bali merupakan salah satu pantai pasir putih di pulau Bali yang sangat terkenal. Tekstur pasirnya halus dan berwarna putih ke kuning – kuningan, kebersihan Pantainya pun sangat terjaga sehingga menambah kenyamanan bagi para Wisatawan.
Di Pantai ini juga sering diadakan acara-acara oleh pihak Hotel yang lokasi hotelnya berada di pinggiran Pantai Jimbaran. Kami pun memutuskan untuk menghabiskan malam terakhir kami di Bali untuk sedikit berpesta kecil-kecilan disana yang ditemani dengan berbagai hidangan seafood yang ada di Pantai Jimbaran. Malam hari itu aku dan Indra memutuskan untuk tinggal lebih lama di Pantai Jimbaran, sementara yang lainnya balik duluan ke Hotel untuk beristirahat karena kelelahan.
"Kamu capek? Mau duduk dulu?" Tanya Indra yang mungkin tahu dengan kelelahanku saat aku menghembuskan napasku secara tersengal-sengal. "Lumayan." Ucapku, Indra pun melihat ke sekeliling. "Kita duduk disana ya." Ucap Indra menunjukkan tempat yang ada sedikit penerangan berupa tiang obor yang ditancapkan di pasir pantai.
Kami duduk dalam sunyi mendengar deburan ombak yang secara perlahan menggulung pasir yang diterpanya, aku menghangatkan tubuhku dengan menggesek-gesekkan telapak tanganku untuk mencari sumber kehangatan, Indra yang melihatku seperti itu langsung membuka jaketnya dan memasangkannya di pundakku.
__ADS_1
Tangannya kanannya dilingkarkan di pinggangku untuk menambah kehangatan tubuhku. "Ndra." Panggilku dengan tatapan masih melihat kearah Laut. "Iya Sayang, kenapa?" Tanyanya melihatku. "Kamu tahu sekarang tanggal berapa?" Tanyaku. "Uhmm 17 Desember, kenapa?" Tanyanya heran. "Ulang tahunku kurang lebih seminggu lagi." Ucapku pelan.
"Oh iya, serius? Kapan? Aku sampai lupa menanyakan hal itu karena kenyamanan kita saat berduaan, sampai aku lupa untuk mencari tahu hal tersebut, dasar Indra bodoh." Ucapnya sedikit tertawa dan mengeratkan lagi tangan kanannya di pinggangku.
"25 Desember, aku juga sebenarnya tidak pernah memberitahukan hal ini kepada siapapun bahkan kepada Ibu Aisyah, tetapi entah mengapa malam ini tiba-tiba aku ingin sekali mengatakannya kepadamu." Ucapku dengan air mata yang aku tahan, entah mengapa tiba-tiba hatiku menjadi pilu dan sedih, teringat akan Ibu dan Ayah (Om Alex) saat perayaan ulang tahun pertama dan terakhirku waktu itu.
"Aku boleh meminta sesuatu?" Tanyaku pelan dan melihat kearahya dengan air mata yang sudah berkumpul di sekitar mataku dan membuat pandanganku sedikit kabur menatap wajah putih Laki-Laki di depanku, dia menghapus air mataku dengan ibu jarinya membuat memegang tangannya dan mengecup telapak tangannya.
"Apa yang kamu minta?" Tanyanya lembut, aku menghembuskan napasku berat. "Aku mohon jangan tinggalkan aku." Ucapku melihat kearahnya, dia tersenyum dan mengecupkan bibirnya di keningku. "Aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu ada disini." Ucapnya meletakkan tangannya pada bagian dadaku. Aku langsung memeluknya dan membenamkan kepalaku pada dadanya, dia pun memelukku erat, mencium pucuk kepalaku berkali-kali. "Tepati janjimu." Ucapku dengan suara terbenam pada dadanya, tetapi aku yakin dia dapat mendengarnya.
Flashback off.
BERSAMBUNG.
Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.
__ADS_1
Terima kasih supportnya!!!
KALIAN SIAP DENGAN KONFLIK BARU? :)